Qurai

Surat 30

Ar-Rum

الرّوم

Romawi, terdiri dari 60 ayat dan turun di Makkah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-84 setelah Al-Insyiqaq sebelum Al-'Ankabut.

Ar-Rum dibuka dengan satu ramalan politik, dan ramalan itu yang paling sering dikutip sebagai bukti kenabian. Romawi yang akan menang lagi (ayat 2 sampai 4): Romawi dikalahkan Persia, lalu ayat 2 sampai 4 menyatakan mereka akan menang dalam bidh'i sinin, beberapa tahun, yang dalam bahasa Arab berarti antara tiga dan sembilan tahun. Dua kekuatan besar yang sudah bertahun-tahun saling mengalahkan memang bergiliran menang, dan "beberapa tahun" cukup longgar untuk muat ke banyak kemungkinan. Yang lebih menentukan: tulisan Arab awal belum memakai titik dan harakat, sehingga sayaghlibun (mereka akan menang) dan sayughlabun (mereka akan dikalahkan) tertulis sama persis. Gejala alam sebagai tanda (ayat 20 sampai 25): Penciptaan manusia dari tanah, pasangan hidup, perbedaan bahasa dan warna kulit, tidur di malam hari, kilat, dan hujan disebut sebagai tanda. Semuanya sudah diamati manusia jauh sebelum surat ini turun, dan sekarang semuanya punya penjelasan yang tidak memerlukan satu pun ayat. Fitrah sebagai alasan (ayat 30): Ayat 30 memerintahkan menghadapkan wajah kepada agama yang lurus, fitrah Allah yang manusia diciptakan atasnya. Agamanya benar karena sesuai fitrah, dan fitrahnya dikenali dari agamanya. Alasan yang berputar seperti itu tidak menambah apa pun di luar lingkarannya. Perintah memeriksa yang hasilnya bisa diperiksa (ayat 9 dan 42): Ayat 9 dan 42 menyuruh berjalan di bumi dan melihat akibat yang menimpa umat terdahulu. Perintah itu justru bagus, karena bisa dijalankan. Penggalian di kawasan yang disebut tidak menemukan pola pemusnahan yang cocok dengan ceritanya. Satu-satunya bagian surat ini yang bisa diuji adalah ramalan di ayat 2 sampai 4, dan yang menyulitkan pengujiannya justru bentuk tulisan Arab pada zamannya.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (60 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-5 : Prediksi Kemenangan Romawi (Ayat 1-5)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ الم ١

(30:1) Alif Lām Mīm.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun setelah kerajaan Persia mengalahkan kekaisaran Romawi. Kaum musyrik Makkah bersorak gembira karena merasa senasib dengan bangsa Persia yang tidak memiliki kitab suci, seraya mengejek umat Islam yang merasa memiliki kesamaan dengan bangsa Romawi (Kristen) sebagai sesama Ahli Kitab. Ayat ini turun mengabarkan janji kemenangan Romawi di masa depan yang akan membuat umat Islam gembira.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

غُلِبَتِ الرُّومُ ٢

(30:2) Bangsa Romawi telah dikalahkan,632

Catatan Depag

*632) Romawi Timur yang berpusat di Konstantinopel.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun setelah kerajaan Persia mengalahkan kekaisaran Romawi. Kaum musyrik Makkah bersorak gembira karena merasa senasib dengan bangsa Persia yang tidak memiliki kitab suci, seraya mengejek umat Islam yang merasa memiliki kesamaan dengan bangsa Romawi (Kristen) sebagai sesama Ahli Kitab. Ayat ini turun mengabarkan janji kemenangan Romawi di masa depan yang akan membuat umat Islam gembira.

