Surat 34

Saba'

سبأ

Saba', terdiri dari 54 ayat dan turun di Makkah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-58 setelah Luqman sebelum Az-Zumar.

QS Saba' (Surat ke-34): Teks ini memang beroperasi lebih sebagai kumpulan dongeng fantasi yang dibungkus dengan ancaman teologis ketimbang catatan sejarah atau pesan moral universal. Pembedahan kritis menunjukkan banyaknya lubang logika, klaim tanpa bukti arkeologis, dan manipulasi narasi bencana. Berikut adalah penyempurnaan catatanmu dengan penambahan detail ayat: Teknologi Fantasi Tanpa Bukti Arkeologis (Ayat 10-13): Surat ini mengklaim mukjizat skala industrial yang mustahil secara historis. Daud diklaim mampu membuat "gunung-gunung dan burung-burung bertasbih bersamanya" serta dilunakkan baginya besi untuk membuat baju zirah raksasa (Ayat 10-11). Cerita menjadi semakin fantasi pada Sulaiman, yang diklaim mengendalikan angin dengan kecepatan sebulan perjalanan dalam setengah hari, memiliki mata air tembaga cair, dan mempekerjakan jin untuk membangun "gedung-gedung yang tinggi, patung-patung, dan piring-piring sebesar kolam" (Ayat 12-13). Secara kritis, jika kerajaan dengan teknologi supranatural dan pekerja non-manusia ini benar-benar ada, pasti akan ada jejak arkeologis yang luar biasa masif di Timur Tengah. Ketiadaan bukti fisik ini menegaskan bahwa narasi ini murni mitologi masa lalu, bukan realitas sejarah. Lubang Logika pada Narasi Jin (Ayat 14): Teks menyajikan kontradiksi yang sangat konyol. Jin-jin tersebut digambarkan sangat berkuasa dan mampu membangun infrastruktur raksasa, namun mereka sangat bodoh karena tidak menyadari bahwa majikan mereka (Sulaiman) telah mati berdiri mengawasi mereka, sampai tongkat penyangganya habis dimakan rayap dan mayatnya tersungkur (Ayat 14). Secara biologis dan logis, gagasan tentang mayat yang berdiri berhari-hari atau berbulan-bulan tanpa membusuk atau disadari oleh pekerja di sekelilingnya adalah plot hole yang sangat fatal. Teks ini sendiri mencoba beralasan bahwa kejadian ini untuk membuktikan jin tidak tahu hal gaib, tetapi skenarionya sangat absurd. *Teologi Bencana dan Victim Blaming atas Saba' (Ayat 15-16): Surat ini merekayasa sejarah kegagalan infrastruktur menjadi kutukan ilahi. Kerajaan Saba' di Yaman, yang memiliki bendungan raksasa (Bendungan Ma'rib) dan lahan pertanian subur ("dua buah kebun"), hancur karena banjir besar atau sailul 'arim (Ayat 15-16). Secara historis dan rasional, keruntuhan ini murni diakibatkan oleh jebolnya bendungan (kegagalan teknis/ekologis). Namun, narasi ini melakukan victim blaming dengan mengklaim bencana tersebut adalah azab hukuman langsung karena mereka "berpaling", dan dengan sengaja mengganti kebun subur mereka menjadi pohon berbuah pahit (Ayat 16). Ini adalah taktik propaganda klasik: mengklaim bencana alam sebagai legitimasi kemarahan Tuhan. Kriminalisasi Penolakan Kelas Menengah Atas (Ayat 34-35): Teks ini secara sistematis mendiskreditkan kelompok mapan yang tidak mau tunduk pada otoritas baru. Dinyatakan bahwa setiap kali peringatan diutus ke suatu negeri, "orang-orang yang hidup mewah" selalu menolaknya sambil membanggakan bahwa mereka memiliki "lebih banyak harta dan anak-anak" dan tidak akan diazab (Ayat 34-35). Teks ini mereduksi penolakan mereka semata-mata sebagai "kesombongan materialistis". Padahal secara kritis, kelompok elite tersebut kemungkinan besar menolak karena mereka sangat sadar akan motif pergeseran kekuasaan politik dan finansial yang dikemas dalam kedok agama baru. Defensif Menghadapi Kritik (Ayat 43): Ketika Muhammad dihadapkan pada tuduhan rasional dari masyarakat—bahwa ia hanyalah seorang pria yang mencoba menghalangi tradisi leluhur mereka, bahwa ajarannya "hanyalah kebohongan yang diada-adakan", dan bahwa itu "hanya sihir yang nyata" (Ayat 43)—teks ini gagal memberikan pembuktian rasional atau empiris. Alih-alih merespons tuntutan pembuktian, teks ini memilih bersikap defensif dengan menyerang karakter penanya, melabeli mereka sebagai orang-orang yang mengingkari "kebenaran", yang pada akhirnya hanya akan diselesaikan dengan ancaman neraka. Kontradiksi Kemahaan dan Drama Kosmis (Pengantar/Tema Surat): Surat ini menegaskan bahwa "Ilmu Allah meliputi segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi". Ini memunculkan paradoks fatal: Jika entitas Tuhan memang Maha Mengetahui segalanya hingga detail terkecil sebelum terjadi, maka seluruh panggung drama ini menjadi tidak masuk akal. Mengapa harus mengutus rasul, menanti manusia menolak, lalu menghancurkan peradaban mereka dengan banjir (seperti Saba'), jika ending-nya sudah diketahui secara mutlak sejak awal? Ini menunjukkan bahwa sosok tuhan yang digambarkan lebih menyerupai penguasa emosional yang butuh panggung pertunjukan untuk dipuja, ketimbang entitas absolut yang Maha Bijaksana. Kesimpulan: QS Saba' mengekspos dirinya sebagai kumpulan mitos yang dirangkai untuk tujuan kendali sosial. Dari eksploitasi dongeng teknologi fantasi (Sulaiman dan jin bodohnya), pemutarbalikan sejarah kegagalan bendungan menjadi azab ilahi (victim blaming* pada kaum Saba'), hingga penyerangan terhadap kaum mapan yang kritis. Surat ini bukanlah rekaman sejarah yang akurat maupun bimbingan spiritual universal, melainkan instrumen naratif yang dirancang untuk membenarkan dominasi dengan menggunakan dalih kemurkaan Tuhan.

