An-Naml (Semut) Ayat 16

Bacaan

TopikKisah Nabi Daud dan Sulaiman (Ayat 15-44)

وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُودَ ۖ وَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنْطِقَ الطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِينُ

(27:16) Dan Sulaiman telah mewarisi Dawud,593) dan dia (Sulaiman) berkata, "Wahai manusia! Kami telah diajari bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. Sungguh, (semua) ini benar-benar karunia yang nyata."

Catatan Depag

*593) Nabi Sulaiman -'alaihissalām- menggantikan kenabian dan kerajaan Nabi Dawud -'alaihissalām- serta mewarisi ilmu pengetahuan dan kitab Zabur yang diturunkan kepadanya.

Kritik

(27:16-46) Narasi Ratu Syeba (Saba') dan Sulaiman dijiplak seluruhnya dari literatur fiksi Talmud Yahudi, Targum Kedua Kitab Ester. (The Origins of the Koran)

Sains

Zoologi Mitos: Sulaiman 'diajarkan bahasa burung' dan memimpin pasukan burung, jin, dan manusia — tidak ada bukti ilmiah bahwa burung memiliki bahasa kompleks yang bisa dipahami manusia atau bahwa jin sebagai makhluk nyata ada.

Kontradiksi

Kontra S27:15 bahwa Daud dan Sulaiman diberi ilmu; S27:16 menyebut Sulaiman 'mewarisi' Daud — dalam Islam, kenabian tidak diwariskan secara genetis. Namun framing 'mewarisi' (waritha) ini diklaim tentang ilmu dan kerajaan, bukan kenabian. Bertentangan dengan S6:124: Allah memilih nabi-Nya sendiri, bukan berdasarkan keturunan.