فِي أَدْنَى الْأَرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ ٣

(30:3) di negeri yang terdekat633 dan mereka setelah kekalahannya itu akan menang,634

Catatan Depag

*633) Terdekat ke negeri Arab yaitu Suriah dan Palestina sewaktu menjadi jajahan kerajaan Romawi Timur. 634) Bangsa Romawi (pada saat ayat ini diturunkan) adalah suatu bangsa yang beragama Nasrani yang memiliki Kitab Suci, sedang bangsa Persia adalah beragama Majusi, menyembah api dan berhala (musyrik). Kedua bangsa itu berperang. Ketika tersiar berita kekalahan bangsa Romawi oleh bangsa Persia, maka kaum musyrik Mekkah menyambutnya dengan penuh gembira karena berpihak kepada orang musyrikin Persia. Sedang kaum muslimin berduka cita karenanya. Kemudian turunlah ayat ini dan ayat yang berikutnya menerangkan bahwa bangsa Romawi setelah kalah itu akan menang dalam masa beberapa tahun saja. Hal itu benar-benar terjadi. Beberapa tahun setelah itu, menanglah bangsa Romawi dan kalahlah bangsa Persia. Dengan kejadian yang demikian nyatalah kebenaran Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sebagai Nabi dan Rasul dan kebenaran Al-Qur`an sebagi firman Allah.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun setelah kerajaan Persia mengalahkan kekaisaran Romawi. Kaum musyrik Makkah bersorak gembira karena merasa senasib dengan bangsa Persia yang tidak memiliki kitab suci, seraya mengejek umat Islam yang merasa memiliki kesamaan dengan bangsa Romawi (Kristen) sebagai sesama Ahli Kitab. Ayat ini turun mengabarkan janji kemenangan Romawi di masa depan yang akan membuat umat Islam gembira.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

فِي بِضْعِ سِنِينَ ۗ لِلَّهِ الْأَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ ۚ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ ٤

(30:4) dalam beberapa tahun (lagi).635 Bagi Allah lah urusan sebelum dan setelah (mereka menang). Dan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,

Catatan Depag

*635) Antara tiga sampai sembilan tahun. Waktu antara kekalahan bangsa Romawi (tahun 614-615) dengan kemenangannnya (tahun 622 M) ialah kira-kira tujuh tahun.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

6-7 : Janji Allah Pasti Terjadi (Ayat 6-7)
8-10 : Perenungan tentang Penciptaan (Ayat 8-10)

أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا فِي أَنْفُسِهِمْ ۗ مَا خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُسَمًّى ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ لَكَافِرُونَ ٨

(30:8) Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya banyak di antara manusia benar-benar mengingkari pertemuan dengan Tuhannya.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَانُوا أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَأَثَارُوا الْأَرْضَ وَعَمَرُوهَا أَكْثَرَ مِمَّا عَمَرُوهَا وَجَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ ۖ فَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ ٩

(30:9) Dan tidakkah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul)? Orang-orang itu lebih kuat dari mereka (sendiri), dan mereka telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya melebihi apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang jelas. Maka Allah sama sekali tidak berlaku zalim kepada mereka, tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri mereka sendiri.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

11-16 : Siklus Penciptaan dan Kebangkitan (Ayat 11-16)

وَلَمْ يَكُنْ لَهُمْ مِنْ شُرَكَائِهِمْ شُفَعَاءُ وَكَانُوا بِشُرَكَائِهِمْ كَافِرِينَ ١٣

(30:13) Dan tidak mungkin ada pemberi syafaat (pertolongan) bagi mereka dari berhala-berhala mereka, sedangkan mereka mengingkari berhala-berhala mereka itu.636

Catatan Depag

*636) Menurut sebagian mufasir ayat ini diartikan, “… bahkan mereka menjadi kafir, adalah disebabkan berhala-berhala.”

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

17-19 : Bertasbih kepada Allah (Ayat 17-19)
20-27 : Tanda-tanda Kekuasaan Allah (Ayat 20-27)

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ ٢١

(30:21) Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِلْعَالِمِينَ ٢٢

(30:22) Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasamu dan warna kulitmu. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ ٢٣

(30:23) Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَمِنْ آيَاتِهِ يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَيُحْيِي بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ ٢٤

(30:24) Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya, Dia memperlihatkan kilat kepadamu untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dengan air itu dihidupkannya bumi setelah mati (kering). Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mengerti.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ تَقُومَ السَّمَاءُ وَالْأَرْضُ بِأَمْرِهِ ۚ ثُمَّ إِذَا دَعَاكُمْ دَعْوَةً مِنَ الْأَرْضِ إِذَا أَنْتُمْ تَخْرُجُونَ ٢٥

(30:25) Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan kehendak-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu kamu keluar (dari kubur).

