Surat 70

Al-Ma'arij

المعارج

Tempat Naik, terdiri dari 44 ayat dan turun di Makkah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-79 setelah Al-Haqqah sebelum An-Naba'.

Inkonsistensi waktu dan surga berbau bordil. Inkonsistensi waktu dan plagiarisme apokaliptik: Ayat 4 nyebut "hari yang lamanya 50.000 tahun" tanpa penjelasan logis kenapa skala waktu tiba-tiba berubah. Manipulasi arbitrer terhadap konsep waktu ini mencermin taktik retorika manusia buat timbullin kekaguman. Konsep "ma'arij" (tangga naik) dan waktu kosmik adalah duplikasi langsung dari literature apokaliptik Yahudi kayak Kitab Henokh dan Mi'raj Musa. Teks ini nggak nawarin konsep teologis baru, tapi daur ulang mitos regional yang udah beredar. Surga berbau bordil dan fantasi maskulin: Ayat 22-35 gambarin "surga" dengan janji-janji yang secara mencurigakan mirip fantasi seksual laki-laki Arab abad ke-7. Gambaran "bidadari-bidadari yang nunggu" ngungkapin perspektif maskulin yang reduksi perempuan jadi hadiah seksual. Konsepsi surga yang sangat duniawi dan terpusat pada laki-laki ini jelas mencermin imajinasi dan hasrat manusiawi, bukan visi transenden dari pencipta universal. Allah yang lalai dan kontradiktif: Ayat 19-21 nyatain bahwa manusia diciptain "berkeluh kesah" dan "kikir" oleh Allah sendiri, tapi kemudian manusia dihukum karena sifat-sifat bawaan ini. Kontradiksi moral ini nunjukin inkonsistensi logis dalam konsep ketuhanan yang bikin makhluk dengan kelemahan inheren terus hukum mereka karena kelemahan tersebut. Paradoks ini ngungkapin keterbatasan pemikiran manusia yang gagal selesaiin kontradiksi antara predestinasi dan kehendak bebas. Kesimpulan: Al-Ma'arij mengekspos inkonsistensi konsep waktu kosmik dan plagiarisme dari tradisi apokaliptik Yahudi sambil mempromosikan fantasi seksual maskulin sebagai surga dan menampilkan kontradiksi logis tentang penciptaan makhluk dengan kelemahan bawaan yang kemudian dihukum, membuktikan karakternya sebagai produk imajinasi manusiawi yang tidak konsisten daripada wahyu ilahi yang logis.

1-3 : Pertanyaan tentang Azab yang Pasti (1-3)
4-7 : Kiamat dan Waktu yang Panjang (4-7)
8-14 : Gambaran Dahsyatnya Kiamat (8-14)
15-21 : Neraka dan Sifat Manusia (15-21)
22-35 : Sifat Orang yang Beruntung (22-35)

إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ ٣٠

(70:30) kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki865) maka sesungguhnya mereka tidak tercela.

Catatan Depag

*865) Hamba sahaya yang didapat dalam peperangan dengan orang kafir. Dalam peperangan dengan orang-orang kafir itu, perempuan-perempuan yang ditawan biasanya dibagi-bagikan kepada kaum muslimin yang ikut dalam peperangan, dan kebiasaan ini bukanlah sesuatu yang diwajibkan.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

36-44 : Ancaman bagi Orang Kafir (36-44)

عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ عِزِينَ ٣٧

(70:37) dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok?866)

Catatan Depag

*866) Menurut keterangan sebagian mufasir ayat ini berhubungan dengan peristiwa ketika Rasulullah salat dan membaca Al-Qur`an di dekat Ka'bah lalu orang-orang musyrik berkumpul berkelompok-kelompok di hadapannya sambil mengejek dan mengatakan, "Jika orang-orang mukmin benar-benar akan masuk surga sebagaimana kata Muhammad kitalah yang akan masuk terlebih dahulu." Maka turunlah ayat 38.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

أَيَطْمَعُ كُلُّ امْرِئٍ مِنْهُمْ أَنْ يُدْخَلَ جَنَّةَ نَعِيمٍ ٣٨

(70:38) Apakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk surga yang penuh kenikmatan?

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun karena kaum musyrik selalu berkumpul mengejek dan mendustakan ucapan Nabi. Mereka dengan sombong mengklaim bahwa jika umat Islam kelak masuk surga, maka mereka orang-orang kafir pasti akan masuk surga lebih dulu dan mendapatkan harta yang jauh lebih melimpah.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

كَلَّا ۖ إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِمَّا يَعْلَمُونَ ٣٩

(70:39) tidak mungkin! Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui.867)

Catatan Depag

*867) Bahwa mereka orang-orang kafir diciptakan Allah dari air mani untuk beriman dan bertakwa kepada-Nya, sebagaimana yang disampaikan oleh Rasul. Jadi kalau mereka tidak beriman tidak berhak masuk surga.

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun karena kaum musyrik selalu berkumpul mengejek dan mendustakan ucapan Nabi. Mereka dengan sombong mengklaim bahwa jika umat Islam kelak masuk surga, maka mereka orang-orang kafir pasti akan masuk surga lebih dulu dan mendapatkan harta yang jauh lebih melimpah.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.