Qurai

Surat 93

Ad-Duha

الضحى

Duha, terdiri dari 11 ayat dan turun di Makkah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-11 setelah Al-Fajr sebelum Asy-Syarh.

Ad-Duha turun sesudah wahyu berhenti beberapa waktu, dan seluruh isinya menjawab satu keadaan pribadi. Tuhanmu tidak meninggalkanmu (ayat 3): Ayat 3 menyatakan Tuhanmu tidak meninggalkanmu dan tidak pula membencimu. Riwayat menyebut ayat ini turun sesudah orang Mekah mengejek Muhammad karena wahyunya berhenti. Jawaban atas ejekan itu datang dalam bentuk wahyu, dan yang membuktikan wahyunya belum berhenti adalah wahyu itu sendiri. Didapati dalam keadaan sesat, lalu diberi petunjuk (ayat 7): Di ayat 7, Dia mendapatimu sebagai orang yang sesat, lalu Dia memberi petunjuk. Kata dallan di situ kata yang sama yang dipakai untuk orang yang tersesat dari jalan. Doktrin belakangan tentang kemaksuman nabi harus bekerja keras menafsirkan ulang satu kata ini, dan tafsir menggantinya dengan belum tahu atau sedang mencari. Yatim, kekurangan, lalu dicukupkan (ayat 6 sampai 8): Tiga ayat menyebut tiga keadaan Muhammad sebelum kenabian: yatim, sesat, dan kekurangan. Ketiganya keadaan satu orang di satu kota, dan ketiganya jadi alasan bagi perintah di ayat berikutnya. Jangan sewenang-wenang terhadap anak yatim (ayat 9 dan 10): Ayat 9 dan 10 melarang berlaku sewenang-wenang terhadap anak yatim dan menghardik orang yang meminta. Perintahnya diturunkan langsung dari pengalaman pribadi: kamu dulu yatim, jadi jangan begitu terhadap yatim. Seluruh surat ini berbicara kepada satu orang tentang satu masa hidupnya. Yang bisa dibawa keluar dari situ dua perintah di ayat 9 dan 10.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (11 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-3 : Ayat 1-3: Sumpah dan Penegasan Hubungan Allah dengan Nabi

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ وَالضُّحَىٰ ١

(93:1) Demi waktu duha (ketika matahari naik sepenggalan).

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun ketika wahyu sempat terputus dan Malaikat Jibril terlambat datang selama beberapa waktu, yang membuat seorang wanita musyrik mengejek Nabi bahwa Tuhan/setan peliharaannya telah meninggalkannya. Nabi merasa sangat sedih dan Khadijah sempat khawatir, hingga turunlah ayat ini untuk menghibur beliau. Ada juga riwayat yang menyebutkan keterlambatan wahyu ini dikarenakan ada bangkai anak anjing milik pelayan yang mati di bawah tempat tidur Nabi. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) 1-3 Ayat ini turun untuk menanggapi ejekan seorang wanita kepada Nabi ketika tahu beliau tidak menerima wahyu selama dua hari. Menurutnya,Tuhan Muhammad mulai membencinya. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ ٢

(93:2) Dan demi malam apabila telah sunyi.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun ketika wahyu sempat terputus dan Malaikat Jibril terlambat datang selama beberapa waktu, yang membuat seorang wanita musyrik mengejek Nabi bahwa Tuhan/setan peliharaannya telah meninggalkannya. Nabi merasa sangat sedih dan Khadijah sempat khawatir, hingga turunlah ayat ini untuk menghibur beliau. Ada juga riwayat yang menyebutkan keterlambatan wahyu ini dikarenakan ada bangkai anak anjing milik pelayan yang mati di bawah tempat tidur Nabi.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ ٣

(93:3) Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu.910

Catatan Depag

*910) Ketika turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- terhenti untuk sementara waktu, orang-orang musyrik berkata, "Tuhannya (Muhammad) telah meninggalkannya dan benci kepadanya." Maka turunlah ayat ini untuk membantah perkataan orang-orang musyrik.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun ketika wahyu sempat terputus dan Malaikat Jibril terlambat datang selama beberapa waktu, yang membuat seorang wanita musyrik mengejek Nabi bahwa Tuhan/setan peliharaannya telah meninggalkannya. Nabi merasa sangat sedih dan Khadijah sempat khawatir, hingga turunlah ayat ini untuk menghibur beliau. Ada juga riwayat yang menyebutkan keterlambatan wahyu ini dikarenakan ada bangkai anak anjing milik pelayan yang mati di bawah tempat tidur Nabi.

4-8 : Ayat 4-8: Janji dan Pengingat Nikmat Masa Lalu

وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُولَىٰ ٤

(93:4) Dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan.911

Catatan Depag

*911) Akhir perjuangan Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- itu akan menjumpai kemenangan-kemenangan, sedang permulaannya penuh dengan kesulitan-kesulitan. Ada pula sebagian mufasir yang mengartikan ākhiratu dengan "kehidupan akhirat" beserta segala kesenangannya dan ūlā dengan arti "kehidupan dunia".

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun setelah Allah memperlihatkan kepada Nabi tentang karunia yang akan diberikan kepada umatnya di masa depan. Allah berjanji akan memberinya kenikmatan melimpah di akhirat kelak berupa ribuan istana dari mutiara agar beliau merasa puas.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ ٦

(93:6) Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu).

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun sebagai jawaban saat Nabi pernah meminta kepada Allah agar diberi mukjizat hebat seperti nabi-nabi terdahulu (seperti menghidupkan orang mati atau menundukkan angin). Allah menjawabnya dengan mengingatkan berbagai nikmat luar biasa dari pemeliharaan Allah yang telah membimbingnya sejak Nabi masih berstatus yatim.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

9-11 : Ayat 9-11: Perintah Moral sebagai Respons