Bacaan
TopikKisah Nabi Daud dan Sulaiman (Ayat 15-44)
فَلَمَّا جَاءَتْ قِيلَ أَهَٰكَذَا عَرْشُكِ ۖ قَالَتْ كَأَنَّهُ هُوَ ۚ وَأُوتِينَا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهَا وَكُنَّا مُسْلِمِينَ
Maka ketika dia (Balqis) datang, ditanyakanlah (kepadanya), "Serupa inikah singgasanamu?" Dia (Balqis) menjawab, "Seakan-akan itulah dia." (Dan dia Balqis berkata), "Kami telah diberi pengetahuan sebelumnya599) dan kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)."
Catatan Depag
*599) Balqis telah mengetahui kenabian Sulaiman -'alaihissalām- sebelum singgasananya dipindahkan dari negeri Saba` ke Palestina dengan sekejap mata.
Kritik
Ayat 42 dan 68: Theodor Nöldeke menyoroti bahwa terdapat "jeda yang hilang" (gap) sebelum kata wa-utina di ayat 42, karena secara kronologi dan narasi, kata-kata tersebut tidak mungkin merupakan ucapan Ratu Saba (Balqis) Pada ayat 68, penggunaan awal kalimat bal dinilai keliru karena salah menyalin dari klausa berikutnya. Susunan yang benar membutuhkan kata tanya seperti hal adraka `ilmuhum

