Maryam (Maryam) Ayat 66

Bacaan

TopikKebangkitan dan Pengadilan Ilahi (Ayat 66-72)

وَيَقُولُ الْإِنْسَانُ أَإِذَا مَا مِتُّ لَسَوْفَ أُخْرَجُ حَيًّا

(19:66) Dan orang (kafir) berkata, "Betulkah apabila aku telah mati, kelak aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan hidup kembali?"

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun mengenai Khabbab bin Al-Aratt yang menagih upah pekerjaannya kepada Al-Ash bin Wa'il. Al-Ash dengan sombong mengejeknya bahwa ia baru akan membayarnya nanti di surga setelah kebangkitan, karena ia sama sekali tidak percaya adanya hari kebangkitan.

Cacat Logika

Mocking Legitimate Skepticism – Pertanyaan 'betulkah apabila aku telah mati, kelak aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan?' adalah keraguan filosofis yang valid tentang kebangkitan fisik. Al-Qur'an merespons bukan dengan argumen, melainkan dengan menyatakan ini sebagai ekspresi kafir yang akan dibuktikan salah.