← Artikel

Al-Baqarah 2:1 · Al-Qari'ah 101:1  ·  9 menit

Alif Lam Mim

Dua puluh sembilan surah dimulai dengan huruf yang tidak ada yang bisa menjelaskan maknanya setelah empat belas abad. Al-Qur'an menyebut dirinya dalam bahasa Arab yang jelas, tapi ada kata-kata di dalamnya yang tidak bisa dipahami dari dalam bahasa Arab saja.

Ilustrasi editorial tiga glyph bercahaya di atas manuskrip dalam ruang studi kuno

Al-Baqarah dimulai dengan tiga huruf: Alif Lam Mim.

Tidak ada terjemahan resminya. Tidak ada penjelasan dalam surah itu sendiri. Tidak ada hadis sahih yang mengklarifikasi maksudnya. Para sahabat senior berbeda pendapat. Tradisi tafsir dari Kufah, Basrah, Madinah, dan Mekah menghasilkan jawaban yang saling bertentangan.

Empat belas abad kemudian, konsensus belum ada.

Dan Al-Baqarah bukan satu-satunya. Dua puluh sembilan surah, hampir seperempat dari total 114, dimulai dengan huruf-huruf yang tidak ada yang bisa menjelaskan maknanya dengan pasti.

Kitabun mubin yang tidak bisa dibuka

Az-Zukhruf 43:3 menyatakan: "Sesungguhnya Kami menjadikannya Al-Qur'an dalam bahasa Arab, agar kamu memahaminya."

Yusuf 12:2 mengulang klaim yang sama.

Di antara surah-surah yang dimulai dengan huruf yang tidak bisa dipahami itu: Surah Yusuf sendiri, dibuka dengan Alif Lam Ra.

Yang ditanya tapi tidak dijawab

Ada pola lebih spesifik. Di beberapa tempat, Al-Qur'an menggunakan konstruksi retoris yang sama: "Dan tahukah kamu apakah X itu?"

Al-Qari'ah 101:1–3: "Al-Qari'ah. Apakah al-Qari'ah itu? Dan tahukah kamu apakah al-Qari'ah itu?" Ayat-ayat berikutnya menggambarkan efeknya tapi tidak menjawab apa al-Qari'ah itu.

Al-Mutaffifin 83:7–8: "Sesungguhnya catatan orang-orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin. Dan tahukah kamu apakah sijjin itu?" Ayat berikutnya mendefinisikan sijjin sebagai kitabun marqum, buku yang tertulis. Tapi itu mendefinisikan isi sijjin, bukan apa sijjin itu sendiri.

Al-Muddathir 74:26–27 melakukan hal yang sama dengan saqar. Deskripsi efeknya ada. Penjelasan tentang apa itu tidak ada.

Dalam ketiga kasus, Al-Qur'an sendiri yang mempersoalkan istilahnya, lalu tidak memberikan jawaban yang menyelesaikan pertanyaan itu.

Bukan bahasa Arab

Al-Qur'an berulang kali menyatakan diturunkan dalam bahasa Arab yang jelas. Tapi di dalam Al-Qur'an ada kata-kata yang asal-usulnya bukan Arab.

Sijjil di Hud 11:82, batu yang dilempar ke kaum Lut, kemungkinan besar dipinjam dari bahasa Persia sang-gil, batu dan tanah liat. Para ahli yang menelusuri lebih jauh menemukan kemungkinan akar Aramaic. Yang jelas: kata itu tidak bisa ditafsirkan dari dalam morfologi Arab.

Barzakh di Al-Mu'minun 23:100, penghalang antara kematian dan kebangkitan, kemungkinan juga dari bahasa Persia.

Kata pinjaman sendiri bukan masalah, semua bahasa meminjam. Masalahnya ada pada klaim bahwa Al-Qur'an dalam bahasa Arab yang jelas sebagai basis otoritasnya, sementara kata-kata itu tidak bisa dipahami dari dalam bahasa Arab saja.

Empat belas abad tanpa jawaban

Kalau ketidakjelasan itu disengaja, ada masalah lain: Al-Qur'an tidak menyajikan dirinya sebagai kitab esoteris untuk kalangan khusus. Klaim sentralnya adalah aksesibilitas, petunjuk untuk semua manusia, dalam bahasa yang bisa dipahami.

Kalau seseorang membuka Al-Qur'an dan menemukan Alif Lam Mim di halaman pertama, ia tidak bisa mengandalkan Al-Qur'an itu sendiri untuk mengerti apa maksudnya. Harus keluar dari Al-Qur'an, membuka tafsir, membaca pendapat yang saling bertolak belakang, dan pada akhirnya memilih salah satu tanpa tahu mana yang benar.

Dua puluh sembilan surah. Alif Lam Mim di halaman pertama. Satu jawaban yang tidak ada.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria

Bacaan selanjutnya