Deskripsi neraka 'memanggil' dan 'mengelupaskan kulit kepala' (lazza nazza'atan lil-syawa) menggambarkan neraka sebagai entitas aktif berkesadaran—tidak konsisten dengan fisika. Api dan panas adalah fenomena termodinamika, bukan agen dengan kehendak. Personifikasi neraka sebagai makhluk aktif adalah konsepsi teologis, bukan fakta ontologis.