بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ ن ۚ وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ ١
(68:1) Nūn. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan,
Surat 68
القلم
Pena, terdiri dari 52 ayat dan turun di Makkah.
Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-2 setelah Al-'Alaq sebelum Al-Muzzammil.
Kontradiksi literasi dan daur ulang cerita rakyat. Kontradiksi Literasi: Nabi Buta Huruf Bersumpah Demi Pena: Surat ini dibuka dengan sumpah "demi pena" meskipun Muhammad diklaim sebagai "ummi" (buta huruf). Penggunaan simbol literasi oleh sosok yang nggak bisa baca tulis nunjukin adaptasi dari nilai budaya elite melek huruf Arab. Kontradiksi ini ngungkapin gimana teks ambil dan gabungin elemen prestise kultural setempat buat bangun otoritas. Cerita rakyat didaur ulang: Kisah pemilik kebun (ayat 17-33) adalah adaptasi dari cerita moral populer dalam tradisi lisan Arab, bukan wahyu orisinal. Struktur naratif, pelajaran moral, dan penggunaan simbolisme kebun yang hancur ngikutin pola standar dongeng Timur Tengah kuno. Penggunaan formula sastra yang udah ada ini nunjukin asal-usul manusiawi yang manfaatin kerangka cerita yang udah dikenal audiens lokal. Serangan ad hominem dan fantasi hukuman: Ayat 10-16 isi serangan personal terhadap penentang ("bermuka masam", "kejam", "berdosa", "kasar") alih-alih argumen substantif. Taktik delegitimasi lawan dengan serangan karakter ini strategi retorika klasik manusia, bukan wacana ilahiah yang bijaksana. Ayat 42-43 ancam "penyingkapan betis" dan "sujud yang tak mampu dilakukan"—hukuman abstrak tanpa bukti yang bisa diverifikasi. Intimidasi psikologis tanpa bukti: Metode intimidasi psikologis ini pake ketakutan akan masa depan yang nggak bisa diuji buat paksa kepatuhan. Pola ancaman yang nggak bisa difalsifikasi ini identik sama mekanisme kontrol sosial buatan manusia dalam berbagai sistem kepercayaan primitif lainnya. Kesimpulan: Al-Qalam mengekspos kontradiksi antara simbolisme literasi dan klaim buta huruf sambil mendaur ulang cerita rakyat tradisional dan menggunakan serangan personal serta ancaman tanpa bukti, membuktikan karakternya sebagai kompilasi manusiawi yang memanfaatkan elemen budaya lokal dan taktik intimidasi psikologis daripada komunikasi ilahi yang orisinal dan substantif.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ ن ۚ وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ ١
(68:1) Nūn. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan,
مَا أَنْتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُونٍ ٢
(68:2) dengan karunia Tuhanmu engkau (Muhammad) bukanlah orang gila.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَإِنَّ لَكَ لَأَجْرًا غَيْرَ مَمْنُونٍ ٣
(68:3) Dan sesungguhnya engkau pasti mendapat pahala yang besar yang tidak putus-putusnya.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ ٤
(68:4) Dan sesungguhnya engkau benar-benar, berbudi pekerti yang luhur.
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun untuk memuji akhlak luar biasa yang dimiliki Nabi Muhammad SAW. Siti Aisyah bersaksi bahwa Nabi tidak pernah menolak panggilan siapa pun baik dari anggota keluarga maupun sahabatnya melainkan beliau selalu menjawab dengan sigap dan hangat.
فَسَتُبْصِرُ وَيُبْصِرُونَ ٥
(68:5) Maka kelak engkau akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
بِأَيْيِكُمُ الْمَفْتُونُ ٦
(68:6) siapa di antara kamu yang gila?
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ ٧
(68:7) Sungguh, Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang mendapat petunjuk.
فَلَا تُطِعِ الْمُكَذِّبِينَ ٨
(68:8) Maka janganlah engkau patuhi orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah).
وَدُّوا لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُونَ ٩
(68:9) Mereka menginginkan agar engkau bersikap lunak maka mereka bersikap lunak (pula).
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَهِينٍ ١٠
(68:10) Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina,
هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ ١١
(68:11) suka mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ ١٢
(68:12) yang merintangi segala yang baik, yang melampaui batas dan banyak dosa,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
عُتُلٍّ بَعْدَ ذَٰلِكَ زَنِيمٍ ١٣
(68:13) yang bertabiat kasar, selain itu juga terkenal kejahatannya,
أَنْ كَانَ ذَا مَالٍ وَبَنِينَ ١٤
(68:14) karena dia kaya dan banyak anak.845)
Catatan Depag
*845) Orang yang mempunyai anak dan kaya lebih mudah mendapat pengikut. Tetapi jika dia mempunyai sifat-sifat seperti tersebut pada ayat 13 tidak boleh diikuti.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ ١٥
(68:15) Apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepadanya, dia berkata, "(Ini adalah) dongeng-dongeng orang dahulu."
