Bacaan
TopikKeesaan Allah dan Penolakan terhadap Konsep Anak Tuhan (Ayat 35-40)
مَا كَانَ لِلَّهِ أَنْ يَتَّخِذَ مِنْ وَلَدٍ ۖ سُبْحَانَهُ ۚ إِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
(19:35) Tidak patut bagi Allah mempunyai anak, Mahasuci Dia. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu.
Kritik
Bagian awal dan akhir surat ini berima dengan akhiran -iya, sedangkan ayat 35 sampai 41 berima dengan bunyi lain, dan justru di blok itulah bantahan bahwa Allah tidak punya anak diletakkan. Perbedaan bunyi yang mendadak begitu dibaca pakar naskah sebagai potongan yang disisipkan ke dalam surat yang sudah jadi.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

