Bacaan
TopikKisah Nabi Luth dan Kaumnya (Ayat 54-58)
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَ
Dan (ingatlah kisah) Luṭ, ketika dia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fāḥisyah (keji),602) padahal kamu melihatnya (kekejian perbuatan maksiat itu)?"
Catatan Depag
*602) Maksud fāḥisyah di sini ialah penyimpangan seks, termasuk homoseks.
Moral Concern
(27:54-55): Kembali memvalidasi diskriminasi orientasi seksual dengan melabeli hubungan sesama jenis sebagai perbuatan "keji" (fahisyah) dan cerminan kebodohan. Ayat ini secara sistematis melanggengkan pandangan yang merendahkan otonomi tubuh dan seksualitas manusia secara absolut.
Contradiction
Kontradiksi Respons Kaum Lut: Ayat ini menyatakan jawaban kaum Lut 'hanyalah mengusir keluarga Lut dari kota' — sedangkan 29:29 menyatakan jawaban mereka 'hanyalah membawa azab Allah jika kamu jujur'; dua respons eksklusif berbeda.

