Bacaan
TopikPenolakan terhadap Anggapan Allah Memiliki Anak (Ayat 88-95)
تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا
hampir saja langit pecah, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh, (karena ucapan itu),’
Logical Fallacy
Hyperbole as argument - Ayat 90-91 menggunakan hiperbola berlebihan ("langit pecah, bumi terbelah, gunung-gunung runtuh") sebagai pengganti argumen logis tentang mengapa keyakinan tertentu dianggap salah.
Scientific Error
Klaim bahwa pernyataan 'Allah punya anak' hampir menyebabkan 'langit pecah, bumi terbelah, gunung hancur' — atribusi reaksi fisik alam semesta terhadap pernyataan teologis manusia merupakan klaim kausalitas yang tidak memiliki dasar saintifik; kosmologi fisik tidak merespons pada ucapan manusia.

