Bacaan
TopikBukti Tauhid (Ayat 25-32)
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى وَأَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
(31:29) Tidakkah engkau memperhatikan, bahwa Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam, dan Dia menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar sampai kepada waktu yang ditentukan. Sungguh, Allah Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan.
Logical Fallacy
Non sequitur & Divine fallacy - Melakukan lompatan logika dengan mengklaim pergantian malam-siang dan kemampuan kapal berlayar di atas ombak secara murni karena intervensi dan "nikmat" Ilahi, menisbikan hukum fisika mekanik sama sekali.
Scientific Error
Geosentrisme: 'Tidakkah kamu perhatikan bahwa Allah memasukkan malam ke dalam siang... dan menundukkan matahari dan bulan' — menggambarkan matahari yang 'ditundukkan' bergerak; konsisten dengan pandangan geosentris di mana matahari bergerak mengelilingi bumi.

