Qurai

Surat 70

Al-Ma'arij

المعارج

Tempat Naik, terdiri dari 44 ayat dan turun di Makkah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-79 setelah Al-Haqqah sebelum An-Naba'.

Al-Ma'arij dinamai dari tempat-tempat naik, dan ayat keempatnya yang paling sering dipersoalkan. Hari yang lamanya lima puluh ribu tahun (ayat 4): Di ayat 4, para malaikat dan Ruh naik kepada-Nya dalam sehari yang ukurannya lima puluh ribu tahun. As-Sajdah 32:5 menyebut seribu tahun untuk hari yang lain. Dua angka itu dipertemukan tafsir dengan mengatakan yang dimaksud hari yang berbeda, dan ayatnya sendiri tidak menyebut begitu. Tangga naik ke langit: Gambaran tangga yang menghubungkan bumi dan langit sudah ada di tulisan akhir zaman Yahudi sebelum abad ke-7, antara lain di Kitab Henokh. Bentuknya sudah beredar di kawasan itu sebelum surat ini turun. Diciptakan berkeluh kesah, lalu dicela karenanya (ayat 19 sampai 21): Ayat 19 menyatakan manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Ayat 20 dan 21 memerincinya: gelisah kalau ditimpa kesusahan, kikir kalau mendapat kebaikan. Sifat yang disebut bawaan itu dipakai sebagai alasan mencela orangnya. Yang dikecualikan (ayat 22 sampai 35): Pengecualiannya orang yang salat, menyisihkan bagian tertentu dari hartanya, membenarkan hari pembalasan, menjaga kemaluannya kecuali terhadap istri atau budak yang dimilikinya, dan menepati amanat. Perbudakan seksual masuk ke dalam daftar sifat orang yang terpuji. Menebus diri dengan anak dan istri (ayat 11 sampai 14): Ayat 11 sampai 14 menggambarkan orang berdosa yang ingin menebus dirinya dengan anaknya, istrinya, saudaranya, keluarganya, dan semua orang di bumi. Yang digambarkan bukan penyesalan, melainkan tawar-menawar. Sehari yang lima puluh ribu tahun dan sehari yang seribu tahun ada di kitab yang sama, dan yang mempertemukan keduanya tafsir, bukan ayat.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (44 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-3 : Pertanyaan tentang Azab yang Pasti (1-3)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ سَأَلَ سَائِلٌ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ ١

(70:1) Seseorang bertanya tentang azab yang pasti terjadi,

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun mengenai gembong kafir Al-Nadr bin Al-Harith yang dengan sangat sombong menantang Allah agar menghujaninya dengan batu atau azab yang pedih dari langit jika Islam dan Al-Qur'an itu memang benar. Ia akhirnya benar-benar mendapat azab tewas di Perang Badar.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

4-7 : Kiamat dan Waktu yang Panjang (4-7)
8-14 : Gambaran Dahsyatnya Kiamat (8-14)
15-21 : Neraka dan Sifat Manusia (15-21)
22-35 : Sifat Orang yang Beruntung (22-35)

إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ ٣٠

(70:30) kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki865 maka sesungguhnya mereka tidak tercela.

Catatan Depag

*865) Hamba sahaya yang didapat dalam peperangan dengan orang kafir. Dalam peperangan dengan orang-orang kafir itu, perempuan-perempuan yang ditawan biasanya dibagi-bagikan kepada kaum muslimin yang ikut dalam peperangan, dan kebiasaan ini bukanlah sesuatu yang diwajibkan.

36-44 : Ancaman bagi Orang Kafir (36-44)

عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ عِزِينَ ٣٧

(70:37) dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok?866

Catatan Depag

*866) Menurut keterangan sebagian mufasir ayat ini berhubungan dengan peristiwa ketika Rasulullah salat dan membaca Al-Qur`an di dekat Ka'bah lalu orang-orang musyrik berkumpul berkelompok-kelompok di hadapannya sambil mengejek dan mengatakan, "Jika orang-orang mukmin benar-benar akan masuk surga sebagaimana kata Muhammad kitalah yang akan masuk terlebih dahulu." Maka turunlah ayat 38.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

أَيَطْمَعُ كُلُّ امْرِئٍ مِنْهُمْ أَنْ يُدْخَلَ جَنَّةَ نَعِيمٍ ٣٨

(70:38) Apakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk surga yang penuh kenikmatan?

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun karena kaum musyrik selalu berkumpul mengejek dan mendustakan ucapan Nabi. Mereka dengan sombong mengklaim bahwa jika umat Islam kelak masuk surga, maka mereka orang-orang kafir pasti akan masuk surga lebih dulu dan mendapatkan harta yang jauh lebih melimpah.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

كَلَّا ۖ إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِمَّا يَعْلَمُونَ ٣٩

(70:39) tidak mungkin! Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui.867

Catatan Depag

*867) Bahwa mereka orang-orang kafir diciptakan Allah dari air mani untuk beriman dan bertakwa kepada-Nya, sebagaimana yang disampaikan oleh Rasul. Jadi kalau mereka tidak beriman tidak berhak masuk surga.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun karena kaum musyrik selalu berkumpul mengejek dan mendustakan ucapan Nabi. Mereka dengan sombong mengklaim bahwa jika umat Islam kelak masuk surga, maka mereka orang-orang kafir pasti akan masuk surga lebih dulu dan mendapatkan harta yang jauh lebih melimpah.