سَنَسِمُهُ عَلَى الْخُرْطُومِ ١٦
(68:16) Kelak dia akan Kami beri tanda pada belalai(nya).846)
Catatan Depag
*846) Yang dimaksud dengan "belalai"di sini ialah hidung. Dipakai kata belalai di sini sebagai penghinaan.
إِنَّا بَلَوْنَاهُمْ كَمَا بَلَوْنَا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ إِذْ أَقْسَمُوا لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِينَ ١٧
(68:17) Sungguh, Kami telah menguji mereka (orang musyrik Mekkah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah pasti akan memetik (hasil)nya pada pagi hari,
وَلَا يَسْتَثْنُونَ ١٨
(68:18) tetapi mereka tidak mengecualikan (dengan mengucapkan, "Insya Allah").
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
فَطَافَ عَلَيْهَا طَائِفٌ مِنْ رَبِّكَ وَهُمْ نَائِمُونَ ١٩
(68:19) Lalu kebun itu ditimpa bencana (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
فَأَصْبَحَتْ كَالصَّرِيمِ ٢٠
(68:20) Maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita,847)
Catatan Depag
*847) Maka terbakarlah kebun itu dan tinggallah arang-arangnya yang hitam seperti malam.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
فَتَنَادَوْا مُصْبِحِينَ ٢١
(68:21) lalu pada pagi hari mereka saling memanggil.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
أَنِ اغْدُوا عَلَىٰ حَرْثِكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَارِمِينَ ٢٢
(68:22) "Pergilah pagi-pagi ke kebunmu jika kamu hendak memetik hasil."
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
فَانْطَلَقُوا وَهُمْ يَتَخَافَتُونَ ٢٣
(68:23) Maka mereka pun berangkat sambil berbisik-bisik.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
أَنْ لَا يَدْخُلَنَّهَا الْيَوْمَ عَلَيْكُمْ مِسْكِينٌ ٢٤
(68:24) "Pada hari ini jangan sampai ada orang miskin masuk ke dalam kebunmu."
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَغَدَوْا عَلَىٰ حَرْدٍ قَادِرِينَ ٢٥
(68:25) Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka mampu (menolongnya).
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
فَلَمَّا رَأَوْهَا قَالُوا إِنَّا لَضَالُّونَ ٢٦
(68:26) Maka ketika mereka melihat kebun itu, mereka berkata, "Sungguh, kita ini benar-benar orang-orang yang sesat,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ ٢٧
(68:27) bahkan kita tak memperoleh apa pun."
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
قَالَ أَوْسَطُهُمْ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ لَوْلَا تُسَبِّحُونَ ٢٨
(68:28) Berkatalah seorang yang paling bijak di antara mereka, "Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, mengapa kamu tidak bertasbih (kepada Tuhanmu)."848)
Catatan Depag
*848) Mensyukuri nikmat-Nya dan tidak meniatkan sesuatu yang bertentangan dengan perintah Allah seperti: meniatkan tidak akan memberi fakir miskin.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
قَالُوا سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ ٢٩
(68:29) Mereka mengucapkan, "Mahasuci Tuhan kami, sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim."
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَلَاوَمُونَ ٣٠
(68:30) Lalu mereka saling berhadapan dan saling menyalahkan.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
قَالُوا يَا وَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا طَاغِينَ ٣١
(68:31) Mereka berkata, "Celaka kita! Sesungguhnya kita orang-orang yang melampaui batas.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
عَسَىٰ رَبُّنَا أَنْ يُبْدِلَنَا خَيْرًا مِنْهَا إِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا رَاغِبُونَ ٣٢
(68:32) Mudah-mudahan Tuhan memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada yang ini, sungguh, kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
كَذَٰلِكَ الْعَذَابُ ۖ وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ ٣٣
(68:33) Seperti itulah azab (di dunia). Dan sungguh, azab akhirat lebih besar sekiranya mereka mengetahui.849)
Catatan Depag
*849) Allah menerangkan bahwa Dia menguji penduduk Mekkah dengan menganugerahi nikmat yang banyak untuk mengetahui apakah mereka bersyukur atau tidak, sebagaimana Allah telah menguji pemilik-pemilik kebun. Akhirnya pemilik kebun itu insaf dan bertobat kepada Allah. Demikian pula penduduk Mekkah yang kemudian menjadi insaf dan masuk Islam berbondong-bondong setelah penaklukan Mekkah.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ ٣٤
(68:34) Sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ ٣٥
(68:35) Apakah patut Kami memperlakukan orang-orang Islam itu seperti orang-orang yang berdosa (orang kafir)?850)
Catatan Depag
*850) Maksudnya, sama tentang balasan yang disediakan Allah untuk mereka masing-masing.
مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ ٣٦
(68:36) Mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimana kamu mengambil keputusan?
