Qurai

Surat 94

Asy-Syarh

الشرح

Lapang, terdiri dari 8 ayat dan turun di Makkah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-12 setelah Ad-Duha sebelum Al-'Asr.

Dari delapan ayat Asy-Syarh, enam berbicara tentang keadaan batin satu orang. Melapangkan dada (ayat 1): Ayat 1 bertanya bukankah Kami telah melapangkan dadamu. Bahasanya bahasa kiasan tentang ketenangan hati. Hadis kemudian membacanya secara harfiah lewat cerita syaqq as-sadr, dada Muhammad dibelah dan hatinya dicuci. Yang di ayat kiasan, yang di riwayat pembedahan. Beban yang memberatkan punggung (ayat 2 dan 3): Ayat 2 dan 3 berbunyi Kami menurunkan darimu bebanmu yang memberatkan punggungmu. Isi bebannya tidak disebut. Motif tokoh yang dibersihkan lebih dulu sebelum diberi tugas sudah ada di kisah panggilan nabi di tradisi Yahudi, seperti bara api yang menyentuh bibir Yesaya. Kalimat yang diulang dua kali (ayat 5 dan 6): Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, lalu kalimat yang sama persis diulang di ayat sesudahnya. Pengulangan utuh satu kalimat di dua ayat berurutan bentuk penekanan lisan, dan bentuk itu bentuk orang yang sedang berbicara, bukan orang yang sedang menyusun kitab. Meninggikan sebutan namamu (ayat 4): Ayat 4 menjanjikan Kami meninggikan sebutan namamu. Nama itu memang jadi bagian dari syahadat dan diucapkan miliaran kali sehari. Ayat yang menjanjikan nama seseorang akan ditinggikan berada di dalam kitab yang dibawa orang itu sendiri. Enam dari delapan ayatnya menghibur satu orang. Dua sisanya menyuruh dia bekerja lagi begitu selesai.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (8 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-4 : Ayat 1-4: Pernyataan Karunia Allah kepada Nabi Muhammad
5-6 : Ayat 5-6: Pernyataan Tentang Kesulitan dan Kemudahan
7-8 : Ayat 7-8: Perintah untuk Berusaha dan Beribadah