Qurai

Surat 74

Al-Muddassir

المدّثّر

Orang Yang Berkemul, terdiri dari 56 ayat dan turun di Makkah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-4 setelah Al-Muzzammil sebelum Al-Fatihah.

Al-Muddassir memerintahkan bangun dan memberi peringatan, dan di tengahnya menyebut satu angka yang tidak pernah selesai dibicarakan. Sembilan belas penjaga neraka (ayat 30 dan 31): Ayat 30 menyebut penjaga neraka sembilan belas. Ayat 31 menjelaskan bahwa jumlah itu dijadikan cobaan bagi orang kafir, agar Ahli Kitab yakin dan orang beriman bertambah imannya. Angkanya diberi tugas, dan tugasnya membedakan yang percaya dari yang tidak, bukan menerangkan apa pun. Berkemul (ayat 1): Ayat 1 menyeru orang yang berkemul. Membungkus tubuh sebelum menerima ucapan sudah jadi kebiasaan para kahin, peramal Arab, sebelum Islam. Al-Qur'an sendiri berkali-kali membantah bahwa Muhammad seorang kahin, dan bantahan itu perlu ada karena kemiripannya terlihat orang. Satu penentang yang diurai enam belas ayat (ayat 11 sampai 26): Enam belas ayat dipakai untuk satu orang: yang diberi harta melimpah dan anak-anak, lalu berpikir dan menetapkan bahwa Al-Qur'an cuma sihir yang dipelajari, lalu diancam Saqar. Riwayat menempatkannya pada Al-Walid bin Al-Mughirah. Yang dijawab sepanjang itu penilaian satu orang. Silakan memilih, tapi tidak bisa memilih (ayat 55 dan 56): Ayat 55 menyatakan siapa yang mau, silakan mengambil pelajaran. Ayat 56 menutupnya: mereka tidak akan mengambil pelajaran kecuali kalau Allah menghendaki. Pilihan yang dibuka di satu ayat ditutup di ayat berikutnya. Angka yang dipakai belakangan: Sembilan belas kemudian dipakai Rashad Khalifa pada 1970-an untuk membangun teori keajaiban bilangan di seluruh Al-Qur'an, dan teori itu runtuh setelah ketahuan ada hitungan yang harus dipaksakan supaya cocok. Ayatnya sendiri tidak menjelaskan kenapa sembilan belas.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (56 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-7 : Perintah Dakwah untuk Nabi (1-7)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ ١

(74:1) Wahai orang yang berkemul (berselimut)!

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun menceritakan pengalaman ketakutan luar biasa Nabi Muhammad SAW seusai menerima wahyu di Gua Hira. Ketika turun ke lembah, Nabi melihat wujud Jibril duduk di atas takhta di antara langit dan bumi, Nabi lalu pulang ketakutan meminta diselimuti dan disiram air. Lalu turunlah ayat ini memerintahkan Nabi bangun untuk berdakwah. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) 1-5 Ayat-ayat di atas turun di masa-masa awal Nabi Muhammad diangkat menjadi rasul. Sepulang dari menyepi di Gua Hira’, Nabi dipanggil oleh Jibril. Merasakan ketakutan yang sangat, Nabi pun berlari pulang dan minta diselimuti oleh Khadìjah. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

قُمْ فَأَنْذِرْ ٢

(74:2) Bangunlah, lalu berilah peringatan!

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun menceritakan pengalaman ketakutan luar biasa Nabi Muhammad SAW seusai menerima wahyu di Gua Hira. Ketika turun ke lembah, Nabi melihat wujud Jibril duduk di atas takhta di antara langit dan bumi, Nabi lalu pulang ketakutan meminta diselimuti dan disiram air. Lalu turunlah ayat ini memerintahkan Nabi bangun untuk berdakwah.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ ٣

(74:3) Dan agungkanlah Tuhanmu,

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun menceritakan pengalaman ketakutan luar biasa Nabi Muhammad SAW seusai menerima wahyu di Gua Hira. Ketika turun ke lembah, Nabi melihat wujud Jibril duduk di atas takhta di antara langit dan bumi, Nabi lalu pulang ketakutan meminta diselimuti dan disiram air. Lalu turunlah ayat ini memerintahkan Nabi bangun untuk berdakwah.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ ٤

