بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ ١
(78:1) Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?
Surat 78
النبأ
Berita Besar, terdiri dari 40 ayat dan turun di Makkah.
Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-80 setelah Al-Ma'arij sebelum An-Nazi'at.
Sajak arab dan bumi datar. Sastra Arab, bukan wahyu: Struktur An-Naba' dengan ayat pendek berima kuat persis ikutin konvensi sajak (saj') pra-Islam yang populer di kalangan penyair dan dukun Arab. Ritme, pengulangan, dan teknik sastra yang dipake identik dengan tradisi puisi Arab abad ke-7. Ini bukan kebetulan—teks ini jelas produk lingkungan sastra lokal yang pake teknik retoris manusia buat maksimalin efek emosional dan daya ingat. Bumi datar dan gunung pasak: Ayat 6-7 gambarin bumi sebagai "hamparan" dan gunung sebagai "pasak"—konsepsi geologis yang salah secara ilmiah. Model kosmologi ini ngabaiin fakta bahwa bumi adalah bola dan gunung terbentuk dari pergerakan lempeng tektonik. Pemahaman naif yang pandang bumi sebagai permukaan datar dengan gunung sebagai pasak pengunci cerminiin keterbatasan pengetahuan manusia abad ke-7, bukan wawasan dari pencipta alam semesta. Teror sebagai kontrol: Lebih dari 40% surat ini (ayat 21-30) didedikasiin buat deskripsi grafis siksaan neraka—"tempat mengintai", "tempat kembali bagi orang yang melampaui batas", dan "mereka nggak merasain kesejukan dan minuman". Taktik intimidasi primitif ini pake ketakutan sebagai alat kontrol daripada argumen rasional. Pake teror psikologis nunjukin teks yang diciptain buat dominasi lewat ancaman, bukan bimbing lewat kebijaksanaan. Metafisik tidak koheren: Ayat 37-38 sebut "hari ketika ruh dan para malaikat berdiri berbaris" tapi gagal jelasin gimana entitas non-fisik bisa "berdiri" atau "berbaris". Konsepsi metafisik kacau ini cerminiin pemikiran manusia yang reduksi konsep spiritual jadi representasi fisik sederhana. Deskripsi aktivitas fisik (berdiri, berbaris) yang dilakuin entitas non-fisik ungkapin keterbatasan imaginasi manusia yang nggak mampu lepas dari pengalaman materialnya sendiri. Kesimpulan: An-Naba' mengekspos penggunaan konvensi sastra Arab pra-Islam, konsepsi geologis primitif tentang bumi datar, ketergantungan pada teror psikologis, dan konsep metafisik yang tidak koheren—menunjukkan karakternya sebagai produk sastra manusia abad ke-7 yang menggunakan intimidasi alih-alih argumen substansial.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ ١
(78:1) Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?
عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ ٢
(78:2) Tentang berita yang besar (hari berbangkit),
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ ٣
(78:3) yang dalam hal itu mereka berselisih.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
كَلَّا سَيَعْلَمُونَ ٤
(78:4) Tidak!892) Kelak mereka akan mengetahui,
Catatan Depag
*892) Sanggahan terhadap pendapat orang-orang kafir Mekkah yang mengingkari hari berbangkit dan hari Kiamat.
ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُونَ ٥
(78:5) sekali lagi tidak! Kelak mereka akan mengetahui.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا ٦
(78:6) Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan,
وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا ٧
(78:7) dan gunung-gunung sebagai pasak?
