Qurai

Surat 19

Maryam

مريم

Maryam, terdiri dari 98 ayat dan turun di Makkah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-44 setelah Fatir sebelum Taha.

Maryam menceritakan Zakaria, Yahya, Maryam, dan Isa. Keempatnya sudah punya kisahnya sendiri di tradisi Kristen sebelum surat ini turun. Melahirkan di bawah pohon kurma (ayat 23 sampai 26): Maryam bersandar di batang pohon kurma waktu melahirkan, lalu diperintahkan menggoyang batangnya sampai kurma masak berjatuhan. Adegan itu tidak ada di kisah kelahiran Isa yang beredar luas. Yang memuatnya Injil Pseudo-Matius, naskah Kristen yang beredar di kawasan Arabia pada abad ke-6 dan ke-7, lengkap dengan pohon yang membungkuk memberi buah dan mata air yang muncul di akarnya. Bayi yang berbicara dari buaian (ayat 29 sampai 33): Isa berbicara dari gendongan, menyatakan dirinya hamba Allah, penerima kitab, dan nabi. Bayi yang bicara bukan bagian dari riwayat Isa yang diterima gereja arus utama, tapi ada di Injil Masa Kecil Isa yang beredar di kalangan Kristen tertentu di Arabia dan Mesir. Ibrahim meninggalkan ayahnya (ayat 41 sampai 48): Ibrahim mengajak ayahnya, ditolak, diancam akan dirajam, lalu pergi dan berpisah. Adegan itu ditempatkan sebagai teladan, dan yang diteladankan memutus hubungan dengan orang tua karena beda keyakinan. Zakat yang sudah disebut sejak di buaian (ayat 31): Ayat 31 menaruh perintah salat dan zakat di mulut Isa yang masih bayi. Kewajiban menyetor harta muncul di adegan paling awal yang bisa dipakai untuk menyebutnya. Semua orang mendatangi Jahanam (ayat 68 sampai 72): Ayat-ayat itu menyatakan seluruh manusia akan didatangkan ke sekitar Jahanam dan tidak ada satu pun yang tidak mendatanginya. Nasib akhir dibedakan oleh siapa yang kemudian dikeluarkan, bukan oleh alasan yang diberikan. Semua bahan di surat ini sudah beredar di komunitas Kristen di sekitar Arabia sebelum ayat-ayatnya turun. Yang belum terjawab bukan kesamaannya, melainkan dari mana lagi kesamaan serapat itu bisa datang.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (98 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-15 : Rahmat Allah dan Kisah Para Nabi (Ayat 1-15)
16-34 : Kelahiran Ajaib Isa (Yesus) (Ayat 16-34)

قَالَ كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ ۖ وَلِنَجْعَلَهُ آيَةً لِلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِنَّا ۚ وَكَانَ أَمْرًا مَقْضِيًّا ٢١

(19:21) Dia (Jibril) berkata, "Demikanlah." Tuhanmu berfirman, "Hal itu mudah bagi-Ku, dan agar Kami menjadikannya suatu tanda (kebesaran Allah) bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu urusan yang (sudah) diputuskan."

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا ۖ فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَٰنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا ٢٦

(19:26) Maka makan, minum dan bersenanghatilah engkau. Jika engkau melihat seseorang, maka katakanlah, "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini."

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

35-40 : Keesaan Allah dan Penolakan terhadap Konsep Anak Tuhan (Ayat 35-40)
41-58 : Kisah Nabi-Nabi Lainnya (Ayat 41-58)

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ مِنْ ذُرِّيَّةِ آدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِنْ ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا ۚ إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَٰنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا ۩ ٥٨

(19:58) Mereka itulah orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu dari (golongan) para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang yang Kami bawa (dalam kapal) bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil (Yakub) dan dari orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pengasih kepada mereka, maka mereka tunduk sujud dan menangis.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

59-65 : Perbedaan antara Orang Saleh dan Tidak Saleh (Ayat 59-65)

