Al-Muddassir (Orang Yang Berkemul) Ayat 38

Bacaan

TopikPenghuni Surga dan Neraka (38-48)

كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ

(74:38) Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya,

Kritik

Metafora bahwa setiap jiwa "tergadai" (rahīna) oleh perbuatannya, serta penggunaan ancaman pencatatan amal dalam "buku" (kitāb), adalah metafora yang dijiplak langsung dari praktik pembukuan akuntansi komersial (ledger). Menggambarkan pengadilan ketuhanan dengan kosa kata hutang-piutang, agunan, dan pembukuan bisnis ini membuktikan bahwa teks ini diproduksi di tengah masyarakat yang terbiasa dengan administrasi bisnis tingkat tinggi dan sangat melek huruf, sepenuhnya membantah mitos bahwa Al-Qur'an lahir dari suku Badui yang buta huruf,. (Patricia Crone, How Did the Quranic Pagans Make a Living?).

Kontradiksi

Kontradiksi akuntabilitas: S74:38 menyatakan setiap jiwa bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya, namun S74:48 menyebut syafaat tidak berguna bagi penghuni neraka—sementara banyak hadis dan ayat lain (S2:255, S20:109) mengizinkan syafaat bagi sebagian orang. Prinsip akuntabilitas individual vs syafaat tidak konsisten.