Qurai

Surat 59

Al-Hasyr

الحشر

Pengusiran, terdiri dari 24 ayat dan turun di Madinah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-101 setelah Al-Bayyinah sebelum An-Nur.

Al-Hasyr menceritakan pengusiran Bani Nadhir dari Madinah dan pembagian harta yang mereka tinggalkan. Pengusiran yang diceritakan dari satu sisi (ayat 2 sampai 4): Ayat 2 menceritakan Allah yang mengeluarkan orang kafir dari Ahli Kitab dari kampung halaman mereka pada pengusiran pertama, dan melemparkan rasa takut ke dalam hati mereka sampai mereka merobohkan rumah sendiri. Yang tercatat cuma keterangan pihak yang menang, dan sebab konfliknya diringkas jadi satu kalimat: mereka menentang Allah dan Rasul-Nya. Pohon kurma yang ditebang (ayat 5): Ayat 5 menyatakan penebangan pohon kurma milik lawan terjadi dengan izin Allah, untuk memberi kehinaan kepada orang fasik. Merusak sumber pangan pihak yang dikepung dilarang hukum perang mana pun yang berlaku sekarang. Harta fai' dan siapa yang menerimanya (ayat 6 sampai 8): Ayat 6 menyebut harta itu diperoleh tanpa mengerahkan kuda maupun unta, artinya tanpa pertempuran. Ayat 7 menetapkan pembagiannya untuk Allah, Rasul, kerabat Nabi, anak yatim, orang miskin, dan orang dalam perjalanan, dengan alasan agar harta tidak beredar di antara orang kaya saja. Penerima pertamanya tetap pihak yang memenangkan pengusiran. Kepatuhan yang dikunci di akhir ayat 7: Ayat 7 ditutup dengan: apa yang diberikan Rasul kepadamu terimalah, dan apa yang dilarangnya tinggalkanlah. Kalimat itu berlaku untuk semua hal, bukan cuma untuk pembagian harta. Lawan yang direndahkan (ayat 13 dan 14): Ayat 13 menyatakan rasa takut kepada orang beriman lebih besar di hati mereka daripada takut kepada Allah. Ayat 14 menyebut mereka cuma berani bertempur dari balik benteng dan tembok, dan hati mereka berpecah-belah. Merendahkan lawan sebelum dan sesudah pengusiran memudahkan orang tidak merasa bersalah. Satu suku diusir, kebunnya ditebang, dan hartanya dibagi. Ketiganya dicatat di surat ini sebagai keputusan langit.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (24 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-4 : Keagungan Allah dan Pengusiran Kaum Kafir (Ayat 1-4)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ١

(59:1) Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah; dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun mengenai pengkhianatan kaum Yahudi Bani Nadhir. Setelah kekalahan umat Islam di Perang Uhud, mereka membatalkan perjanjian damai dan berencana membunuh Nabi dengan menjatuhkan batu penggilingan. Nabi kemudian mengepung mereka hingga mereka menyerah dan diusir dari Madinah.

هُوَ الَّذِي أَخْرَجَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِنْ دِيَارِهِمْ لِأَوَّلِ الْحَشْرِ ۚ مَا ظَنَنْتُمْ أَنْ يَخْرُجُوا ۖ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ مَانِعَتُهُمْ حُصُونُهُمْ مِنَ اللَّهِ فَأَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوا ۖ وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ ۚ يُخْرِبُونَ بُيُوتَهُمْ بِأَيْدِيهِمْ وَأَيْدِي الْمُؤْمِنِينَ فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ ٢

(59:2) Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara Ahli Kitab dari kampung halamannya pada saat pengusiran yang pertama.835 Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar, dan mereka pun yakin benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari (siksaan) Allah; maka Allah mendatangkan (siksaan) kepada mereka dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah menanamkan rasa takut ke dalam hati mereka; sehingga mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangannya sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, wahai orang-orang yang mempunyai pandangan!

