Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun sebagai jawaban saat Nabi pernah meminta kepada Allah agar diberi mukjizat hebat seperti nabi-nabi terdahulu (seperti menghidupkan orang mati atau menundukkan angin). Allah menjawabnya dengan mengingatkan berbagai nikmat luar biasa dari pemeliharaan Allah yang telah membimbingnya sejak Nabi masih berstatus yatim.
TopikAyat 4-8: Janji dan Pengingat Nikmat Masa Lalu
أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu).
Kritik
Ayat "Bukankah Dia mendapatimu sebagai anak yatim... mendapatimu kekurangan..." digunakan oleh tradisi Muslim secara membabi buta sebagai bukti biografi sejarah Muhammad. Analisis kritis membongkar bahwa ayat ini sama sekali tidak menyebut nama Muhammad. Teks ini aslinya hanyalah kiasan sastra/homili moral umum untuk menyuruh orang beramal. Kaum mufassir abad pertengahanlah yang kemudian "membajak" dan mereka-reka ayat ini menjadi kisah masa kecil Muhammad yang yatim piatu demi membuat biografi (Sirah) nabi yang dramatis. (Gabriel Said Reynolds, The Qur’an and Its Biblical Subtext).
Logical Fallacy
(93:6-8): Fallacy of the single cause / Post hoc ergo propter hoc - Memonopoli klaim kesejahteraan, menyederhanakan perbaikan ekonomi sosial (dari yatim jadi aman, dari miskin jadi cukup) murni sebagai "mukjizat" tunggal Tuhan, mengabaikan usaha manusia dan jaringan sosial. * (Surat 94: Asy-Syarh)**

