Ancaman 'menandai belalai' (khuratim) secara harfiah merujuk pada hidung manusia sebagai belalai—penggunaan kata 'belalai' untuk manusia adalah penghinaan sastrawi, bukan fakta anatomi. Jika literal, ini antropologi yang salah; jika kiasan, klaim harfiah tentang tanda fisik tidak terwujud secara historis.