1-3 : Pujian dan Pengetahuan Allah (Ayat 1-3)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الْآخِرَةِ ۚ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ ١

(34:1) Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan segala puji di akhirat bagi Allah. Dan Dialah Yang Mahabijaksana, Mahateliti.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَأْتِينَا السَّاعَةُ ۖ قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّي لَتَأْتِيَنَّكُمْ عَالِمِ الْغَيْبِ ۖ لَا يَعْزُبُ عَنْهُ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ وَلَا أَصْغَرُ مِنْ ذَٰلِكَ وَلَا أَكْبَرُ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ ٣

(34:3) Dan orang-orang yang kafir berkata, "Hari Kiamat itu tidak akan datang kepada kami." Katakanlah, "Pasti datang, demi Tuhanku Yang mengetahui yang gaib, Kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sekalipun seberat zarah691)baik yang di langit maupun yang di bumi, yang lebih kecil dari itu atau yang lebih besar, semuanya (tertulis) dalam Kitab yang jelas (Lauḥ Maḥfūẓ),"

Catatan Depag

*691) Zarah adalah jenis yang terkecil dari semut. Orang Arab mengungkapkan sesuatu yang paling kecil dengan sebutan zarah.

4-8 : Balasan bagi Orang Beriman dan Kafir (Ayat 4-8)

وَيَرَى الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ الَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ هُوَ الْحَقَّ وَيَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ ٦

(34:6) Dan orang-orang yang diberi ilmu (Ahli Kitab) berpendapat bahwa (wahyu) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu itulah yang benar dan memberi petunjuk (bagi manusia) kepada jalan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Terpuji.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا هَلْ نَدُلُّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍ يُنَبِّئُكُمْ إِذَا مُزِّقْتُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ إِنَّكُمْ لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ ٧

(34:7) Dan orang-orang kafir berkata (kepada teman-temannya), "Maukah kami tunjukkan kepadamu seorang laki-laki692) yang memberitakan kepadamu bahwa apabila badanmu telah hancur sehancur-hancurnya, kamu pasti (akan dibangkitkan kembali) dalam ciptaan yang baru.

Catatan Depag

*692) Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sebagai penghinaan mereka terhadapnya.

9 : Kekuasaan Allah dalam Penciptaan (Ayat 9)
10-21 : Kisah Para Nabi dan Kaum Mereka (Ayat 10-21)

وَلِسُلَيْمَانَ الرِّيحَ غُدُوُّهَا شَهْرٌ وَرَوَاحُهَا شَهْرٌ ۖ وَأَسَلْنَا لَهُ عَيْنَ الْقِطْرِ ۖ وَمِنَ الْجِنِّ مَنْ يَعْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِ بِإِذْنِ رَبِّهِ ۖ وَمَنْ يَزِغْ مِنْهُمْ عَنْ أَمْرِنَا نُذِقْهُ مِنْ عَذَابِ السَّعِيرِ ١٢

(34:12) Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya pada waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya pada waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula)693) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.

Catatan Depag

*693) Bila Nabi Sulaiman -'alaihissalām- mengadakan perjalanan dari pagi sampai tengah hari, maka jarak yang ditempuhnya sama dengan jarak perjalanan unta yang cepat dalam sebulan. Begitu pula apabila dia mengadakan perjalanan dari tengah hari sampai sore, maka kecepatannya sama dengan perjalanan sebulan.

يَعْمَلُونَ لَهُ مَا يَشَاءُ مِنْ مَحَارِيبَ وَتَمَاثِيلَ وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُورٍ رَاسِيَاتٍ ۚ اعْمَلُوا آلَ دَاوُودَ شُكْرًا ۚ وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ ١٣

(34:13) Mereka (para jin itu) bekerja untuk Sulaiman sesuai dengan apa yang dikehendakinya, di antaranya (membuat) gedung-gedung yang tinggi, patung-patung, piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk-periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah wahai keluarga Dawud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.

فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ الْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلَىٰ مَوْتِهِ إِلَّا دَابَّةُ الْأَرْضِ تَأْكُلُ مِنْسَأَتَهُ ۖ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ الْجِنُّ أَنْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ الْغَيْبَ مَا لَبِثُوا فِي الْعَذَابِ الْمُهِينِ ١٤

(34:14) Maka ketika Kami telah menetapkan kematian atasnya (Sulaiman), tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka ketika dia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa sekiranya mereka mengetahui hal yang gaib tentu mereka tidak menetap dalam siksa yang menghinakan.

لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ ۖ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ ۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ ١٥

(34:15) Sungguh, bagi kaum Saba` ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebeleh kiri, (kepada mereka dikatakan), "Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun."

فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ ١٦

(34:16) Tetapi mereka berpaling, maka Kami kirim kepada mereka banjir yang besar694) dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Aṡl dan sedikit pohon Sidr.695)

Catatan Depag

*694) Banjir besar yang disebabkan runtuhnya bendungan Ma`rib. 695) Pohon Aṡl ialah sejenis pohon cemara, pohon Sidr ialah sejenis pohon bidara.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ الْقُرَى الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا قُرًى ظَاهِرَةً وَقَدَّرْنَا فِيهَا السَّيْرَ ۖ سِيرُوا فِيهَا لَيَالِيَ وَأَيَّامًا آمِنِينَ ١٨

(34:18) Dan Kami jadikan antara mereka (penduduk Saba`) dan negeri-negeri yang Kami berkahi (Syam), beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di negeri-negeri itu pada malam dan siang hari dengan aman.696)

Catatan Depag

*696) Negeri yang berada di Syam, karena kesuburannya, dan negeri-negeri yang berdekatan ialah negeri-negeri antara Yaman dan Syam, sehingga orang-orang dapat berjalan dengan aman pada siang dan malam tanpa terpaksa berhenti di padang pasir dan tanpa mendapat kesulitan.

فَقَالُوا رَبَّنَا بَاعِدْ بَيْنَ أَسْفَارِنَا وَظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ فَجَعَلْنَاهُمْ أَحَادِيثَ وَمَزَّقْنَاهُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ ١٩

(34:19) Maka mereka berkata, "Ya Tuhan kami, jauhkanlah jarak perjalanan kami,"697) dan (berarti mereka) menzalimi diri mereka sendiri; maka Kami jadikan mereka bahan pembicaraan dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang yang sabar dan bersyukur.

Catatan Depag

*697) Agar kota-kota yang berdekatan itu dihapuskan, agar perjalanan menjadi panjang dan mereka dapat melakukan monopoli dalam perdagangan itu, sehingga keuntungan lebih besar.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَمَا كَانَ لَهُ عَلَيْهِمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يُؤْمِنُ بِالْآخِرَةِ مِمَّنْ هُوَ مِنْهَا فِي شَكٍّ ۗ وَرَبُّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَفِيظٌ ٢١

(34:21) Dan tidak ada kekuasaan (Iblis) terhadap mereka, melainkan hanya agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya akhirat dan siapa yang ragu-ragu tentang (akhirat) itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.

