Bacaan
TopikAncaman bagi Orang Kafir (36-44)
فَذَرْهُمْ يَخُوضُوا وَيَلْعَبُوا حَتَّىٰ يُلَاقُوا يَوْمَهُمُ الَّذِي يُوعَدُونَ
Maka biarkanlah mereka tenggelam dan bermain-main (dalam kesesatan) sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka,
Kritik
Perintah defensif "Biarkanlah mereka tenggelam dalam kesesatan dan bermain-main" (yakhūḍū wa-yalʿabū) sebenarnya merujuk pada aktivitas kaum oposisi sekuler yang sedang melakukan debat filosofis formal (formal disputation/jadal). Penentang Muhammad sering menjebaknya dengan pertanyaan-pertanyaan logika yang sangat tajam terkait ketuhanan dan kebangkitan fisik. Karena kewalahan dan tidak memiliki bekal filsafat untuk menang berdebat, penulis teks ini melarikan diri dan merendahkan debat intelektual tingkat tinggi lawan-lawannya sebagai sekadar "permainan anak-anak" atau obrolan kosong. (Patricia Crone, The Quranic Mushrikun and the Resurrection).
Logical Fallacy
(70:42-44): Traitorous Critic Fallacy (Ergo Decedo) & Argumentum ad Baculum - Menutup segala bentuk diskusi dengan menginstruksikan pemboikotan ("biarkanlah mereka tenggelam dan bermain-main"), lalu membungkam paksa nalar mereka dengan vonis bahwa kelak lawan akan dihinakan dan ditundukkan ke bawah saat keluar dari kubur.

