بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ كهيعص ١
(19:1) Kāf Hā Yā` 'Aīn Ṣād.


Surat 19
مريم
Maryam, terdiri dari 98 ayat dan turun di Makkah.
Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-44 setelah Fatir sebelum Taha.
Surat ini memuat cerita-cerita dari tradisi Kristen yang diambil lalu dimodifikasi sesuai agenda tertentu. Kalau dilihat secara kritis, ada beberapa masalah besar: Virgin birth dan bayi yang bisa bicara melawan biologi dasar: Kehamilan tanpa fertilisasi tidak mungkin secara biologis, dan bayi baru lahir tidak bisa bicara. Ini cerita fantasi yang dipaksakan sebagai mukjizat — bukan fakta, bukan sejarah. Serangan agresif terhadap doktrin agama lain: Konsep Trinitas diserang secara langsung dan keras. Ini bukan dialog antaragama — ini penyerangan doktrin dengan klaim bahwa hanya satu interpretasi yang benar. Bukan toleransi, ini arogansi teologis. Mengajarkan perpecahan keluarga atas nama agama: Kisah Ibrahim meninggalkan ayahnya karena beda agama dijadikan teladan. Ini mengorbankan ikatan darah demi kesetiaan ideologi — pola klasik kultus yang memisahkan anggota dari keluarga mereka. Cerita yang dipinjam dari tradisi Kristen: Kisah Maryam, Isa, dan Zakaria sudah ada dalam tradisi Kristen jauh sebelum Islam. Ini adopsi cerita yang sudah beredar, bukan wahyu orisinal — lalu dimodifikasi sesuai kebutuhan narasi baru. Klaim superioritas yang menutup semua kemungkinan lain: "Yang menyembah selain Allah pasti masuk neraka." Ini bukan keyakinan yang percaya diri — ini kebutuhan untuk mendiskreditkan semua alternatif agar tidak ada ruang untuk membandingkan. Obsesi sistem ekonomi bahkan pada bayi: Bayi Isa dalam buaian sudah berbicara tentang zakat dan kewajiban ekonomi. Ini menunjukkan bahwa sistem kontrol ekonomi sudah ditanamkan sejak narasi paling awal. Allah yang kontradiktif: Maha kuasa tapi butuh izin untuk bertindak. Maha pengasih tapi terus-menerus mengancam siksaan. Ini bukan gambaran Tuhan yang konsisten — ini proyeksi manusia yang belum selesai berpikir tentang sifat ketuhanan. Kesimpulan: Maryam bukan panduan spiritual — ini apropriasi budaya yang sistematis. Ambil cerita dari tradisi lain, modifikasi sesuai kebutuhan, lalu klaim sebagai wahyu asli. Polanya terlalu konsisten untuk disebut kebetulan.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ كهيعص ١
(19:1) Kāf Hā Yā` 'Aīn Ṣād.
ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا ٢
(19:2) (Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria,
إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا ٣
(19:3) (yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.
قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا ٤
(19:4) Dia (Zakaria) berkata, "Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah melemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, sedang aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku.
وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَرَائِي وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا ٥
(19:5) Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu,
يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آلِ يَعْقُوبَ ۖ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا ٦
(19:6) yang akan mewarisiku dan mewarisi dari keluarga Yakub; dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridai."
يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ اسْمُهُ يَحْيَىٰ لَمْ نَجْعَلْ لَهُ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا ٧
(19:7) (Allah berfirman), "Wahai Zakaria! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya.
قَالَ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا وَقَدْ بَلَغْتُ مِنَ الْكِبَرِ عِتِيًّا ٨
(19:8) Dia (Zakaria) berkata, "Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua?"
قَالَ كَذَٰلِكَ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْئًا ٩
(19:9) (Allah) berfirman, "Demikianlah." Tuhanmu berfirman, "Hal itu mudah bagi-Ku; sungguh, engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (pada waktu itu) engkau belum berwujud sama sekali."
قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِي آيَةً ۚ قَالَ آيَتُكَ أَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلَاثَ لَيَالٍ سَوِيًّا ١٠
(19:10) Dia (Zakaria) berkata, "Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda." (Allah) berfirman, "Tandamu ialah engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal engkau sehat."
فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوْمِهِ مِنَ الْمِحْرَابِ فَأَوْحَىٰ إِلَيْهِمْ أَنْ سَبِّحُوا بُكْرَةً وَعَشِيًّا ١١
(19:11) Maka dia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu dia memberi isyarat kepada mereka; bertasbihlah kamu pada waktu pagi dan petang.
يَا يَحْيَىٰ خُذِ الْكِتَابَ بِقُوَّةٍ ۖ وَآتَيْنَاهُ الْحُكْمَ صَبِيًّا ١٢
(19:12) "Wahai Yahya! Ambillah (pelajarilah)501) Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh." Dan Kami berikan hikmah kepadanya (Yahya)502) selagi dia masih kanak-kanak,
Catatan Depag
*501) Pelajarilah Taurat itu, amalkan isinya, dan sampaikan kepada umatmu. 502) Pemahaman Taurat dan pendalaman agama.
وَحَنَانًا مِنْ لَدُنَّا وَزَكَاةً ۖ وَكَانَ تَقِيًّا ١٣
(19:13) dan (Kami jadikan) rasa kasih sayang (kepada sesama) dari Kami dan bersih (dari dosa). Dan dia adalah seorang yang bertakwa,
وَبَرًّا بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُنْ جَبَّارًا عَصِيًّا ١٤
(19:14) dan sangat berbakti kepada kedua orang tuanya, dan dia bukan orang yang sombong (bukan pula) orang yang durhaka.
وَسَلَامٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّا ١٥
(19:15) Dan kesejahteraan bagi dirinya pada hari lahirnya, pada hari wafatnya, dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali.
وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ مَرْيَمَ إِذِ انْتَبَذَتْ مِنْ أَهْلِهَا مَكَانًا شَرْقِيًّا ١٦
(19:16) Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Maryam di dalam Kitab (Alquran), (yaitu) ketika dia mengasingkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur (Baitul-maqdis),
فَاتَّخَذَتْ مِنْ دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا ١٧
(19:17) lalu dia memasang tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami (Jibril) kepadanya, maka dia menampakan diri di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna.
مَا كَانَ لِلَّهِ أَنْ يَتَّخِذَ مِنْ وَلَدٍ ۖ سُبْحَانَهُ ۚ إِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ ٣٥
(19:35) Tidak patut bagi Allah mempunyai anak, Mahasuci Dia. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu.
وَإِنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ ۚ هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ ٣٦
وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِبْرَاهِيمَ ۚ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَبِيًّا ٤١
(19:41) Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Kitab (Al-Qur`an), sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai kebenaran,504) dan seorang nabi.
Catatan Depag
*504) Nabi Ibrahim -'alaihissalām- adalah seorang nabi yang sangat cepat membenarkan semua hal gaib yang datang dari Allah.
إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لَا يَسْمَعُ وَلَا يُبْصِرُ وَلَا يُغْنِي عَنْكَ شَيْئًا ٤٢
(19:42) (Ingatlah) ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya, "Wahai ayahku! Mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolongmu sedikit pun?
فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا ٥٩
(19:59) Kemudian datanglah setelah mereka, pengganti yang mengabaikan salat dan memperturutkan nafsunya, maka mereka kelak akan tersesat,
إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ شَيْئًا ٦٠
(19:60) kecuali orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dizalimi (dirugikan) sedikit pun,
وَيَقُولُ الْإِنْسَانُ أَإِذَا مَا مِتُّ لَسَوْفَ أُخْرَجُ حَيًّا ٦٦
(19:66) Dan orang (kafir) berkata, "Betulkah apabila aku telah mati, kelak aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan hidup kembali?"
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun mengenai Khabbab bin Al-Aratt yang menagih upah pekerjaannya kepada Al-Ash bin Wa'il. Al-Ash dengan sombong mengejeknya bahwa ia baru akan membayarnya nanti di surga setelah kebangkitan, karena ia sama sekali tidak percaya adanya hari kebangkitan.
أَوَلَا يَذْكُرُ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ يَكُ شَيْئًا ٦٧
(19:67)
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا أَيُّ الْفَرِيقَيْنِ خَيْرٌ مَقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا ٧٣
(19:73) Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas (maksudnya), orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, "Manakah di antara kedua golongan yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat pertemuan(nya)?"
وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هُمْ أَحْسَنُ أَثَاثًا وَرِئْيًا ٧٤
(19:74) Dan berapa banyak umat (yang ingkar) yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal mereka lebih bagus perkakas rumah tangganya dan (lebih sedap) dipandang mata.
وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَٰنُ وَلَدًا ٨٨
(19:88) Dan mereka berkata, "(Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak."
لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا ٨٩
(19:89) Sungguh, kamu telah membawa sesuatu yang sangat mungkar,
تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَٰنُ وُدًّا ٩٦
(19:96) Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, kelak (Allah) Yang Maha Pengasih akan menanamkan rasa kasih sayang (dalam hati mereka).
فَإِنَّمَا يَسَّرْنَاهُ بِلِسَانِكَ لِتُبَشِّرَ بِهِ الْمُتَّقِينَ وَتُنْذِرَ بِهِ قَوْمًا لُدًّا ٩٧
(19:97) Maka sungguh, telah Kami mudahkan (Al-Qur`an) itu dengan bahasamu (Muhammad), agar dengan itu engkau dapat memberi kabar gembira kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar engkau dapat memberi peringatan kepada kaum yang membangkang.
قَالَتْ إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَٰنِ مِنْكَ إِنْ كُنْتَ تَقِيًّا ١٨
(19:18) Dia (Maryam) berkata, "Sungguh, aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih terhadapmu, jika engkau orang yang bertakwa."
جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدَ الرَّحْمَٰنُ عِبَادَهُ بِالْغَيْبِ ۚ إِنَّهُ كَانَ وَعْدُهُ مَأْتِيًّا ٦١
(19:61) yaitu surga Aden yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yang Maha Pengasih kepada hamba-Nya, sekalipun (surga itu) tidak tampak. Sungguh, (janji Allah) itu pasti ditepati.
وَمَا نَتَنَزَّلُ إِلَّا بِأَمْرِ رَبِّكَ ۖ لَهُ مَا بَيْنَ أَيْدِينَا وَمَا خَلْفَنَا وَمَا بَيْنَ ذَٰلِكَ ۚ وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا ٦٤
(19:64) Dan tidaklah kami (Jibril) turun kecuali atas perintah Tuhanmu. Milik-Nya segala yang ada dihadapan kita, yang ada di belakang kita dan segala yang ada di antara keduanya, dan Tuhanmu tidak lupa.
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun ketika Nabi Muhammad SAW merasa sangat rindu dan bertanya kepada Malaikat Jibril mengapa ia sudah lama tidak turun membawa wahyu. Jibril menjawab bahwa malaikat hanya turun atas perintah Allah saja. Riwayat lain menyebut kelambatan Jibril karena ada sahabat yang kurang menjaga kebersihan, atau karena keterlambatan jawaban kisah Ashabul Kahfi. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Nabi bertanya kepada Malaikat Jibril mengapa lama sekali ia tidak mendatangi beliau. Ayat ini lantas turun untuk menjawab pertanyaan itu. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
أَفَرَأَيْتَ الَّذِي كَفَرَ بِآيَاتِنَا وَقَالَ لَأُوتَيَنَّ مَالًا وَوَلَدًا ٧٧
(19:77) Lalu apakah engkau telah melihat orang yang mengingkari ayat-ayat Kami dan dia mengatakan, "Pasti aku akan diberi harta dan anak."
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun berkaitan dengan seorang pria kafir bernama al-‘Àê bin Wà’il yang enggan membayar utangnya kepada seorang muslim bernama Khabbàb. Ia dengan tegas mengatakan hanya akan membayar utang itusetelah dibangkitkan dari kubur. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
(19:90) hampir saja langit pecah, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh, (karena ucapan itu),’
وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هَلْ تُحِسُّ مِنْهُمْ مِنْ أَحَدٍ أَوْ تَسْمَعُ لَهُمْ رِكْزًا ٩٨
(19:98) Dan berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka. Adakah engkau (Muhammad) melihat salah seorang dari mereka atau engkau mendengar bisikan mereka?