Qurai

Surat 78

An-Naba'

النبأ

Berita Besar, terdiri dari 40 ayat dan turun di Makkah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-80 setelah Al-Ma'arij sebelum An-Nazi'at.

An-Naba dibuka dengan pertanyaan: tentang apa mereka saling bertanya. Sisanya jawaban tentang hari kiamat. Bumi sebagai hamparan, gunung sebagai pasak (ayat 6 dan 7): Bumi dijadikan hamparan di ayat 6, dan gunung jadi pasak di ayat 7. Kata mihad berarti alas tidur yang digelar rata, dan autad berarti pasak kemah. Gunung tidak menancap seperti pasak. Pegunungan terbentuk dari tumbukan lempeng, dan daerah bergunung justru daerah yang paling sering diguncang gempa. Tujuh langit yang kokoh (ayat 12): Ayat 12 menyebut Kami membangun di atas kalian tujuh langit yang kokoh. Yang dibayangkan bangunan berlapis di atas kepala, bukan ruang. Ancaman yang mengambil sepertiga surat (ayat 21 sampai 30): Jahanam sebagai tempat mengintai, tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, tidak merasakan kesejukan dan minuman kecuali air mendidih dan nanah. Sepuluh ayat untuk siksanya, sementara perbuatan yang membawa orang ke sana diringkas dalam satu kata: melampaui batas. Gadis-gadis sebaya di antara ancaman (ayat 31 sampai 34): Ayat 31 sampai 34 menjanjikan kebun, anggur, gadis-gadis sebaya, dan gelas yang penuh. Dua alat dipakai bergantian, takut dan iming-iming, dan iming-imingnya berbentuk sangat tertentu. Bentuk sajak: Ayatnya pendek, berima kuat, dan berirama. Bentuk itu saj', prosa berima yang dipakai penyair dan peramal Arab sebelum Islam. Al-Qur'an sendiri berkali-kali membantah bahwa isinya karya penyair, dan bantahan itu perlu ada karena bentuknya memang mirip.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (40 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-5 : Pertanyaan Besar Umat Manusia (1-5)
6-16 : Tanda-Tanda Kekuasaan Allah (6-16)
17-30 : Hari Penghakiman Yang Pasti (17-30)
31-37 : Balasan Indah Bagi Orang Bertakwa (31-37)
38-40 : Peristiwa Dahsyat Hari Akhir (38-40)

يَوْمَ يَقُومُ الرُّوحُ وَالْمَلَائِكَةُ صَفًّا ۖ لَا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَٰنُ وَقَالَ صَوَابًا ٣٨

(78:38) Pada hari, ketika rūḥ894 dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan dia hanya mengatakan yang benar.

Catatan Depag

*894) Para mufasir mempunyai pendapat yang berbeda tentang maksud "rūḥ" dalam ayat ini. Ada yang mengatakan "Jibril" ada yang mengatakan "tentara Allah" dan ada pula yang mengatakan "roh manusia."

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

إِنَّا أَنْذَرْنَاكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا ٤٠

(78:40) Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (orang kafir) azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, "Alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah."

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.