Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun ketika wahyu sempat terputus dan Malaikat Jibril terlambat datang selama beberapa waktu, yang membuat seorang wanita musyrik mengejek Nabi bahwa Tuhan/setan peliharaannya telah meninggalkannya. Nabi merasa sangat sedih dan Khadijah sempat khawatir, hingga turunlah ayat ini untuk menghibur beliau. Ada juga riwayat yang menyebutkan keterlambatan wahyu ini dikarenakan ada bangkai anak anjing milik pelayan yang mati di bawah tempat tidur Nabi. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) 1-3 Ayat ini turun untuk menanggapi ejekan seorang wanita kepada Nabi ketika tahu beliau tidak menerima wahyu selama dua hari. Menurutnya,Tuhan Muhammad mulai membencinya. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
TopikAyat 1-3: Sumpah dan Penegasan Hubungan Allah dengan Nabi
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ وَالضُّحَىٰ
Demi waktu duha (ketika matahari naik sepenggalan).
Logical Fallacy
(93:1-3): Non sequitur / Proof by assertion - Menjadikan siklus rotasi bumi (pagi dan malam) sebagai "bukti" deklaratif sepihak bahwa Tuhan tidak meninggalkan figur pemimpin ajaran ini.
Scientific Error
Kosmologi Kuno — Siang sebagai Fenomena Langit: 'Demi waktu matahari sepenggalahan naik (al-duha)' — dalam konteks Quran 79:27-30 dan 91:1-6, kata duha (waktu matahari sepenggalah) diatribusikan sebagai milik langit/matahari; mencerminkan pandangan bahwa siang-malam adalah properti langit bukan rotasi bumi.