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَهُوَ الَّذِي يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ ۚ وَلَهُ الْمَثَلُ الْأَعْلَىٰ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ٢٧

(30:27) Dan Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah bagi-Nya. Dia memiliki sifat yang Mahatinggi di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

28-32 : Perumpamaan dan Ajaran Utama (Ayat 28-32)

ضَرَبَ لَكُمْ مَثَلًا مِنْ أَنْفُسِكُمْ ۖ هَلْ لَكُمْ مِنْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ مِنْ شُرَكَاءَ فِي مَا رَزَقْنَاكُمْ فَأَنْتُمْ فِيهِ سَوَاءٌ تَخَافُونَهُمْ كَخِيفَتِكُمْ أَنْفُسَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ ٢٨

(30:28) Dia membuat perumpamaan bagimu dari dirimu sendiri. Apakah (kamu rela jika) ada di antara hamba sahaya yang kamu miliki, menjadi sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepadamu, sehingga kamu menjadi setara dengan mereka dalam hal ini, lalu kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada sesamamu.638 Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengerti.

Catatan Depag

*638) Perumpamaan tersebut menggambarkan bahwa tidak pantas ada persekutuan dari unsur-unsur yang tidak setara, misalnya antara hamba sahaya dengan pemiliknya. Apalagi antara makhluk dengan Allah, tentu lebih tidak pantas lagi.

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ ٣٠

(30:30) Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu.639 Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,

Catatan Depag

*639) Fitrah Allah maksudnya ciptaan Allah. Manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. Kalau ada manusia tidak beragama tauhid, maka hal itu tidaklah wajar.

33-37 : Sikap Manusia dalam Kesulitan dan Kesenangan (Ayat 33-37)

وَإِذَا مَسَّ النَّاسَ ضُرٌّ دَعَوْا رَبَّهُمْ مُنِيبِينَ إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَا أَذَاقَهُمْ مِنْهُ رَحْمَةً إِذَا فَرِيقٌ مِنْهُمْ بِرَبِّهِمْ يُشْرِكُونَ ٣٣

(30:33) Dan apabila manusia ditimpa oleh suatu bahaya, mereka menyeru Tuhannya dengan kembali (bertobat) kepada-Nya, kemudian apabila Dia memberikan sedikit rahmat-Nya641 kepada mereka, tiba-tiba sebagian mereka mempersekutukan Allah,

Catatan Depag

*641) Yang dimaksud dengan “rahmat’ di sini ialah lepas dari bahaya.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَإِذَا أَذَقْنَا النَّاسَ رَحْمَةً فَرِحُوا بِهَا ۖ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ إِذَا هُمْ يَقْنَطُونَ ٣٦

(30:36) Dan apabila Kami berikan suatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan (rahmat) itu. Tetapi apabila mereka ditimpa suatu musibah (bahaya) karena kesalahan mereka sendiri, seketika itu mereka berputus asa.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ ٣٧

(30:37) Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa Allah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia (pula) yang membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki). Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang beriman.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

38-39 : Hak Kerabat dan Peringatan tentang Riba (Ayat 38-39)
40-43 : Kekuasaan Allah dalam Hidup dan Mati (Ayat 40-43)

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ۖ هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَفْعَلُ مِنْ ذَٰلِكُمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ ٤٠

(30:40) Allah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, lalu mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara mereka yang kamu sekutukan dengan Allah yang dapat berbuat hal yang demikian? Mahasuci Dia dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ ٤١

(30:41) Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ الْقَيِّمِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا مَرَدَّ لَهُ مِنَ اللَّهِ ۖ يَوْمَئِذٍ يَصَّدَّعُونَ ٤٣

