Bacaan
TopikKekuasaan Allah dalam Hidup dan Mati (Ayat 40-43)
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Logical Fallacy
Moralistic fallacy & Hasty generalization - Menghubungkan kausalitas "kerusakan di darat dan di laut" semata-mata sebagai instrumen hukuman ilahiah agar manusia bertobat dari kesalahannya, membuang jauh-jauh eksistensi faktor ekologis dan geologis murni.
Scientific Error
Kerusakan lingkungan dijelaskan melalui emisi industri, deforestasi, dan perubahan iklim—bukan secara teologis sebagai konsekuensi dosa. Penyebutan 'tangan manusia' memang cocok secara harfiah tetapi framingnya teologis-moralis, bukan kausal-saintifik.