وَخَلَقْنَاكُمْ أَزْوَاجًا ٨
(78:8) Dan Kami menciptakan kamu berpasang-pasangan,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا ٩
(78:9) dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat,
وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا ١٠
(78:10) dan Kami menjadikan malam sebagai pakaian,893)
Catatan Depag
*893) Malam itu disebut sebagai "pakaian" karena malam itu gelap menutupi jagat sebagaimana pakaian menutupi tubuh manusia.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا ١١
(78:11) dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا ١٢
(78:12) dan Kami membangun di atas kamu tujuh (lapis langit) yang kokoh,
وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا ١٣
(78:13) dan Kami menjadikan pelita yang terang-benderang (matahari),
وَأَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَاءً ثَجَّاجًا ١٤
(78:14) dan Kami turunkan dari awan, air hujan yang tercurah dengan lebatnya,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
لِنُخْرِجَ بِهِ حَبًّا وَنَبَاتًا ١٥
(78:15) untuk Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tanam-tanaman,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَجَنَّاتٍ أَلْفَافًا ١٦
(78:16) dan kebun-kebun yang rindang.
إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيقَاتًا ١٧
(78:17) Sungguh, hari keputusan adalah suatu waktu yang telah ditetapkan,
يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا ١٨
(78:18) (yaitu) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, lalu kamu datang berbondong-bondong,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَفُتِحَتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ أَبْوَابًا ١٩
(78:19) dan langit pun dibukalah, maka terdapatlah beberapa pintu,
وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا ٢٠
(78:20) dan gunung-gunungpun dijalankan sehingga menjadi fatamorgana.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا ٢١
(78:21) Sungguh, (neraka) Jahanam itu (sebagai) tempat mengintai (bagi penjaga yang mengawasi isi neraka),
لِلطَّاغِينَ مَآبًا ٢٢
(78:22) menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
لَابِثِينَ فِيهَا أَحْقَابًا ٢٣
(78:23) Mereka tinggal di sana dalam masa yang lama,
لَا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا ٢٤
(78:24) mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا ٢٥
(78:25) selain air yang mendidih dan nanah,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
جَزَاءً وِفَاقًا ٢٦
(78:26) sebagai pembalasan yang setimpal.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
إِنَّهُمْ كَانُوا لَا يَرْجُونَ حِسَابًا ٢٧
(78:27) Sesungguhnya dahulu mereka tidak pernah mengharapkan perhitungan,
وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا كِذَّابًا ٢٨
(78:28) dan mereka benar-benar mendustakan ayat-ayat Kami.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ كِتَابًا ٢٩
(78:29) Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu Kitab (buku catatan amalan manusia).
فَذُوقُوا فَلَنْ نَزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا ٣٠
(78:30) Maka karena itu rasakanlah! Maka tidak ada yang akan Kami tambahkan kepadamu selain azab.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا ٣١
(78:31) Sungguh, orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan,
حَدَائِقَ وَأَعْنَابًا ٣٢
(78:32) (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا ٣٣
(78:33) dan gadis-gadis belia yang sebaya,
وَكَأْسًا دِهَاقًا ٣٤
(78:34) dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا كِذَّابًا ٣٥
(78:35) Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun (perkataan) dusta.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
جَزَاءً مِنْ رَبِّكَ عَطَاءً حِسَابًا ٣٦
(78:36) Sebagai balasan dan pemberian yang cukup banyak dari Tuhanmu,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الرَّحْمَٰنِ ۖ لَا يَمْلِكُونَ مِنْهُ خِطَابًا ٣٧
(78:37) Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pengasih, mereka tidak mampu berbicara dengan Dia.
يَوْمَ يَقُومُ الرُّوحُ وَالْمَلَائِكَةُ صَفًّا ۖ لَا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَٰنُ وَقَالَ صَوَابًا ٣٨
(78:38) Pada hari, ketika rūḥ894) dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan dia hanya mengatakan yang benar.
Catatan Depag
*894) Para mufasir mempunyai pendapat yang berbeda tentang maksud "rūḥ" dalam ayat ini. Ada yang mengatakan "Jibril" ada yang mengatakan "tentara Allah" dan ada pula yang mengatakan "roh manusia."
ذَٰلِكَ الْيَوْمُ الْحَقُّ ۖ فَمَنْ شَاءَ اتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِ مَآبًا ٣٩
(78:39) Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
إِنَّا أَنْذَرْنَاكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا ٤٠
(78:40) Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (orang kafir) azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, "Alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah."