Bacaan
TopikNikmat Allah dan Kekuasaan-Nya (Ayat 20-21)
أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً ۗ وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلَا هُدًى وَلَا كِتَابٍ مُنِيرٍ
Tidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untuk (kepentingan)mu dan menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir dan batin. Tetapi di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.
Logical Fallacy
Ad hominem - Mendiskreditkan rasionalitas orang-orang yang mempertanyakan doktrin keesaan Tuhan dengan melabeli bantahan mereka dilakukan "tanpa ilmu, tanpa petunjuk, dan tanpa Kitab".
Scientific Error
Klaim seluruh alam semesta 'ditundukkan' untuk manusia (anthroposentrisme kosmik) tidak sesuai dengan skala alam semesta: manusia hanya menempati satu planet kecil dari ~10²⁴ bintang di alam semesta yang teramati. Klaim ini mencerminkan pandangan dunia abad ke-7 yang menempatkan manusia sebagai pusat penciptaan.

