Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun mengenai pengkhianatan kaum Yahudi Bani Nadhir. Setelah kekalahan umat Islam di Perang Uhud, mereka membatalkan perjanjian damai dan berencana membunuh Nabi dengan menjatuhkan batu penggilingan. Nabi kemudian mengepung mereka hingga mereka menyerah dan diusir dari Madinah.
TopikKeagungan Allah dan Pengusiran Kaum Kafir (Ayat 1-4)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah; dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
Kritik
- - Konteks Sejarah: Surat ini erat kaitannya dengan narasi politik Madinah, secara khusus turun setelah Muhammad mengusir suku Yahudi an-Nadir dari Madinah dan menyita harta mereka.
- - Formula pujian (sabbaha/yusabbihu) yang membuka surat-surat Musabbihat ini membongkar fakta bahwa teks-teks tersebut merupakan daur ulang dari fragmen himne dan naskah liturgi komunal peninggalan tradisi Timur Dekat,. Bukti analisis struktural memperlihatkan bahwa "wahyu" ini secara praktis mengadopsi mentah-mentah format ibadah kebaktian (liturgi yang dibuka dengan nyanyian pujian dan ditutup dengan khotbah/sermon) lalu dijahit menjadi surat,. (Karim Samji, Mapping the Musabbihat).

