Ayat 1
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ
Wahai orang yang berselimut (Muhammad)!


Surat 73
المزّمّل
Orang Yang Berselimut, terdiri dari 20 ayat dan turun di Makkah.
Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-3 setelah Al-Qalam sebelum Al-Muddassir.
Nabi ketakutan dan doktrin inkonsisten. Tuhan berubah pikiran: Surat ini mulai dengan perintah tegas shalat malam "separuh malam atau lebih" (ayat 2-4), tapi di akhir ayat 20 diubah jadi "semampunya aja". Kontradiksi dalam satu surat yang sama nunjukin evolusi doktrin yang merespons kesulitan praktis. Perubahan radikal ini bukti proses trial-error manusiawi, bukan rencana sempurna entitas mahatahu. Muhammad ketakutan di balik selimut: Julukan "Al-Muzzammil" ngacu pada Muhammad yang takut dan sembunyi di balik selimut saat ngaku nerima wahyu. Gambaran ini bertentangan dengan narasi nabi pemberani pilihan pencipta alam semesta. Panggilan intim yang nunjukin kelemahan psikologis ini ungkapin asal-usul manusiawi sebagai refleksi pengalaman subjektif Muhammad. Bukti tradisi lisan: Perintah baca "dengan tartil" (ayat 4) nunjukin Al-Quran awalnya fenomena oral lewat pembacaan, bukan teks tertulis dari langit. Praktik resitasi ini identik dengan tradisi lisan Arab buat nyampein syair dan cerita. Aspek performatif yang mendahului kodifikasi tertulis nunjukin evolusi natural teks manusia. Teror ganti argumen: Sepertiga surat ini (ayat 11-14) isinya ancaman grafis kayak "api menyala-nyala" dan "makanan menyumbat tenggorokan". Pake teror psikologis ganti argumentasi rasional dan bukti konkret. Taktik intimidasi primitif ini identik dengan mekanisme kontrol sosial buatan manusia, bukan komunikasi entitas transenden yang harusnya bisa meyakinkan lewat kearifan dan bukti. Kesimpulan: Al-Muzzammil mengekspos inkonsistensi doktrin, kelemahan psikologis Muhammad, dan ketergantungan pada intimidasi alih-alih argumen rasional—menunjukkan karakternya sebagai produk manusiawi yang berevolusi dari pengalaman personal, bukan wahyu konsisten dari entitas mahatahu.
Ayat 1
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ
Wahai orang yang berselimut (Muhammad)!
Ayat 2
قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا
Bangunlah (untuk salat) pada malam hari, kecuali875) sebagian kecil.
Catatan Depag
*875) Salat malam ini mula-mulanya wajib, sebelum turun ayat ke 20 dalam surah ini. Setelah turunnya ayat ke 20 ini hukumnya menjadi sunah.
Ayat 3
نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا
(Yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu,
Ayat 4
أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur`an itu dengan perlahan-lahan.
Ayat 5
إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا
Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu.
Ayat 6
إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا
Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa); dan (bacaan di waktu itu) lebih berkesan.
Ayat 7
إِنَّ لَكَ فِي النَّهَارِ سَبْحًا طَوِيلًا
Sesungguhnya pada siang hari engkau sangat sibuk dengan urusan-urusan yang panjang.
Ayat 8
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا
Dan sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati.
Ayat 9
رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلًا
(Dialah) Tuhan timur dan barat, tidak ada tuhan selain Dia, maka jadikanlah Dia sebagai pelindung.
Ayat 12
إِنَّ لَدَيْنَا أَنْكَالًا وَجَحِيمًا
Sungguh, di sisi Kami ada belenggu-belenggu (yang berat) dan neraka yang menyala-nyala,
Ayat 13
وَطَعَامًا ذَا غُصَّةٍ وَعَذَابًا أَلِيمًا
dan (ada) makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.
Ayat 14
يَوْمَ تَرْجُفُ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ وَكَانَتِ الْجِبَالُ كَثِيبًا مَهِيلًا
(Ingatlah) pada hari (ketika) bumi dan gunung-gunung berguncang keras, dan jadilah gunung-gunung itu seperti onggokan pasir yang dicurahkan.