Al-Ma'arij (Tempat Naik) Ayat 29

Bacaan

TopikSifat Orang yang Beruntung (22-35)

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ

(70:29) dan orang-orang yang memelihara kemaluannya,

Moral

(70:29-30): Secara eksplisit melegitimasi perbudakan seksual dengan membolehkan penyaluran hasrat di luar istri, yakni kepada "hamba sahaya yang dimiliki", mereduksi manusia menjadi properti seksual.

Sains

Pengecualian hubungan seksual dengan budak (milk al-yamin) dalam S70:30 adalah hukum yang bergantung pada institusi perbudakan yang secara universal dinyatakan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan sejak abad ke-19. Hukum yang secara eksplisit bergantung pada keberlanjutan perbudakan tidak dapat berfungsi sebagai hukum universal yang abadi.

Kontradiksi

Kontradiksi etis: S70:29-30 menetapkan pengecualian pemeliharaan kemaluan untuk 'hamba sahaya yang dimiliki tangan kanan'—melegitimasi hubungan seksual dengan budak perempuan tanpa pernikahan. Ini bertentangan dengan prinsip konsensual dalam hubungan seksual yang menjadi standar HAM universal, dan menciptakan inkonsistensi internal antara larangan zina dan izin hubungan dengan budak.