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
أَمْ لَكُمْ كِتَابٌ فِيهِ تَدْرُسُونَ ٣٧
(68:37) Atau apakah kamu mempunyai kitab (yang diturunkan Allah) yang kamu pelajari?
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
إِنَّ لَكُمْ فِيهِ لَمَا تَخَيَّرُونَ ٣٨
(68:38) Sesungguhnya kamu dapat memilih apa saja yang ada di dalamnya.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
أَمْ لَكُمْ أَيْمَانٌ عَلَيْنَا بَالِغَةٌ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۙ إِنَّ لَكُمْ لَمَا تَحْكُمُونَ ٣٩
(68:39) Atau apakah kamu memperoleh (janji-janji yang diperkuat dengan) sumpah dari Kami, yang tetap berlaku sampai hari Kiamat; bahwa kamu dapat mengambil keputusan (sekehendakmu)?
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
سَلْهُمْ أَيُّهُمْ بِذَٰلِكَ زَعِيمٌ ٤٠
(68:40) Tanyakanlah kepada mereka, "Siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap (keputusan yang diambil itu)?"
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ فَلْيَأْتُوا بِشُرَكَائِهِمْ إِنْ كَانُوا صَادِقِينَ ٤١
(68:41) Atau apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu? Kalau begitu hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutunya jika mereka orang-orang yang benar.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ وَيُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ ٤٢
(68:42) (Ingatlah) pada hari ketika betis disingkapkan851) dan mereka diseru untuk bersujud; maka mereka tidak mampu,852)
Catatan Depag
*851) Menggambarkan keadaan orang yang sedang ketakutan yang hendak lari karena hebatnya huru-hara hari Kiamat. 852) Mereka diminta sujud itu adalah untuk menguji keimanan mereka padahal mereka tidak sanggup lagi karena persendian tulang-tulang mereka telah lemah dan azab sudah mengepung mereka.
خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۖ وَقَدْ كَانُوا يُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ وَهُمْ سَالِمُونَ ٤٣
(68:43) pandangan mereka tertunduk ke bawah, diliputi kehinaan. Dan sungguh, dahulu (di dunia) mereka telah diseru untuk bersujud waktu mereka sehat (tetapi mereka tidak melakukan).
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
فَذَرْنِي وَمَنْ يُكَذِّبُ بِهَٰذَا الْحَدِيثِ ۖ سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ ٤٤
(68:44) Maka serahkanlah kepada-Ku (urusannya) dan orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al-Qur`an). Kelak akan Kami hukum mereka berangsur-angsur dari arah yang tidak mereka ketahui,
وَأُمْلِي لَهُمْ ۚ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ ٤٥
(68:45) dan Aku memberi tenggang waktu kepada mereka. Sungguh, rencana-Ku sangat teguh.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
أَمْ تَسْأَلُهُمْ أَجْرًا فَهُمْ مِنْ مَغْرَمٍ مُثْقَلُونَ ٤٦
(68:46) Ataukah engkau (Muhammad) meminta imbalan kepada mereka, sehingga mereka dibebani dengan hutang?
أَمْ عِنْدَهُمُ الْغَيْبُ فَهُمْ يَكْتُبُونَ ٤٧
(68:47) Ataukah mereka mengetahui yang gaib, lalu mereka menuliskannya?
فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُنْ كَصَاحِبِ الْحُوتِ إِذْ نَادَىٰ وَهُوَ مَكْظُومٌ ٤٨
(68:48) Maka bersabarlah engkau (Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah engkau seperti (Yunus) orang yang berada dalam (perut) ikan ketika dia berdoa dengan hati sedih.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
لَوْلَا أَنْ تَدَارَكَهُ نِعْمَةٌ مِنْ رَبِّهِ لَنُبِذَ بِالْعَرَاءِ وَهُوَ مَذْمُومٌ ٤٩
(68:49) Sekiranya dia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, pastilah dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
فَاجْتَبَاهُ رَبُّهُ فَجَعَلَهُ مِنَ الصَّالِحِينَ ٥٠
(68:50) Lalu Tuhannya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang yang saleh.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَإِنْ يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ ٥١
(68:51) Dan sungguh, orang-orang kafir itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan mata mereka, ketika mereka mendengar Al-Qur`an dan mereka berkata, "Dia (Muhammad) itu benar-benar orang gila."853)
Catatan Depag
*853) Menurut kebiasaan yang terjadi di tanah Arab, seseorang dapat membinasakan hewan atau manusia dengan menujukan pandangannya yang tajam. Hal ini hendak dilakukan pula kepada Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, tetapi Allah memeliharanya, sehingga terhindar dari bahaya itu, sebagaimana dijanjikan Allah dalam Al-Mā`idah ayat 67. Kekuatan pandangan mata itu pada masa sekarang dikenal dengan hipnotis.
وَمَا هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ ٥٢
(68:52) Padahal Al-Qur`an itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.