Penyebutan Maryam (Ibu Yesus) sebagai "Saudara perempuan Harun" (Ukhta Harun) membongkar cacat historis, kronologis, dan genealogis yang amat absolut. Penulis Al-Qur'an sama sekali tidak tahu sejarah dengan mencampuradukkan Miryam saudara perempuan Harun dan Musa dari era Eksodus (sekitar 1200 SM) dengan Maria ibu Yesus (abad 1 M), mengira keduanya adalah orang yang sama murni karena kesamaan nama depan,,.