Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun berkenaan dengan kaum Anshar yang menolak usulan membagi kepemilikan tanah secara merata dengan kaum Muhajirin, tetapi mereka dengan senang hati bersedia membagi hasil panennya saja, yang mana hal ini disetujui oleh Nabi. Ayat ini juga turun memuji tindakan luar biasa seorang keluarga Anshar yang rela menidurkan anak-anaknya dalam keadaan lapar dan mematikan lampu agar tamu Nabi (seorang Muhajirin miskin) bisa memakan satu-satunya porsi makanan yang mereka miliki.
TopikHak Kaum Muhajirin dan Anshar (Ayat 8-10)
وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Dan orang-orang (Ansar) yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (Muhajirin) atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.