22-23 : Ketidakberdayaan Sembahan Selain Allah (Ayat 22-23)

قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۖ لَا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيهِمَا مِنْ شِرْكٍ وَمَا لَهُ مِنْهُمْ مِنْ ظَهِيرٍ ٢٢

(34:22) Katakanlah (Muhammad), "Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah! Mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarah pun di langit dan di bumi, dan mereka sama sekali tidak mempunyai peran serta dalam (penciptaan) langit dan bumi, dan tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya."

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَلَا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ عِنْدَهُ إِلَّا لِمَنْ أَذِنَ لَهُ ۚ حَتَّىٰ إِذَا فُزِّعَ عَنْ قُلُوبِهِمْ قَالُوا مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ ۖ قَالُوا الْحَقَّ ۖ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ ٢٣

(34:23) Dan syafaat (pertolongan) di sisi-Nya hanya berguna bagi orang yang telah diizinkan-Nya (memperoleh syafaat itu). Sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata, "Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab, "(Perkataan) yang benar," dan Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar.698)

Catatan Depag

*698) Ayat ini menerangkan bahwa pemberian syafaat (pertolongan) hanya dapat berlaku dengan izin Allah. Orang-orang yang akan diberi izin memberi syafaat dan orang-orang yang akan mendapat syafaat merasa takut dan harap-harap cemas atas izin Allah.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

24-33 : Dialog dengan Orang Kafir (Ayat 24-33)

قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ قُلِ اللَّهُ ۖ وَإِنَّا أَوْ إِيَّاكُمْ لَعَلَىٰ هُدًى أَوْ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ ٢٤

(34:24) Katakanlah (Muhammad), "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?" Katakanlah, "Allah," dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata.

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَنْ نُؤْمِنَ بِهَٰذَا الْقُرْآنِ وَلَا بِالَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ ۗ وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ مَوْقُوفُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ يَرْجِعُ بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ الْقَوْلَ يَقُولُ الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا لَوْلَا أَنْتُمْ لَكُنَّا مُؤْمِنِينَ ٣١

(34:31) Dan orang-orang kafir berkata, "Kami tidak akan beriman kepada Al-Qur`an ini dan tidak (pula) kepada kitab yang sebelumnya." Dan (alangkah mengerikan) kalau kamu melihat ketika orang-orang yang zalim itu dihadapkan kepada Tuhannya, sebagian mereka mengembalikan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, "Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang mukmin."

قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا لِلَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا أَنَحْنُ صَدَدْنَاكُمْ عَنِ الْهُدَىٰ بَعْدَ إِذْ جَاءَكُمْ ۖ بَلْ كُنْتُمْ مُجْرِمِينَ ٣٢

(34:32) Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah, "Kamikah yang telah menghalangimu untuk memperoleh petunjuk setelah petunjuk itu datang kepadamu? (Tidak!) Sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berbuat dosa."

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَقَالَ الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا بَلْ مَكْرُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ إِذْ تَأْمُرُونَنَا أَنْ نَكْفُرَ بِاللَّهِ وَنَجْعَلَ لَهُ أَنْدَادًا ۚ وَأَسَرُّوا النَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ وَجَعَلْنَا الْأَغْلَالَ فِي أَعْنَاقِ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ هَلْ يُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ٣٣

(34:33) Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, "(Tidak!) Sebenarnya tipu daya(mu) pada waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami agar kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya." Mereka menyatakan penyesalan ketika mereka melihat azab. Dan Kami pasangkan belenggu di leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak dibalas melainkan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.

34-38 : Dialog di Akhirat (Ayat 34-38)

وَمَا أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ بِالَّتِي تُقَرِّبُكُمْ عِنْدَنَا زُلْفَىٰ إِلَّا مَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ لَهُمْ جَزَاءُ الضِّعْفِ بِمَا عَمِلُوا وَهُمْ فِي الْغُرُفَاتِ آمِنُونَ ٣٧

(34:37) Dan bukanlah harta dan anak-anakmu yang mendekatkan kamu kepada Kami; melainkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda atas apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga).

