Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun berkenaan dengan Al-Harith bin 'Amr, seorang Arab Badui yang mendatangi Nabi dan bertanya tentang lima hal gaib: kapan tepatnya Hari Kiamat, kapan hujan akan turun di tanahnya yang kekeringan, apa jenis kelamin bayi yang dikandung istrinya, serta di tanah mana ia kelak akan meninggal dunia.
TopikPeringatan Akhir (Ayat 33-34)
إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok.653) Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.
Catatan Depag
*653) Manusia itu tidak dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan dikerjakannya besok atau yang akan diperolehnya, namun demikian mereka diwajibkan berusaha.
Scientific Error
S31:34 menyatakan hanya Allah yang mengetahui: waktu kiamat, turunnya hujan, apa dalam rahim, apa yang akan dikerjakan besok, di mana seseorang mati. Tiga dari lima klaim ini telah melampaui batas pengetahuan manusia: prakiraan cuaca modern memprediksi hujan, USG mendeteksi jenis kelamin janin, dan ilmu meteorologi memetakan sistem hujan.
Contradiction
Kontradiksi: S31:34 mengklaim hanya Allah yang tahu isi rahim—namun teknologi USG dan amniosentesis modern memungkinkan manusia mengetahui jenis kelamin, kondisi kesehatan, bahkan kelainan genetik janin. Jika ini adalah klaim eksklusivitas pengetahuan ilahi, teknologi modern telah membatalkan klaimnya.