Catatan Depag

*835) Orang-orang Yahudi Bani Nadir, merekalah yang mula-mula dikumpulkan untuk diusir keluar dari kota Madinah.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun mengenai pengkhianatan kaum Yahudi Bani Nadhir. Setelah kekalahan umat Islam di Perang Uhud, mereka membatalkan perjanjian damai dan berencana membunuh Nabi dengan menjatuhkan batu penggilingan. Nabi kemudian mengepung mereka hingga mereka menyerah dan diusir dari Madinah.

وَلَوْلَا أَنْ كَتَبَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَلَاءَ لَعَذَّبَهُمْ فِي الدُّنْيَا ۖ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابُ النَّارِ ٣

(59:3) Dan sekiranya tidak karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka, pasti Allah mengazab mereka di dunia. Dan di akhirat mereka akan mendapat azab neraka.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun mengenai pengkhianatan kaum Yahudi Bani Nadhir. Setelah kekalahan umat Islam di Perang Uhud, mereka membatalkan perjanjian damai dan berencana membunuh Nabi dengan menjatuhkan batu penggilingan. Nabi kemudian mengepung mereka hingga mereka menyerah dan diusir dari Madinah.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ شَاقُّوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۖ وَمَنْ يُشَاقِّ اللَّهَ فَإِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ ٤

(59:4) Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa menentang Allah, maka sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun mengenai pengkhianatan kaum Yahudi Bani Nadhir. Setelah kekalahan umat Islam di Perang Uhud, mereka membatalkan perjanjian damai dan berencana membunuh Nabi dengan menjatuhkan batu penggilingan. Nabi kemudian mengepung mereka hingga mereka menyerah dan diusir dari Madinah.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

5-7 : Kebijaksanaan dalam Penaklukan (Ayat 5-7)

مَا قَطَعْتُمْ مِنْ لِينَةٍ أَوْ تَرَكْتُمُوهَا قَائِمَةً عَلَىٰ أُصُولِهَا فَبِإِذْنِ اللَّهِ وَلِيُخْزِيَ الْفَاسِقِينَ ٥

(59:5) Apa yang kamu tebang di antara pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya, maka (itu terjadi) dengan izin Allah; dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun saat Nabi memerintahkan penebangan dan pembakaran kebun kurma produktif milik Bani Nadhir agar mereka menyerah. Kaum Yahudi mengejeknya sebagai tindakan perusakan bumi, dan umat Islam sempat terpecah pendapatnya, sehingga Allah menurunkan ayat ini untuk membenarkan tindakan tersebut. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Bani an-Naýìr, salah satu klan dalam masyarakat Yahudi di Madinah, dikenal suka berbuat onar dan melanggar kesepakatan dengan Nabi. Merekapun dipaksa meninggalkan Madinah dan tanaman-tanaman mereka pun dibakar. Berkaitan dengan hal inilah Allah menurunkan ayat di atas. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

وَمَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ مِنْهُمْ فَمَا أَوْجَفْتُمْ عَلَيْهِ مِنْ خَيْلٍ وَلَا رِكَابٍ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يُسَلِّطُ رُسُلَهُ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ٦

(59:6) Dan harta rampasan fai`836 dari mereka yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya, kamu tidak memerlukan kuda atau unta untuk mendapatkannya, tetapi Allah memberikan kekuasaan kepada rasul-rasul-Nya terhadap siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Catatan Depag

*836) Harta rampasan yang diperoleh dari musuh tanpa terjadinya pertempuran. Pembagiannya berlainan dengan pembagian ganimah. Ganimah ialah harta rampasan yang diperoleh dari musuh setelah terjadi pertempuran. Pembagian Fai` seperti yang tersebut pada ayat 7. Sedang pembagian ganimah tersebut pada ayat 41 surah Al-Anfal.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun mengenai pengkhianatan kaum Yahudi Bani Nadhir. Setelah kekalahan umat Islam di Perang Uhud, mereka membatalkan perjanjian damai dan berencana membunuh Nabi dengan menjatuhkan batu penggilingan. Nabi kemudian mengepung mereka hingga mereka menyerah dan diusir dari Madinah.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَىٰ فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ ۚ وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ ٧

(59:7) Harta rampasan fai` yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (yang berasal) dari penduduk beberapa negeri, adalah untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang miskin dan untuk orang-orang yang dalam perjalanan, agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya.

