Bacaan
TopikNasihat dan Penutup Surat (Ayat 18-24)
لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
Sekiranya Kami turunkan Al-Qur`an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir.
Logical Fallacy
(59:21): Misleading Vividness - Menghadirkan gambaran fiktif hiperbolis—gunung yang hancur berkeping-keping akibat takut kepada Al-Quran—murni untuk memanipulasi emosi serta kengerian manusia. Surat 60 (Al-Mumtahanah)
Scientific Error
S59:21 mengklaim jika Al-Quran diturunkan kepada gunung, ia akan hancur karena takut kepada Allah—hiperbola ini bertentangan dengan fisika: batu (gunung) adalah benda anorganik tanpa kapasitas persepsi atau emosi. Pernyataan ini juga secara implisit mengakui manusia lebih 'keras hati' dari gunung—argumen retoris yang tidak mengandung fakta saintifik.

