Luqman (Luqman) Ayat 10

Bacaan

TopikBukti Kekuasaan Allah dalam Penciptaan (Ayat 10-11)

خَلَقَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ۖ وَأَلْقَىٰ فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ ۚ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ

(31:10) Dia menciptakan langit tanpa tiang sebagaimana kamu melihatnya, dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi agar ia (bumi) tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembangbiakkan segala macam jenis makhluk bergerak yang bernyawa di bumi. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.

Cacat Logika

Divine fallacy (God of the gaps) - Menggunakan eksistensi gunung, kestabilan bumi, turunnya hujan, dan perkembangbiakan hewan semata-mata sebagai bukti mutlak intervensi Sang Pencipta, secara logis mengabaikan proses geologis dan biologis alamiah.

Sains

S31:10 menggambarkan langit tanpa tiang yang terlihat dan gunung sebagai pasak (awtad) bumi—kosmologi geosentris abad ke-7. Gunung tidak berfungsi sebagai 'pasak' yang mencegah bumi berguncang; stabilitas litosfer dijelaskan melalui tektonik lempeng, bukan struktur pasak vertikal.

Kontradiksi

Kontradiksi: S31:10 menyebut Allah menebarkan binatang melata dari air—namun S24:45 menyebut Allah menciptakan setiap makhluk bergerak dari air, S21:30 menyebut segala yang hidup dari air. Tiga ayat berbeda memberi framing berbeda untuk asal kehidupan dari air tanpa penjelasan mekanisme yang konsisten.