Ad-Duha (Waktu Matahari Sepenggalahan Naik) Ayat 7

Bacaan

TopikAyat 4-8: Janji dan Pengingat Nikmat Masa Lalu

وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ

(93:7) Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung,912) lalu Dia memberikan petunjuk.

Catatan Depag

*912) Kebingungan untuk mendapatkan kebenaran yang tidak bisa dicapai oleh akal. Lalu Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.

Kritik

  1. Ayat "Bukankah Dia mendapatimu sebagai anak yatim... mendapatimu kekurangan..." digunakan oleh tradisi Muslim secara membabi buta sebagai bukti biografi sejarah Muhammad. Analisis kritis membongkar bahwa ayat ini sama sekali tidak menyebut nama Muhammad. Teks ini aslinya hanyalah kiasan sastra/homili moral umum untuk menyuruh orang beramal. Kaum mufassir abad pertengahanlah yang kemudian "membajak" dan mereka-reka ayat ini menjadi kisah masa kecil Muhammad yang yatim piatu demi membuat biografi (Sirah) nabi yang dramatis. (Gabriel Said Reynolds, The Qur’an and Its Biblical Subtext).
  2. Teks Arab wa wajadaka ḍāllan = "Dia mendapatimu dalam keadaan tersesat." Depag menerjemahkan "bingung" — menghindari implikasi bahwa Nabi Muhammad pernah berada dalam kesesatan sebelum diberi petunjuk. Akar ḍ-l-l dalam Quran secara konsisten bermakna tersesat (lihat QS 1:7, 3:90, dll.), bukan sekadar bingung.

Sains

Allah mendapati Nabi 'bingung' lalu memberi petunjuk (a.7): klaim bahwa Nabi pernah dalam kondisi kebingungan (dhall) sebelum wahyu bertentangan dengan akidah kenabian yang menegaskan Nabi terpelihara dari kesesatan

Kontradiksi

Nabi 'bingung' (dhall) lalu diberi petunjuk (a.7) vs S53:2 'temanmu tidak sesat' — status kesesatan Nabi sebelum wahyu kontradiktif antar surah