8-10 : Hak Kaum Muhajirin dan Anshar (Ayat 8-10)

لِلْفُقَرَاءِ الْمُهَاجِرِينَ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا وَيَنْصُرُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ ٨

(59:8) (Harta rampasan itu juga) untuk orang-orang fakir yang berhijrah837 yang terusir dari kampung halamannya dan meninggalkan harta bendanya demi mencari karunia dari Allah dan keridaan(-Nya) dan (demi) menolong (agama) Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar.

Catatan Depag

*837) Kerabat Nabi, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan yang kesemuanya orang fakir dan berhijrah.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ٩

(59:9) Dan orang-orang (Ansar) yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (Muhajirin) atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun berkenaan dengan kaum Anshar yang menolak usulan membagi kepemilikan tanah secara merata dengan kaum Muhajirin, tetapi mereka dengan senang hati bersedia membagi hasil panennya saja, yang mana hal ini disetujui oleh Nabi. Ayat ini juga turun memuji tindakan luar biasa seorang keluarga Anshar yang rela menidurkan anak-anaknya dalam keadaan lapar dan mematikan lampu agar tamu Nabi (seorang Muhajirin miskin) bisa memakan satu-satunya porsi makanan yang mereka miliki.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ ١٠

(59:10) Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa, "Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang."

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

11-15 : Kepalsuan Orang Munafik (Ayat 11-15)

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ نَافَقُوا يَقُولُونَ لِإِخْوَانِهِمُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَئِنْ أُخْرِجْتُمْ لَنَخْرُجَنَّ مَعَكُمْ وَلَا نُطِيعُ فِيكُمْ أَحَدًا أَبَدًا وَإِنْ قُوتِلْتُمْ لَنَنْصُرَنَّكُمْ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ ١١

(59:11) Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudaranya yang kafir di antara Ahli Kitab, "Sungguh, jika kamu diusir niscaya kami pun akan keluar bersama kamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapa pun demi kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantumu." Dan Allah menyaksikan, bahwa mereka benar-benar pendusta.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

لَئِنْ أُخْرِجُوا لَا يَخْرُجُونَ مَعَهُمْ وَلَئِنْ قُوتِلُوا لَا يَنْصُرُونَهُمْ وَلَئِنْ نَصَرُوهُمْ لَيُوَلُّنَّ الْأَدْبَارَ ثُمَّ لَا يُنْصَرُونَ ١٢

(59:12) Sungguh, jika mereka diusir, orang-orang munafik itu tidak akan keluar bersama mereka, dan jika mereka diperangi; mereka (juga) tidak akan menolongnya; dan kalau pun mereka menolongnya pastilah mereka akan berpaling lari ke belakang, kemudian mereka tidak akan mendapat pertolongan.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

لَا يُقَاتِلُونَكُمْ جَمِيعًا إِلَّا فِي قُرًى مُحَصَّنَةٍ أَوْ مِنْ وَرَاءِ جُدُرٍ ۚ بَأْسُهُمْ بَيْنَهُمْ شَدِيدٌ ۚ تَحْسَبُهُمْ جَمِيعًا وَقُلُوبُهُمْ شَتَّىٰ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْقِلُونَ ١٤

(59:14) Mereka tidak akan memerangi kamu (secara) bersama-sama, kecuali di negeri-negeri yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu padahal hati mereka terpecah belah. Yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

16-17 : Perumpamaan Setan dan Peringatan (Ayat 16-17)
18-24 : Nasihat dan Penutup Surat (Ayat 18-24)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ ١٨

(59:18) Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ ٢١

(59:21) Sekiranya Kami turunkan Al-Qur`an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir.

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ ٢٣

(59:23) Dialah Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Raja Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ٢٤

(59:24) Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.