Pernyataan bahwa malaikat dan Ruh turun "dengan izin Tuhannya" pada malam Qadr (Lailatul Qadr) bukan sekadar ungkapan keagungan, melainkan sebuah polemik reaktif terhadap literatur mistik masa itu. Teks ini ngotot menekankan frasa "dengan izin Tuhan" demi membantah mitos dalam Book of Watchers (Kitab Henokh) yang dipercayai oleh audiensnya, di mana malaikat diceritakan turun ke bumi atas inisiatif mereka sendiri untuk memberontak. Teks Al-Qur'an berusaha keras meluruskan sisa-sisa dogma apokrifa ini. (Patricia Crone, The Book of Watchers in the Qur’an).