Bacaan
TopikTanda-tanda Lebih Lanjut tentang Kekuasaan Allah (Ayat 46-51)
اللَّهُ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهُ فِي السَّمَاءِ كَيْفَ يَشَاءُ وَيَجْعَلُهُ كِسَفًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ ۖ فَإِذَا أَصَابَ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ
Allah lah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan, dan Allah membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila Dia menurunkannya kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki tiba-tiba mereka bergembira.
Kritik
Ayat 48 (Tumpang Tindih Substitusi): Terdapat penggunaan klausa min qabli an (sebelum bahwa) yang segera diikuti secara berlebihan oleh frasa min qablihi (sebelumnya) pada ayat yang sama. Kedua frasa ini secara tata bahasa tidak cocok (inkompatibel) berada di satu kalimat, yang menunjukkan bahwa ini adalah variasi draf koreksi dari penulis awal yang salah disalin menjadi satu kalimat oleh juru tulis kemudian
Scientific Error
Deskripsi siklus hujan (awan digiring, dibelah, hujan turun) adalah gambaran observasional yang benar secara umum tetapi tidak menjelaskan mekanisme termodinamika: konveksi, kondensasi, nukleasi tetes hujan—disajikan sebagai mukjizat ilahi, bukan proses fisika.

