Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun mengenai tokoh musyrik Quraisy Al-Walid bin Al-Mughirah yang awalnya sempat tersentuh hatinya dan memuji keindahan bahasa Al-Qur'an. Namun, karena diprovokasi dan gengsi di depan Abu Jahal serta kaumnya, ia akhirnya malah berbalik memfitnah Al-Qur'an dengan menyebutnya sebagai sihir dan karangan masa lalu.
TopikKecaman Terhadap Pembangkang (11-26)
فَقَالَ إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ يُؤْثَرُ
lalu dia berkata, "(Al-Qur`an) ini hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu).
Kritik
Kutipan kaum penentang yang mengatakan, "Ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari dari orang-orang dahulu; ini tidak lain hanyalah perkataan manusia" memperlihatkan betapa cerdas dan rasionalnya audiens saat itu. Mereka secara akurat dan empiris mengidentifikasi bahwa apa yang disampaikan Muhammad hanyalah daur ulang (copy-paste) dari cerita-cerita kuno, dan mereka menolaknya mentah-mentah karena teks tersebut tidak didukung bukti supernatural apa pun. (Patricia Crone, Angels versus Humans as Messengers of God).
Logical Fallacy
(74:24-26): Argumentum ad lapidem / Argumentum ad baculum - Ketika lawan berargumen logis bahwa Al-Quran adalah "perkataan manusia", argumen itu ditolak mutlak dan dijawab murni dengan ancaman siksa neraka Saqar.

