Maryam (Maryam) Ayat 35

Bacaan

TopikKeesaan Allah dan Penolakan terhadap Konsep Anak Tuhan (Ayat 35-40)

مَا كَانَ لِلَّهِ أَنْ يَتَّخِذَ مِنْ وَلَدٍ ۖ سُبْحَانَهُ ۚ إِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

(19:35) Tidak patut bagi Allah mempunyai anak, Mahasuci Dia. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu.

Kritik

Ayat 35-41 (Sisipan Teologis yang Mengubah Rima): Bagian awal dari Surat Maryam memiliki rima berakhiran -iya, dan bagian akhirnya pun demikian. Namun, di tengah-tengah surat (ayat 35-41), rima tiba-tiba berubah mematah menjadi -a(l). Ayat-ayat berima beda ini secara khusus berisi bantahan teologis bahwa Allah tidak memiliki anak (merespons doktrin Kristen). Analisis struktural menyimpulkan bahwa bagian ini adalah fragmen baru yang dengan sengaja disisipkan (interpolasi) ke dalam surat yang sudah jadi (dan aslinya berdiri sendiri) demi keperluan polemik teologis di kemudian hari

Cacat Logika

Petitio principii - Ayat 35 menyatakan "Tidak patut bagi Allah mempunyai anak, Mahasuci Dia" sebagai pernyataan yang sudah terbukti, padahal ini adalah klaim yang seharusnya dibuktikan terlebih dahulu.