وَمَا نَتَنَزَّلُ إِلَّا بِأَمْرِ رَبِّكَ ۖ لَهُ مَا بَيْنَ أَيْدِينَا وَمَا خَلْفَنَا وَمَا بَيْنَ ذَٰلِكَ ۚ وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا ٦٤

(19:64) Dan tidaklah kami (Jibril) turun kecuali atas perintah Tuhanmu. Milik-Nya segala yang ada dihadapan kita, yang ada di belakang kita dan segala yang ada di antara keduanya, dan Tuhanmu tidak lupa.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun ketika Nabi Muhammad SAW merasa sangat rindu dan bertanya kepada Malaikat Jibril mengapa ia sudah lama tidak turun membawa wahyu. Jibril menjawab bahwa malaikat hanya turun atas perintah Allah saja. Riwayat lain menyebut kelambatan Jibril karena ada sahabat yang kurang menjaga kebersihan, atau karena keterlambatan jawaban kisah Ashabul Kahfi. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Nabi bertanya kepada Malaikat Jibril mengapa lama sekali ia tidak mendatangi beliau. Ayat ini lantas turun untuk menjawab pertanyaan itu. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

66-72 : Kebangkitan dan Pengadilan Ilahi (Ayat 66-72)

وَيَقُولُ الْإِنْسَانُ أَإِذَا مَا مِتُّ لَسَوْفَ أُخْرَجُ حَيًّا ٦٦

(19:66) Dan orang (kafir) berkata, "Betulkah apabila aku telah mati, kelak aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan hidup kembali?"

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun mengenai Khabbab bin Al-Aratt yang menagih upah pekerjaannya kepada Al-Ash bin Wa'il. Al-Ash dengan sombong mengejeknya bahwa ia baru akan membayarnya nanti di surga setelah kebangkitan, karena ia sama sekali tidak percaya adanya hari kebangkitan.

73-87 : Kesombongan Orang Kafir dan Akhir Mereka (Ayat 73-87)

وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا أَيُّ الْفَرِيقَيْنِ خَيْرٌ مَقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا ٧٣

(19:73) Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas (maksudnya), orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, "Manakah di antara kedua golongan yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat pertemuan(nya)?"

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

قُلْ مَنْ كَانَ فِي الضَّلَالَةِ فَلْيَمْدُدْ لَهُ الرَّحْمَٰنُ مَدًّا ۚ حَتَّىٰ إِذَا رَأَوْا مَا يُوعَدُونَ إِمَّا الْعَذَابَ وَإِمَّا السَّاعَةَ فَسَيَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضْعَفُ جُنْدًا ٧٥

(19:75) Katakanlah (Muhammad), "Barangsiapa berada dalam kesesatan, maka biarlah Tuhan Yang Maha Pengasih memperpanjang (waktu) baginya;506 sehingga apabila mereka telah melihat apa yang diancamkan kepada mereka, baik azab maupun Kiamat, maka mereka akan mengetahui siapa yang lebih jelek kedudukannya dan lebih lemah bala tentaranya."

Catatan Depag

*506) Memanjangkan umur dan membiarkan mereka hidup dalam kesenangan.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

أَفَرَأَيْتَ الَّذِي كَفَرَ بِآيَاتِنَا وَقَالَ لَأُوتَيَنَّ مَالًا وَوَلَدًا ٧٧

(19:77) Lalu apakah engkau telah melihat orang yang mengingkari ayat-ayat Kami dan dia mengatakan, "Pasti aku akan diberi harta dan anak."

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun berkaitan dengan seorang pria kafir bernama al-‘Àê bin Wà’il yang enggan membayar utangnya kepada seorang muslim bernama Khabbàb. Ia dengan tegas mengatakan hanya akan membayar utang itusetelah dibangkitkan dari kubur. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

88-95 : Penolakan terhadap Anggapan Allah Memiliki Anak (Ayat 88-95)
96-98 : Kesimpulan dan Tujuan Wahyu (Ayat 96-98)