Bacaan
TopikKebijaksanaan dalam Penaklukan (Ayat 5-7)
مَا قَطَعْتُمْ مِنْ لِينَةٍ أَوْ تَرَكْتُمُوهَا قَائِمَةً عَلَىٰ أُصُولِهَا فَبِإِذْنِ اللَّهِ وَلِيُخْزِيَ الْفَاسِقِينَ
(59:5) Apa yang kamu tebang di antara pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya, maka (itu terjadi) dengan izin Allah; dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik.
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun saat Nabi memerintahkan penebangan dan pembakaran kebun kurma produktif milik Bani Nadhir agar mereka menyerah. Kaum Yahudi mengejeknya sebagai tindakan perusakan bumi, dan umat Islam sempat terpecah pendapatnya, sehingga Allah menurunkan ayat ini untuk membenarkan tindakan tersebut. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Bani an-Naýìr, salah satu klan dalam masyarakat Yahudi di Madinah, dikenal suka berbuat onar dan melanggar kesepakatan dengan Nabi. Merekapun dipaksa meninggalkan Madinah dan tanaman-tanaman mereka pun dibakar. Berkaitan dengan hal inilah Allah menurunkan ayat di atas. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
Kritik
Penebangan pohon kurma Bani Nadir dinyatakan terjadi dengan izin Allah untuk menghinakan orang fasik. Muwatta Malik mencatat pesan Abu Bakar kepada pasukan yang berangkat ke Syam: jangan tebang pohon berbuah dan jangan bakar pohon kurma, dan Ulangan 20:19 sudah melarang menebang pohon buah dalam pengepungan. Yang dilarang khalifah pertama dan hukum Musa di sini diberi izin dari langit.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