(74:4) dan bersihkanlah pakaianmu,

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun menceritakan pengalaman ketakutan luar biasa Nabi Muhammad SAW seusai menerima wahyu di Gua Hira. Ketika turun ke lembah, Nabi melihat wujud Jibril duduk di atas takhta di antara langit dan bumi, Nabi lalu pulang ketakutan meminta diselimuti dan disiram air. Lalu turunlah ayat ini memerintahkan Nabi bangun untuk berdakwah.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

8-10 : Kedahsyatan Hari Kiamat (8-10)
11-26 : Kecaman Terhadap Pembangkang (11-26)

ذَرْنِي وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيدًا ١١

(74:11) Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang yang Aku sendiri telah menciptakannya,876

Catatan Depag

*876) Ayat ini dan beberapa ayat berikutnya diturunkan mengenai seorang kafir Mekkah, pemimpin Quraisy bernama Al-Walīd bin Mugīrah.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun mengenai tokoh musyrik Quraisy Al-Walid bin Al-Mughirah yang awalnya sempat tersentuh hatinya dan memuji keindahan bahasa Al-Qur'an. Namun, karena diprovokasi dan gengsi di depan Abu Jahal serta kaumnya, ia akhirnya malah berbalik memfitnah Al-Qur'an dengan menyebutnya sebagai sihir dan karangan masa lalu.

وَجَعَلْتُ لَهُ مَالًا مَمْدُودًا ١٢

(74:12) dan Aku berikan baginya kekayaan yang melimpah,

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun mengenai tokoh musyrik Quraisy Al-Walid bin Al-Mughirah yang awalnya sempat tersentuh hatinya dan memuji keindahan bahasa Al-Qur'an. Namun, karena diprovokasi dan gengsi di depan Abu Jahal serta kaumnya, ia akhirnya malah berbalik memfitnah Al-Qur'an dengan menyebutnya sebagai sihir dan karangan masa lalu.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَبَنِينَ شُهُودًا ١٣

(74:13) dan anak-anak yang selalu bersamanya,

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun mengenai tokoh musyrik Quraisy Al-Walid bin Al-Mughirah yang awalnya sempat tersentuh hatinya dan memuji keindahan bahasa Al-Qur'an. Namun, karena diprovokasi dan gengsi di depan Abu Jahal serta kaumnya, ia akhirnya malah berbalik memfitnah Al-Qur'an dengan menyebutnya sebagai sihir dan karangan masa lalu.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَمَهَّدْتُ لَهُ تَمْهِيدًا ١٤

(74:14) dan Aku berikan baginya kelapangan (hidup) seluas-luasnya.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun mengenai tokoh musyrik Quraisy Al-Walid bin Al-Mughirah yang awalnya sempat tersentuh hatinya dan memuji keindahan bahasa Al-Qur'an. Namun, karena diprovokasi dan gengsi di depan Abu Jahal serta kaumnya, ia akhirnya malah berbalik memfitnah Al-Qur'an dengan menyebutnya sebagai sihir dan karangan masa lalu.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

ثُمَّ يَطْمَعُ أَنْ أَزِيدَ ١٥

(74:15) kemudian dia ingin sekali agar Aku menambahnya.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun mengenai tokoh musyrik Quraisy Al-Walid bin Al-Mughirah yang awalnya sempat tersentuh hatinya dan memuji keindahan bahasa Al-Qur'an. Namun, karena diprovokasi dan gengsi di depan Abu Jahal serta kaumnya, ia akhirnya malah berbalik memfitnah Al-Qur'an dengan menyebutnya sebagai sihir dan karangan masa lalu.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

كَلَّا ۖ إِنَّهُ كَانَ لِآيَاتِنَا عَنِيدًا ١٦

(74:16) Tidak bisa! Sesungguhnya dia telah menentang ayat-ayat Kami (Al-Qur`an).

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun mengenai tokoh musyrik Quraisy Al-Walid bin Al-Mughirah yang awalnya sempat tersentuh hatinya dan memuji keindahan bahasa Al-Qur'an. Namun, karena diprovokasi dan gengsi di depan Abu Jahal serta kaumnya, ia akhirnya malah berbalik memfitnah Al-Qur'an dengan menyebutnya sebagai sihir dan karangan masa lalu.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

سَأُرْهِقُهُ صَعُودًا ١٧

(74:17) Aku akan membebaninya dengan pendakian yang meletihkan.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun mengenai tokoh musyrik Quraisy Al-Walid bin Al-Mughirah yang awalnya sempat tersentuh hatinya dan memuji keindahan bahasa Al-Qur'an. Namun, karena diprovokasi dan gengsi di depan Abu Jahal serta kaumnya, ia akhirnya malah berbalik memfitnah Al-Qur'an dengan menyebutnya sebagai sihir dan karangan masa lalu.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