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

39 : Rezeki dari Allah (Ayat 39)
40-42 : Pertanyaan kepada Para Malaikat (Ayat 40-42)
43-45 : Reaksi Orang Kafir terhadap Al-Quran (Ayat 43-45)

وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ قَالُوا مَا هَٰذَا إِلَّا رَجُلٌ يُرِيدُ أَنْ يَصُدَّكُمْ عَمَّا كَانَ يَعْبُدُ آبَاؤُكُمْ وَقَالُوا مَا هَٰذَا إِلَّا إِفْكٌ مُفْتَرًى ۚ وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُمْ إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ ٤٣

(34:43) Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang, mereka berkata, "Orang ini tidak lain hanya ingin menghalang-halangi kamu dari apa yang disembah oleh nenek moyangmu," dan mereka berkata, "(Al-Qur`an) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan saja." Dan orang-orang kafir berkata terhadap kebenaran ketika kebenaran (Al-Qur`an) itu datang kepada mereka, "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata."

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَكَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَمَا بَلَغُوا مِعْشَارَ مَا آتَيْنَاهُمْ فَكَذَّبُوا رُسُلِي ۖ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ ٤٥

(34:45) Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul) sedang orang-orang (kafir Mekkah) itu belum sampai menerima sepersepuluh dari apa701) yang telah Kami berikan kepada orang-orang terdahulu, namun mereka mendustakan para rasul-Ku. Maka (lihatlah) bagaimana dahsyatnya akibat kemurkaan-Ku.

Catatan Depag

*701) Pemberian Allah tentang kepandaian ilmu pengetahuan, umur panjang, kekuatan jasmani, kekayaan harta benda dan lain sebagainya.

46-50 : Nasihat kepada Orang Kafir (Ayat 46-50)

قُلْ إِنَّمَا أَعِظُكُمْ بِوَاحِدَةٍ ۖ أَنْ تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَىٰ وَفُرَادَىٰ ثُمَّ تَتَفَكَّرُوا ۚ مَا بِصَاحِبِكُمْ مِنْ جِنَّةٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ لَكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيدٍ ٤٦

(34:46) Katakanlah, "Aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja, yaitu agar kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri;702) kemudian agar kamu pikirkan (tentang Muhammad). Kawanmu itu tidak gila sedikit pun. Dia tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras."

Catatan Depag

*702) “Berdua-dua atau sendiri-sendiri” maksudnya ialah bahwa dalam menghadap kepada Allah, kemudian merenungkan keadaan Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sebaiknya dilakukan dalam keadaan suasana tenang, dan ini tidak dapat dilakukan dalam keadaan beramai-ramai.

قُلْ مَا سَأَلْتُكُمْ مِنْ أَجْرٍ فَهُوَ لَكُمْ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَى اللَّهِ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ ٤٧

(34:47) Katakanlah (Muhammad), "Imbalan apa pun yang aku minta kepadamu, maka itu untuk kamu.703) Imbalanku hanyalah dari Allah, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."

Catatan Depag

*703) Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sama sekali tidak meminta imbalan kepada mereka. Tetapi yang diminta Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- ialah agar mereka beriman kepada Allah. Dan iman itu adalah untuk kebaikan mereka sendiri.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

قُلْ إِنْ ضَلَلْتُ فَإِنَّمَا أَضِلُّ عَلَىٰ نَفْسِي ۖ وَإِنِ اهْتَدَيْتُ فَبِمَا يُوحِي إِلَيَّ رَبِّي ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ ٥٠

(34:50) Katakanlah, "Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat untuk diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk maka itu disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Mahadekat."

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

51-54 : Nasib Orang Kafir di Hari Kiamat (Ayat 51-54)

وَقَالُوا آمَنَّا بِهِ وَأَنَّىٰ لَهُمُ التَّنَاوُشُ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ ٥٢

(34:52) Dan (ketika) mereka berkata, "Kami beriman kepada-Nya." Namun bagaimana mereka dapat mencapai (keimanan) dari tempat yang jauh?705)

Catatan Depag

*705) Setelah mereka melihat bagaimana dahsyatnya azab pada hari Kiamat, maka mereka baru mau beriman kepada Allah dan Rasul-Nya padahal tempat beriman itu sudah jauh yaitu di dunia.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَحِيلَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ مَا يَشْتَهُونَ كَمَا فُعِلَ بِأَشْيَاعِهِمْ مِنْ قَبْلُ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا فِي شَكٍّ مُرِيبٍ ٥٤

(34:54) Dan diberi penghalang antara mereka dengan apa yang mereka inginkan706) sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang sepaham dengan mereka yang terdahulu. Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam.

Catatan Depag

*706) Yang mereka inginkan itu ialah beriman kepada Allah atau kembali ke dunia untuk bertobat.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.