بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ١
(96:1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.
Surat 96
العلق
Segumpal Darah, terdiri dari 19 ayat dan turun di Makkah.
Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-1 sebelum Al-Qalam.
Al-'Alaq punya dua bagian yang nadanya berjauhan: lima ayat tentang mengajar, dan empat belas ayat tentang satu orang penentang. Diciptakan dari 'alaq (ayat 2): Ayat 2 menyebut manusia diciptakan dari 'alaq. Tafsir klasik seperti al-Tabari dan Ibnu Katsir membacanya sebagai segumpal darah. Embrio manusia tidak pernah berupa gumpalan darah pada tahap mana pun. Penafsir modern memindahkan artinya jadi sesuatu yang menempel, dan pemindahan itu terjadi sesudah embriologi dikenal, bukan sebelumnya. Mengajar dengan pena (ayat 4 dan 5): Di ayat 4 dan 5, Dia mengajar manusia dengan pena, mengajarkan apa yang tidak diketahuinya. Yang dimuliakan di ayat pembuka ini kegiatan menulis dan alatnya. Wahyu pertama menurut siapa (ayat 1 sampai 5): Al-Qur'an tidak menyebut di mana pun bahwa lima ayat ini yang pertama turun. Urutan itu datang dari riwayat Aisyah yang dicatat di Sahih Bukhari, lebih dari dua abad sesudah peristiwanya. Ubun-ubun dan Zabaniyah (ayat 15 sampai 18): Ayat 15 sampai 18 mengancam akan menarik ubun-ubun orang yang mendustakan dan memanggil Zabaniyah. Riwayat menyebut sasarannya Abu Jahal, yang melarang Muhammad salat. Ancaman itu ancaman untuk satu orang tertentu di satu perselisihan tertentu. Bagian pertama surat ini memuliakan pena. Bagian keduanya mengancam menyeret orang yang tidak setuju.
Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (19 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ١
(96:1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.
خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ ٢
(96:2) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ٣
(96:3) Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ٤
(96:4) Yang mengajar (manusia) dengan pena.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ٥
(96:5) Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
كَلَّا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَيَطْغَىٰ ٦
(96:6) Sekali-sekali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas,
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
6-19 Ayat ini turun berkenaan dengan Abù Jahl yang hendak mencelakakan Nabi yang tengah salat. Niat itu urung terlaksana karena Allah melindungi Rasul-Nya. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَىٰ ٧
(96:7) apabila melihat dirinya serba cukup.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الرُّجْعَىٰ ٨
(96:8) Sungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(mu).
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
أَرَأَيْتَ الَّذِي يَنْهَىٰ ٩
(96:9) Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
عَبْدًا إِذَا صَلَّىٰ ١٠
(96:10) seorang hamba ketika dia melaksanakan salat?918
Catatan Depag
*918) Yang melarang adalah Abu Jahal dan yang dilarang ialah Rasululllah. Tetapi usaha ini tidak berhasil karena Abu Jahal melihat sesuatu yang menakutkannya. Setelah Rasulullah selesai salat, disampaikannya berita itu kepada Rasulullah. Kemudian Rasulullah mengatakan, "Kalau Abu Jahal berbuat demikian, niscaya dia akan dibinasakan oleh malaikat".
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
أَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ عَلَى الْهُدَىٰ ١١
(96:11) Bagaimana pendapatmu jika dia (yang dilarang salat itu) berada di atas kebenaran (petunjuk),
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
أَوْ أَمَرَ بِالتَّقْوَىٰ ١٢
(96:12) atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
أَرَأَيْتَ إِنْ كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ ١٣
(96:13) Bagaimana pendapatmu jika dia (yang melarang) itu mendustakan dan berpaling?
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللَّهَ يَرَىٰ ١٤
(96:14) Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
كَلَّا لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ لَنَسْفَعًا بِالنَّاصِيَةِ ١٥
(96:15) Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya (ke dalam neraka),
نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ ١٦
(96:16) (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka.
فَلْيَدْعُ نَادِيَهُ ١٧
(96:17) Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya).
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun mengenai kesombongan Abu Jahal yang pernah mencegah dan mengancam Nabi dengan kasar saat beliau sedang salat. Ia menantang dengan mengatakan bahwa ia memiliki pasukan penjaga dan pengikut terbanyak di Makkah. Ayat ini menantangnya untuk memanggil semua pasukannya, karena kelak Allah akan memanggil para malaikat penjaga neraka (Zabaniyah) untuk menyeretnya.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَ ١٨
(96:18) Kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah (penyiksa orang-orang yang berdosa).
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun mengenai kesombongan Abu Jahal yang pernah mencegah dan mengancam Nabi dengan kasar saat beliau sedang salat. Ia menantang dengan mengatakan bahwa ia memiliki pasukan penjaga dan pengikut terbanyak di Makkah. Ayat ini menantangnya untuk memanggil semua pasukannya, karena kelak Allah akan memanggil para malaikat penjaga neraka (Zabaniyah) untuk menyeretnya.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ ۩ ١٩
(96:19) Sekali-kali tidak! Janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah).
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun mengenai kesombongan Abu Jahal yang pernah mencegah dan mengancam Nabi dengan kasar saat beliau sedang salat. Ia menantang dengan mengatakan bahwa ia memiliki pasukan penjaga dan pengikut terbanyak di Makkah. Ayat ini menantangnya untuk memanggil semua pasukannya, karena kelak Allah akan memanggil para malaikat penjaga neraka (Zabaniyah) untuk menyeretnya.