إِنَّهُ فَكَّرَ وَقَدَّرَ ١٨

(74:18) Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya),

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun mengenai tokoh musyrik Quraisy Al-Walid bin Al-Mughirah yang awalnya sempat tersentuh hatinya dan memuji keindahan bahasa Al-Qur'an. Namun, karena diprovokasi dan gengsi di depan Abu Jahal serta kaumnya, ia akhirnya malah berbalik memfitnah Al-Qur'an dengan menyebutnya sebagai sihir dan karangan masa lalu.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ ١٩

(74:19) maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun mengenai tokoh musyrik Quraisy Al-Walid bin Al-Mughirah yang awalnya sempat tersentuh hatinya dan memuji keindahan bahasa Al-Qur'an. Namun, karena diprovokasi dan gengsi di depan Abu Jahal serta kaumnya, ia akhirnya malah berbalik memfitnah Al-Qur'an dengan menyebutnya sebagai sihir dan karangan masa lalu.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ ٢٠

(74:20) Ssekali lagi, celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun mengenai tokoh musyrik Quraisy Al-Walid bin Al-Mughirah yang awalnya sempat tersentuh hatinya dan memuji keindahan bahasa Al-Qur'an. Namun, karena diprovokasi dan gengsi di depan Abu Jahal serta kaumnya, ia akhirnya malah berbalik memfitnah Al-Qur'an dengan menyebutnya sebagai sihir dan karangan masa lalu.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

ثُمَّ نَظَرَ ٢١

(74:21) Kemudian dia (merenung) memikirkan,

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun mengenai tokoh musyrik Quraisy Al-Walid bin Al-Mughirah yang awalnya sempat tersentuh hatinya dan memuji keindahan bahasa Al-Qur'an. Namun, karena diprovokasi dan gengsi di depan Abu Jahal serta kaumnya, ia akhirnya malah berbalik memfitnah Al-Qur'an dengan menyebutnya sebagai sihir dan karangan masa lalu.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ ٢٢

(74:22) lalu berwajah masam dan cemberut,

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun mengenai tokoh musyrik Quraisy Al-Walid bin Al-Mughirah yang awalnya sempat tersentuh hatinya dan memuji keindahan bahasa Al-Qur'an. Namun, karena diprovokasi dan gengsi di depan Abu Jahal serta kaumnya, ia akhirnya malah berbalik memfitnah Al-Qur'an dengan menyebutnya sebagai sihir dan karangan masa lalu.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

ثُمَّ أَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَ ٢٣

(74:23) kemudian berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri,

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun mengenai tokoh musyrik Quraisy Al-Walid bin Al-Mughirah yang awalnya sempat tersentuh hatinya dan memuji keindahan bahasa Al-Qur'an. Namun, karena diprovokasi dan gengsi di depan Abu Jahal serta kaumnya, ia akhirnya malah berbalik memfitnah Al-Qur'an dengan menyebutnya sebagai sihir dan karangan masa lalu.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

فَقَالَ إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ يُؤْثَرُ ٢٤

(74:24) lalu dia berkata, "(Al-Qur`an) ini hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu).

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun mengenai tokoh musyrik Quraisy Al-Walid bin Al-Mughirah yang awalnya sempat tersentuh hatinya dan memuji keindahan bahasa Al-Qur'an. Namun, karena diprovokasi dan gengsi di depan Abu Jahal serta kaumnya, ia akhirnya malah berbalik memfitnah Al-Qur'an dengan menyebutnya sebagai sihir dan karangan masa lalu.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

27-31 : Gambaran Neraka Saqar (27-31)

وَمَا جَعَلْنَا أَصْحَابَ النَّارِ إِلَّا مَلَائِكَةً ۙ وَمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ إِلَّا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آمَنُوا إِيمَانًا ۙ وَلَا يَرْتَابَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْمُؤْمِنُونَ ۙ وَلِيَقُولَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْكَافِرُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلًا ۚ كَذَٰلِكَ يُضِلُّ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ ۚ وَمَا هِيَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْبَشَرِ ٣١

(74:31) Dan yang Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat; dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu; dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata), "Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?" Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia.

32-37 : Tujuan Perumpamaan Allah (31-37)
38-48 : Penghuni Surga dan Neraka (38-48)
49-56 : Sikap Penolakan Terhadap Kebenaran (49-56)