Ayat 1
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ الْحَاقَّةُ
Hari kiamat,854)
Catatan Depag
*854) Al-Ḥāqqah menurut bahasa berarti "yang pasti terjadi", hari Kiamat dinamai Al-Ḥāqqah karena pasti terjadi.


Surat 69
الحاۤقّة
Hari Kiamat, terdiri dari 52 ayat dan turun di Makkah.
Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-78 setelah Al-Mulk sebelum Al-Ma'arij.
Daur ulang mitos yahudi dan obsesi sadistik. Daur ulang mitos Yahudi dan ketidakmungkinan fisika: Deskripsi kiamat dalam Al-Haqqah adalah adaptasi langsung dari teks Yahudi sebelumnya kayak Kitab Henokh dan 4 Ezra. Gambaran "gunung yang hancur" dan "langit yang terbelah" cuma reproduksi ide yang udah beredar luas di Timur Tengah. Ayat 13-14 gambarin bumi dan gunung yang "diangkat lalu dihancurkan sekali pukul"—konsep yang langgar hukum dasar fisika. Pemahaman naif tentang geologi ini mencermin keterbatasan pengetahuan manusia abad ke-7. Obsesi sadistik dan fantasi penyiksaan: Hampir separuh surat ini terfokus pada deskripsi grafis tentang siksaan kayak rantai 70 hasta dan makanan dari nanah. Detail morbid ini ngungkapin imajinasi manusia yang terobsesi dengan penyiksaan dan pembalasan dendam. Fantasi kekerasan yang berlebihan ini mencermin psikologi manusia yang primitif, bukan kebijaksanaan atau keadilan dari entitas transenden. Propaganda validasi-diri yang defensif: Ayat 40-43 secara defensif ngegas bahwa teks ini "bukan perkataan penyair atau dukun"—klaim yang justru nunjukin kekhawatiran terhadap tuduhan tersebut. Pernyataan berulang "ini bukan X" tanpa bukti konkret adalah taktik klasik propaganda yang berusaha nutupin kebenaran. Penggunaan mekanisme validasi-diri ini identik sama strategi retorika manusia buat hindarin kritik. Kesimpulan: Al-Haqqah mengekspos adaptasi langsung dari mitos apokaliptik Yahudi dengan pemahaman fisika yang naif sambil menampilkan obsesi sadistik terhadap penyiksaan dan menggunakan propaganda validasi-diri yang defensif, membuktikan karakternya sebagai kompilasi imajinasi manusiawi yang primitif daripada wahyu ilahi yang orisinal dan berpengetahuan universal.
Ayat 1
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ الْحَاقَّةُ
Hari kiamat,854)
Catatan Depag
*854) Al-Ḥāqqah menurut bahasa berarti "yang pasti terjadi", hari Kiamat dinamai Al-Ḥāqqah karena pasti terjadi.
Ayat 2
مَا الْحَاقَّةُ
apakah hari Kiamat itu?
Ayat 3
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحَاقَّةُ
Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?
Ayat 4
كَذَّبَتْ ثَمُودُ وَعَادٌ بِالْقَارِعَةِ
Kaum Samud, dan 'Ād telah mendustakan hari Kiamat.855)
Catatan Depag
*855) Al-Qāri'ah menurut bahasa berarti "yang menggetarkan hati", hari Kiamat dinamai Al-Qāri'ah karena menggetarkan hati.
Ayat 5
فَأَمَّا ثَمُودُ فَأُهْلِكُوا بِالطَّاغِيَةِ
Maka adapun kaum Samud, mereka telah dibinasakan dengan suara yang sangat keras,856)
Catatan Depag
*856) Petir yang sangat keras yang menyebabkan suara yang mengguntur dapat menghancurkan.
Ayat 6
وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ
sedangkan kaum 'Ād, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin,
Ayat 13
فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ نَفْخَةٌ وَاحِدَةٌ
Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup,860)
Catatan Depag
*860) Tiupan pertama yang pada waktu itu seluruh alam menjadi hancur.
Ayat 14
وَحُمِلَتِ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَاحِدَةً
dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali benturan.
Ayat 19
فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَءُوا كِتَابِيَهْ
Adapun orang yang kitabnya861) diberikan di tangan kanannya, maka dia berkata, "Ambillah, bacalah kitabku (ini)."
Catatan Depag
*861) Catatan amalan perbuatan.
Ayat 20
إِنِّي ظَنَنْتُ أَنِّي مُلَاقٍ حِسَابِيَهْ
Sesungguhnya aku yakin, bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan terhadap diriku.
Ayat 25
وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ
Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata, "Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku.
Ayat 26
وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ
Sehingga aku tidak mengetahui bagaimana perhitunganku,
Ayat 27
يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ
Wahai, kiranya (kematian) itulah yang menyudahi segala sesuatu.
Ayat 30
خُذُوهُ فَغُلُّوهُ
(Allah berfirman), "Tangkaplah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya."
Ayat 36
وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنْ غِسْلِينٍ
Dan tidak ada makanan (baginya) kecuali dari darah dan nanah.
Ayat 37
لَا يَأْكُلُهُ إِلَّا الْخَاطِئُونَ
Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.
Sesungguhnya ia (Al-Qur`an) benar-benar wahyu (yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,