Qurai

Surat 97

Al-Qadr

القدر

Kemuliaan, terdiri dari 5 ayat dan turun di Makkah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-25 setelah Abasa sebelum Asy-Syams.

Al-Qadr menyebut satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, dan tidak menyebut malam yang mana. Malam yang tidak bertanggal (ayat 1 sampai 5): Ayat 1 berbunyi Kami menurunkannya pada malam kemuliaan. Tanggalnya tidak disebut di seluruh Al-Qur'an. Penentuan malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan datang dari hadis, bukan dari ayatnya, dan sampai sekarang orang mencarinya di beberapa malam sekaligus karena tidak ada yang tahu pasti. Turun sekaligus, atau turun dua puluh tiga tahun (ayat 1): Ayat 1 menyatakan Al-Qur'an diturunkan pada malam itu. Tradisi yang sama menyebut wahyu turun berangsur selama dua puluh tiga tahun. Tafsir menyelesaikannya dengan dua tahap penurunan: sekaligus ke langit dunia, lalu sedikit demi sedikit ke bumi. Tahap pertama itu tidak ada di ayat mana pun. Lebih baik dari seribu bulan (ayat 3): Seribu bulan sekitar delapan puluh tiga tahun. Cara menghitungnya tidak dijelaskan, dan tafsir membacanya sebagai kiasan untuk sangat banyak. Malaikat dan Ruh turun (ayat 4): Ayat 4 menyebut malaikat dan Ruh turun pada malam itu dengan izin Tuhan untuk mengatur segala urusan. Malam ketika nasib setahun ke depan ditetapkan. Kelima ayatnya menerangkan nilai satu malam. Malamnya sendiri tetap tidak diberi tanggal.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (5 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1 : Ayat 1: Wahyu pada Malam Istimewa

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١

(97:1) Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur`an) pada malam qadar.919

Catatan Depag

*919) Malam qadar mempunyai beberapa arti, di antaranya malam kemuliaan, karena pada malam itu permulaan diturunkannya Al-Qur`an dari Lauḥ Maḥfūẓ kepada Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun ketika Nabi menceritakan kisah seorang pria dari Bani Israil yang berjuang mengangkat senjata di jalan Allah selama seribu bulan. Para sahabat merasa sangat takjub namun juga bersedih karena merasa umur mereka yang pendek tidak akan bisa menyamai pahala pria tersebut. Lalu turunlah ayat mengenai malam Lailatul Qadr yang pahala ibadahnya lebih baik dari seribu bulan.

2 : Ayat 2: Keagungan Malam Qadr

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ٢

(97:2) Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun ketika Nabi menceritakan kisah seorang pria dari Bani Israil yang berjuang mengangkat senjata di jalan Allah selama seribu bulan. Para sahabat merasa sangat takjub namun juga bersedih karena merasa umur mereka yang pendek tidak akan bisa menyamai pahala pria tersebut. Lalu turunlah ayat mengenai malam Lailatul Qadr yang pahala ibadahnya lebih baik dari seribu bulan.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

3 : Ayat 3: Nilai Malam Qadr

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ٣

(97:3) Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun ketika Nabi menceritakan kisah seorang pria dari Bani Israil yang berjuang mengangkat senjata di jalan Allah selama seribu bulan. Para sahabat merasa sangat takjub namun juga bersedih karena merasa umur mereka yang pendek tidak akan bisa menyamai pahala pria tersebut. Lalu turunlah ayat mengenai malam Lailatul Qadr yang pahala ibadahnya lebih baik dari seribu bulan.

4 : Ayat 4: Aktivitas Para Malaikat
5 : Ayat 5: Sifat Damai Malam tersebut