Al-Mumtahanah (Wanita Yang Diuji) Ayat 4

Bacaan

TopikTeladan dari Ibrahim dan Pengikutnya (3-6)

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّىٰ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ إِلَّا قَوْلَ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَا أَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ ۖ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

(60:4) Sungguh, telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya, ketika mereka berkata kepada kaumnya, "Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami mengingkari (kekafiran)mu, dan telah nyata antara kami dan kamu ada permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja," kecuali perkataan Ibrahim kepada ayahnya,838) "Sungguh, aku akan memohonkan ampunan bagimu, namun aku sama sekali tidak dapat menolak (siksaan) Allah terhadapmu." (Ibrahim berkata), "Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkau kami bertawakal dan hanya kepada Engkau kami bertobat serta hanya kepada Engkaulah kami kembali,

Catatan Depag

*838) Nabi Ibrahim pernah memintakan ampunan untuk ayahnya yang musyrik kepada Allah. Ini tidak boleh ditiru, karena Allah tidak membenarkan orang mukmin memintakan ampunan untuk orang-orang kafir (lihat surah An-Nisā`: 48).

Kritik

Ibrahim dijadikan teladan saat berkata 'kami berlepas diri dari kamu' kepada keluarga kafirnya (a.4): pemutusan hubungan total dengan kerabat non-Muslim dicontohkan dari Ibrahim — selaras dengan LF, MC, CT; mendorong alienasi keluarga atas nama iman

Cacat Logika

(60:4): Traitorous Critic Fallacy / Association Fallacy - Menjadikan kisah Ibrahim—yang memutuskan ikatan sosial dan memproklamirkan "permusuhan serta kebencian buat selama-lamanya" dengan kaumnya—sebagai cetak biru keteladanan yang wajib ditiru.

Moral

(60:1, 4): Memerintahkan paranoia sosial dengan melarang keras menjalin kasih sayang dengan kelompok luar, dan menjadikan sosok Ibrahim sebagai teladan untuk memelihara "permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya" sampai mereka mau seiman. Ini adalah resep untuk normalisasi konflik abadi.

Kontradiksi

Kontradiksi Alasan Permohonan Ampunan Ibrahim: Ayat ini menyatakan Ibrahim berjanji memohonkan ampunan untuk ayahnya karena kasih sayang — bertentangan dengan 9:114 yang menyatakan permohonan itu hanya karena suatu janji yang telah diikrarkan, bukan karena kasih sayang.