Bacaan
TopikPerumpamaan dan Ajaran Utama (Ayat 28-32)
ضَرَبَ لَكُمْ مَثَلًا مِنْ أَنْفُسِكُمْ ۖ هَلْ لَكُمْ مِنْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ مِنْ شُرَكَاءَ فِي مَا رَزَقْنَاكُمْ فَأَنْتُمْ فِيهِ سَوَاءٌ تَخَافُونَهُمْ كَخِيفَتِكُمْ أَنْفُسَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
(30:28) Dia membuat perumpamaan bagimu dari dirimu sendiri. Apakah (kamu rela jika) ada di antara hamba sahaya yang kamu miliki, menjadi sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepadamu, sehingga kamu menjadi setara dengan mereka dalam hal ini, lalu kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada sesamamu.638 Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengerti.
Catatan Depag
*638) Perumpamaan tersebut menggambarkan bahwa tidak pantas ada persekutuan dari unsur-unsur yang tidak setara, misalnya antara hamba sahaya dengan pemiliknya. Apalagi antara makhluk dengan Allah, tentu lebih tidak pantas lagi.
Cacat Logika
Perumpamaan yang menentukan hasilnya sendiri. Ayat 28 menanyakan apakah orang rela hamba sahaya miliknya jadi sekutu yang setara dalam hartanya, lalu memakai jawaban tidak untuk menolak sekutu bagi Allah. Perumpamaannya cuma masuk akal kalau ketimpangan antara tuan dan hamba sudah diterima lebih dulu, dan ketimpangan itu justru dipertahankan kitab yang sama.
Moral
Perumpamaan tentang syirik disusun dari kepemilikan budak: apakah kalian rela hamba sahaya kalian jadi sekutu dalam harta kalian. Perbandingan itu cuma mengena kalau pendengarnya menerima kepemilikan manusia sebagai keadaan yang wajar, dan kitab ini memakainya tanpa mempersoalkannya.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

