← Artikel

Al-Ma'idah 5:115 · Saba 34:10  ·  8 menit

Ma'idah

Allah menjanjikan meja makan dari langit dengan ancaman hukuman terberat bagi yang tidak percaya setelah melihatnya. Al-Qur'an tidak pernah menceritakan apakah meja itu turun.

Ilustrasi editorial meja makan menggantung di bawah cahaya langit gelap

Al-Ma'idah 5:112: para murid Isa bertanya, apakah Tuhanmu bisa menurunkan meja makan dari langit untuk kami?

Isa memperingatkan mereka: bertakwalah kepada Allah jika kamu beriman. Mereka tidak berhenti. Al-Ma'idah 5:113–114: kami ingin makan darinya, kami ingin hati kami mantap, kami ingin menjadi saksi.

Isa berdoa. Dan Al-Ma'idah 5:115 adalah jawaban Allah: "Sesungguhnya Aku akan menurunkannya kepada kamu. Tapi siapa yang kafir setelah itu di antara kamu, maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di seluruh alam."

Di situ ceritanya berhenti.

Al-Qur'an tidak pernah menyatakan meja itu turun. Tidak ada satu ayat pun yang memastikan kedatangannya. Tidak ada keterangan tentang hari raya yang Isa minta ditetapkan. Tidak ada catatan tentang siapa yang makan dari meja itu, atau siapa yang kemudian kafir dan menerima hukuman yang tadi dijanjikan.

Para mufassir terbagi. Sebagian menyatakan meja itu turun dan jadi hari raya bagi pengikut Isa. Sebagian mengatakan Isa menarik permintaannya setelah mendengar beratnya ancaman, karena khawatir umatnya tidak sanggup menanggung akibatnya. Yang satu menyimpulkan dari susunan ayatnya, yang lain menyimpulkan sebaliknya dari susunan yang sama. Tidak ada yang berpijak pada ayat yang mengatakannya langsung.

Surah ini dinamai Al-Ma'idah, meja. Tapi ujung kisah mejanya tidak ada di dalam surah yang memakai namanya.

Angin yang dua kali disebutkan berbeda

Al-Anbiya 21:81 menyatakan Allah menundukkan angin bagi Sulaiman, angin yang bertiup ke negeri yang diberkahi.

Saba 34:12 jauh lebih rinci: angin itu perjalanan paginya sebulan dan perjalanan sorenya sebulan.

Dua ayat untuk satu hal yang sama, dengan tingkat kerincian yang jauh berbeda. Al-Anbiya menyebut angin tanpa ukuran. Saba menyebut lama tempuhnya sampai ke hitungan bulan. Keduanya tidak saling menyangkal, tapi gambar yang tertinggal di kepala pembaca tidak sama.

Sisa ayat Saba 34:12 menambah lagi: dan Kami alirkan untuknya sumber tembaga cair, dan dari antara jin ada yang bekerja di hadapannya. Semuanya sangat teknis. Angin yang ada ukurannya, logam cair, tenaga kerja dari bangsa jin. Kerajaan dengan kekayaan sebesar itu semestinya meninggalkan bekas yang bisa digali. Tradisi Sulaiman di dalam Al-Qur'an tidak nyambung ke catatan mana pun di luar naskah yang bersandar pada tradisi yang sama.

Gunung yang disuruh, atau cuma digambarkan

Saba 34:10: "Hai gunung-gunung, bertasbihlah bersama Daud, dan demikian pula burung-burung."

Al-Anbiya 21:79 mengulang klaim yang sama: gunung-gunung bertasbih bersama Daud.

Para mufassir berbeda pendapat apakah ini harfiah atau kiasan. Sebagian membacanya sebagai kiasan untuk keindahan suara Daud yang seolah membuat alam ikut bergema. Sebagian membacanya sebagai kejadian nyata: gunung-gunung benar-benar mengeluarkan suara tasbih mengikuti Daud.

Al-Qur'an tidak menyediakan penanda untuk membedakan keduanya. Bahasa yang dipakai untuk perintah kepada gunung sama dengan bahasa yang dipakai untuk perintah kepada manusia di tempat lain dalam kitab yang sama. Kalau ini kiasan, Al-Qur'an tidak menandainya sebagai kiasan. Kalau ini harfiah, pernah ada guncangan bumi dan gemuruh suara sebesar itu di zaman Daud yang tidak tercatat oleh satu pun sumber di luar tradisi ini.

Ketiga bagian dari seri ini memeriksa kebiasaan yang sama: bagian yang bisa dibayangkan diceritakan sampai habis, bagian yang perlu dijelaskan ditinggalkan. Bagian pertama: sapi, kera, dan kebangkitan mayat. Bagian kedua: tongkat, ikan, dan kulit. Bagian ini: meja, angin, dan gunung.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria

Bacaan selanjutnya