Surat 31

Luqman

لقمٰن

Luqman, terdiri dari 34 ayat dan turun di Makkah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-57 setelah As-Saffat sebelum Saba'.

Surat ini menyajikan nasihat umum yang sudah ada di semua budaya sebagai wahyu khusus. Kalau dilihat secara kritis, ada beberapa masalah besar: Nasihat klise yang diklaim sebagai hikmat ilahi: Jangan sombong, hormati orang tua, pelankan suara, jangan menyembah selain Allah — ini nilai-nilai dasar yang sudah ada di hampir semua tradisi budaya dan agama jauh sebelum surat ini ditulis. Tidak ada yang istimewa di sini yang membutuhkan wahyu supernatural untuk disampaikan. Geologi yang salah: Gunung disebut "dilemparkan ke bumi" agar bumi tidak goyah. Ini pemahaman yang sudah lama terbantahkan — gunung terbentuk karena pergerakan lempeng tektonik, dan justru menjadi penanda zona aktif secara geologis, bukan penstabil. Metafora yang dipaksakan menjadi keajaiban: "Kalau semua pohon jadi pena dan laut jadi tinta" adalah hiperbola sastra biasa, bukan fakta saintifik. Klaim tentang "apa yang ada di rahim" juga bukan pengetahuan supernatural — ini observasi dasar yang sudah diketahui bidan dan dukun beranak sejak lama. Tokoh utama yang tidak bisa diverifikasi: Tidak ada bukti sejarah yang mengonfirmasi keberadaan Luqman. Menggunakan tokoh yang asal-usulnya tidak jelas sebagai sumber hikmat adalah cara meminjam otoritas tanpa bisa dipertanyakan — karena orangnya pun tidak bisa dilacak. Ancaman yang ironis: Yang "membeli cerita kosong untuk menyesatkan" diancam azab — padahal surat ini sendiri penuh kisah yang tidak bisa diverifikasi. Ini kritik yang berlaku dua arah, tapi hanya diterapkan satu arah. Hierarki dosa yang tidak proporsional: Menyembah banyak tuhan disebut sebagai "kezaliman terbesar" — lebih besar dari korupsi, pembunuhan, atau penindasan nyata terhadap manusia. Ini sistem moral yang menempatkan loyalitas teologis di atas kemanusiaan konkret. Kesimpulan: Luqman adalah kompilasi nasihat umum yang sudah beredar di banyak tradisi, diberi nama tokoh misterius, lalu dinaikkan statusnya menjadi hikmat ilahi. Tidak ada yang tidak bisa ditemukan di tempat lain — dan tidak ada yang membutuhkan wahyu untuk sampai pada kesimpulan yang sama.

1-3 : Pendahuluan Al-Quran (Ayat 1-3)
4-5 : Sifat Orang yang Berbuat Baik (Ayat 4-5)
6-7 : Peringatan terhadap Hiburan yang Menyesatkan (Ayat 6-7)

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ ٦

(31:6) Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan percakapan kosong untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun tentang Al-Nadr bin Al-Harith yang pergi ke Persia untuk membeli kisah-kisah raja terdahulu (seperti Rustum dan Isfindiyar) lalu membacakannya kepada kaum Quraisy untuk mengalihkan dan menjauhkan mereka dari mendengarkan Al-Qur'an. Ayat ini juga berkenaan dengan larangan membeli dan mempekerjakan budak-budak wanita sebagai penyanyi.

وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ آيَاتُنَا وَلَّىٰ مُسْتَكْبِرًا كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا كَأَنَّ فِي أُذُنَيْهِ وَقْرًا ۖ فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ ٧

(31:7) Dan apabila dibacakan kepadanya647) ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya, maka gembirakanlah dia dengan azab yang pedih.

