Qurai

Surat 68

Al-Qalam

القلم

Pena, terdiri dari 52 ayat dan turun di Makkah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-2 setelah Al-'Alaq sebelum Al-Muzzammil.

Al-Qalam dibuka dengan sumpah demi pena dan apa yang mereka tuliskan. Sumpah demi pena (ayat 1): Sumpah pertamanya demi kalam dan apa yang dituliskannya. Tradisi Islam menyebut Muhammad ummi, tidak menulis dan tidak membaca. Yang dijadikan penopang sumpah alat yang menurut tradisi itu sendiri tidak dia pakai. Bukan orang gila (ayat 2 sampai 6): Ayat 2 menyatakan Muhammad bukan orang gila berkat nikmat Tuhannya. Ayat 5 dan 6 menyebut kelak akan terlihat siapa di antara kalian yang gila. Tuduhannya soal keadaan jiwa, jawabannya bantahan lalu tuduhan balik. Daftar cela untuk satu penentang (ayat 10 sampai 16): Ayat 10 sampai 16 mendaftar orang yang banyak bersumpah, suka mencela, ke sana kemari menyebar fitnah, kikir, melampaui batas, kasar, dan tidak jelas asal-usulnya. Bantahannya mengenai orangnya, sampai ke keturunannya, bukan ucapannya. Pemilik kebun (ayat 17 sampai 33): Kisah pemilik kebun yang bersumpah memetik hasilnya pagi-pagi tanpa menyisihkan bagian orang miskin, lalu kebunnya hangus semalam. Bentuk ceritanya bentuk dongeng moral yang lazim di kawasan itu: kesombongan, hukuman, lalu penyesalan. Betis yang disingkapkan (ayat 42 dan 43): Ayat 42 menggambarkan hari ketika betis disingkapkan dan mereka diseru bersujud tapi tidak sanggup. Para mufasir berbeda pendapat apakah itu kiasan tentang keadaan yang genting, atau betis siapa yang dimaksud. Ayatnya tidak menyediakan penanda. Tangguh yang jadi bagian dari rencana (ayat 45): Ayat 45 menyatakan Aku memberi tangguh kepada mereka, sesungguhnya rencana-Ku amat teguh. Yang ditunda hukumannya, dan penundaannya sendiri dijadikan bagian dari rencananya. Surat yang dibuka dengan sumpah demi pena berisi bantahan terhadap tuduhan bahwa yang membawanya tidak waras.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (52 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-7 : Kemuliaan Nabi dan Sikapnya (1-7)
8-16 : Larangan Taati Para Penentang (8-16)
17-33 : Kisah Pemilik Kebun (17-33)

كَذَٰلِكَ الْعَذَابُ ۖ وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ ٣٣

(68:33) Seperti itulah azab (di dunia). Dan sungguh, azab akhirat lebih besar sekiranya mereka mengetahui.849

Catatan Depag

*849) Allah menerangkan bahwa Dia menguji penduduk Mekkah dengan menganugerahi nikmat yang banyak untuk mengetahui apakah mereka bersyukur atau tidak, sebagaimana Allah telah menguji pemilik-pemilik kebun. Akhirnya pemilik kebun itu insaf dan bertobat kepada Allah. Demikian pula penduduk Mekkah yang kemudian menjadi insaf dan masuk Islam berbondong-bondong setelah penaklukan Mekkah.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

34-41 : Hukum Keadilan Allah (34-41)
42-52 : Peringatan Hari Kiamat (42-52)

يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ وَيُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ ٤٢

(68:42) (Ingatlah) pada hari ketika betis disingkapkan851 dan mereka diseru untuk bersujud; maka mereka tidak mampu,852

Catatan Depag

*851) Menggambarkan keadaan orang yang sedang ketakutan yang hendak lari karena hebatnya huru-hara hari Kiamat. 852) Mereka diminta sujud itu adalah untuk menguji keimanan mereka padahal mereka tidak sanggup lagi karena persendian tulang-tulang mereka telah lemah dan azab sudah mengepung mereka.

وَإِنْ يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ ٥١

(68:51) Dan sungguh, orang-orang kafir itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan mata mereka, ketika mereka mendengar Al-Qur`an dan mereka berkata, "Dia (Muhammad) itu benar-benar orang gila."853

Catatan Depag

*853) Menurut kebiasaan yang terjadi di tanah Arab, seseorang dapat membinasakan hewan atau manusia dengan menujukan pandangannya yang tajam. Hal ini hendak dilakukan pula kepada Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, tetapi Allah memeliharanya, sehingga terhindar dari bahaya itu, sebagaimana dijanjikan Allah dalam Al-Mā`idah ayat 67. Kekuatan pandangan mata itu pada masa sekarang dikenal dengan hipnotis.