Ar-Rum (Bangsa Romawi) Ayat 29

Bacaan

TopikPerumpamaan dan Ajaran Utama (Ayat 28-32)

بَلِ اتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَهْوَاءَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۖ فَمَنْ يَهْدِي مَنْ أَضَلَّ اللَّهُ ۖ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ

(30:29) Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang telah disesatkan Allah. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi mereka.

Kritik

Ayat 29-32 (Kehilangan Ayat Teks): Pada ayat 29, teks ditujukan kepada Muhammad dengan kata ganti orang tunggal ("Maka hadapkanlah wajahmu" / fa-'aqim wajhaka). Namun di ayat 31 dan 32, perintah secara mendadak berubah menjadi kata ganti jamak ("kembalilah kalian", "bertakwalah kalian"). Pakar bahasa mencatat bahwa pasti ada minimal satu ayat berisi perintah jamak yang telah hilang atau terpotong sebelum ayat 30, yang mengakibatkan perubahan subjek ini menabrak tata bahasa

Cacat Logika

Determinism fallacy & Ad hominem - Mengutuk keras kaum zalim karena mereka mengikuti hawa nafsu belaka, namun pada kalimat yang sama fatalismenya diakui bahwa "mereka telah disesatkan Allah", sebuah kontradiksi yang menyalahkan manusia atas skenario Tuhan.

Moral

(30:29): Menyatakan bahwa Tuhan sendirilah yang menyesatkan manusia, lalu lepas tangan dengan menyebut mereka tidak memiliki penolong, sebuah bentuk determinisme manipulatif yang menyalahkan korban.