Bacaan
TopikLarangan Menjadikan Musuh Allah sebagai Teman (1-2)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءَكُمْ مِنَ الْحَقِّ يُخْرِجُونَ الرَّسُولَ وَإِيَّاكُمْ ۙ أَنْ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ رَبِّكُمْ إِنْ كُنْتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَادًا فِي سَبِيلِي وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِي ۚ تُسِرُّونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَأَنَا أَعْلَمُ بِمَا أَخْفَيْتُمْ وَمَا أَعْلَنْتُمْ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْهُ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ
(60:1) Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman-teman setia sehingga kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal mereka telah ingkar kepada kebenaran yang disampaikan kepadamu. Mereka mengusir Rasul dan kamu sendiri karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang, dan Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sungguh dia telah tersesat dari jalan yang lurus.
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun berkenaan dengan Hatib bin Abi Balta'ah yang diam-diam mengirimkan surat rahasia lewat seorang penyanyi wanita kepada tokoh musyrik Makkah. Surat itu membocorkan rencana Nabi untuk menaklukkan Makkah, yang dilakukan Hatib semata-mata demi mencari perlindungan untuk keluarganya yang tertinggal di Makkah. Meski Umar ingin memenggalnya, Nabi memaafkannya karena Hatib adalah pahlawan Perang Badar. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Rasulullah mengutus tiga sahabatnya untuk mencegat kurir perempuan yang hendak menyampaikan surat kepada kaum musyrik di Mekah. Disurat itu tertulis permintaan seorang muslim di Madinah kepada kaum musyrik di Mekah untuk menjaga keluarganya. Sebagai imbalannya, ia memberitahu mereka detail hal-hal yang direncanakan oleh Rasulullah.Inilah kejadian yang berkaitan dengan turunnya ayat di atas. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
Kritik
Ayat ini menutup dengan kalimat bahwa siapa pun yang membocorkan urusan kepada musuh karena kasih sayang sudah tersesat dari jalan lurus. Bukhari mencatat perkaranya: Hatib bin Abi Balta'ah mengirim surat peringatan ke Mekah lewat seorang perempuan, Umar minta izin memenggalnya, dan Muhammad melarang karena Hatib ikut Badar. Yang tersesat menurut ayatnya diampuni lewat jasa lama, dan ampunan itu tidak disebut di ayat mana pun.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

