Bacaan
TopikBukti-bukti Kekuasaan Allah (Ayat 59-64)
أَمَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَأَنْزَلَ لَكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنْبَتْنَا بِهِ حَدَائِقَ ذَاتَ بَهْجَةٍ مَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُنْبِتُوا شَجَرَهَا ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ يَعْدِلُونَ
Bukankah Dia (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air dari langit untukmu, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah? Kamu tidak akan mampu menumbuhkan pohon-pohonnya. Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).
Logical Fallacy
Divine fallacy (God of the gaps) & Non sequitur - Menggunakan eksploitasi fenomena alam (penciptaan ruang angkasa, siklus hidrologi bumi, pembentukan gunung dan lautan) lalu membuat lompatan logika tak berdasar bahwa kompleksitas tersebut secara otomatis memvalidasi adanya tuhan yang spesifik, padahal tidak ada korelasi logis yang ditawarkan.