(30:43) Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari (Kiamat) yang tidak dapat ditolak, pada hari itu mereka terpisah-pisah.642

Catatan Depag

*642) Yakni sebagian mereka berada dalam surga dan sebagian lagi berada dalam neraka.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

44-45 : Balasan Berdasarkan Perbuatan (Ayat 44-45)
46-51 : Tanda-tanda Lebih Lanjut tentang Kekuasaan Allah (Ayat 46-51)

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ يُرْسِلَ الرِّيَاحَ مُبَشِّرَاتٍ وَلِيُذِيقَكُمْ مِنْ رَحْمَتِهِ وَلِتَجْرِيَ الْفُلْكُ بِأَمْرِهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ ٤٦

(30:46) Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira643 dan agar kamu merasakan sebagian dari rahmat-Nya dan agar kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) agar kamu dapat mencari sebagian dari karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur.

Catatan Depag

*643) “Pembawa berita gembira” maksudnya: Awan tebal yang ditiup angin lalu menurunkan hujan. Karenanya dapat dirasakan rahmat Allah dengan tumbuhnya biji-bijian yang telah disemaikan dan menghijaunya tanaman-tanaman serta berbuahnya tumbuh-tumbuhan dan sebagainya.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ رُسُلًا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ فَجَاءُوهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَانْتَقَمْنَا مِنَ الَّذِينَ أَجْرَمُوا ۖ وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ ٤٧

(30:47) Dan sungguh, Kami telah mengutus sebelum engkau (Muhammad) beberapa orang rasul kepada kaumnya. Mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa.644 Dan merupakan hak Kami untuk menolong orang-orang yang beriman.

Catatan Depag

*644) Dengan kedatangan rasul-rasul membawa keterangan kepada kaumnya itu, maka sebagian mereka mempercayainya dan sebagian lagi mendustakannya bahkan sampai ada yang menyakitinya. Maka terhadap orang yang berdosa seperti itu, Allah mengazab mereka.

اللَّهُ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهُ فِي السَّمَاءِ كَيْفَ يَشَاءُ وَيَجْعَلُهُ كِسَفًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ ۖ فَإِذَا أَصَابَ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ ٤٨

(30:48) Allah lah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan, dan Allah membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila Dia menurunkannya kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki tiba-tiba mereka bergembira.

فَانْظُرْ إِلَىٰ آثَارِ رَحْمَتِ اللَّهِ كَيْفَ يُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمُحْيِي الْمَوْتَىٰ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ٥٠

(30:50) Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah mati (kering). Sungguh, itu berarti Dia pasti (berkuasa) menghidupkan yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

52-53 : Keterbatasan Dakwah (Ayat 52-53)
54-57 : Tahapan Kehidupan Manusia (Ayat 54-57)

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ ٥٤

(30:54) Allah lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يُقْسِمُ الْمُجْرِمُونَ مَا لَبِثُوا غَيْرَ سَاعَةٍ ۚ كَذَٰلِكَ كَانُوا يُؤْفَكُونَ ٥٥

(30:55) Dan pada hari (ketika) terjadinya Kiamat, orang-orang yang berdosa bersumpah, bahwa mereka berdiam (dalam kubur) hanya sesaat (saja). Begitulah dahulu mereka dipalingkan (dari kebenaran).646

Catatan Depag

*646) Sebagaimana mereka berdusta dalam perkataan mereka ini, seperti itu pulalah mereka selalu berdusta di dunia.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَالْإِيمَانَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِلَىٰ يَوْمِ الْبَعْثِ ۖ فَهَٰذَا يَوْمُ الْبَعْثِ وَلَٰكِنَّكُمْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ ٥٦

(30:56) Dan orang-orang yang diberi ilmu dan keimanan berkata (kepada orang-orang kafir), "Sungguh, kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit. Maka inilah hari berbangkit itu, tetapi (dahulu) kamu tidak meyakini(nya)."

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

58-60 : Penutup (Ayat 58-60)