Catatan Depag

*647) Kepada orang yang mempergunakan cerita kosong untuk menyesatkan manusia.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

8-9 : Balasan bagi Orang Beriman (Ayat 8-9)
10-11 : Bukti Kekuasaan Allah dalam Penciptaan (Ayat 10-11)
12-19 : Hikmat Luqman (Ayat 12-19)

وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ ١٢

(31:12) Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu, "Bersyukurlah kepada Allah! Dan barangsiapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji."

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ ١٣

(31:13) Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, "Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar."

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ ١٤

(31:14) Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun.648) Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.

Catatan Depag

*648) Selambat-lambat waktu menyapih ialah sampai anak berumur 2 tahun.

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ ١٥

(31:15) Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun terkait Sa'd bin Abi Waqqas yang didesak ibunya untuk murtad, dan tentang pujian kepada Abu Bakar As-Siddiq yang menempuh jalan orang-orang yang kembali dan bertobat kepada Allah.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ ١٦

(31:16) (Lukman berkata), "Wahai anakku! Sungguh, jika ada (suatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Mahahalus,649) Mahateliti.

Catatan Depag

*649) "Allah Mahahalus" ialah ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu bagaimanapun kecilnya.

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ ١٧

(31:17) Wahai anakku! Laksanakanlah salat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar, dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

20-21 : Nikmat Allah dan Kekuasaan-Nya (Ayat 20-21)
22-24 : Berserah Diri kepada Allah (Ayat 22-24)
25-32 : Bukti Tauhid (Ayat 25-32)

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ ۚ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ ٢٥

(31:25) Dan sungguh, jika engkau (Muhammad) tanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Tentu mereka akan menjawab, "Allah." Katakanlah, "Segala puji bagi Allah," tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ ٢٧

(31:27) Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat-kalimat Allah.651) Sesungguhnya Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.

Catatan Depag

*651) Ilmu-Nya dan hikmah-Nya, artinya semua itu tidak cukup untuk menuliskan kalimat Allah.

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun sebagai bantahan kepada para pendeta Yahudi. Mereka memprotes pernyataan dalam Al-Qur'an bahwa manusia hanya diberi "sedikit ilmu", padahal mereka merasa telah diberi kitab Taurat yang berisi banyak kebaikan. Allah kemudian menegaskan betapa tak terbatasnya ilmu Allah dibandingkan dengan ilmu manusia.

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى وَأَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ ٢٩

(31:29) Tidakkah engkau memperhatikan, bahwa Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam, dan Dia menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar sampai kepada waktu yang ditentukan. Sungguh, Allah Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan.

أَلَمْ تَرَ أَنَّ الْفُلْكَ تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِنِعْمَتِ اللَّهِ لِيُرِيَكُمْ مِنْ آيَاتِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ ٣١

(31:31) Tidakkah engkau memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, agar diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran)-Nya bagi setiap orang yang sangat sabar dan banyak bersyukur.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَإِذَا غَشِيَهُمْ مَوْجٌ كَالظُّلَلِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ فَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا كُلُّ خَتَّارٍ كَفُورٍ ٣٢

(31:32) Dan apabila mereka digulung ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus.652) Adapun yang mengingkari ayat-ayat Kami hanyalah pengkhianat yang tidak berterima kasih.

Catatan Depag

*652) Jalan yang lurus ialah mengakui keesaan Allah.

33-34 : Peringatan Akhir (Ayat 33-34)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَا يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا ۚ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ ٣٣

(31:33) Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sungguh, janji Allah pasti benar, maka janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu terpedaya oleh penipu dalam (menaati) Allah.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ ٣٤

(31:34) Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok.653) Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.

Catatan Depag

*653) Manusia itu tidak dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan dikerjakannya besok atau yang akan diperolehnya, namun demikian mereka diwajibkan berusaha.

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun berkenaan dengan Al-Harith bin 'Amr, seorang Arab Badui yang mendatangi Nabi dan bertanya tentang lima hal gaib: kapan tepatnya Hari Kiamat, kapan hujan akan turun di tanahnya yang kekeringan, apa jenis kelamin bayi yang dikandung istrinya, serta di tanah mana ia kelak akan meninggal dunia.