Al-Qalam (Pena) Ayat 51

Bacaan

TopikPeringatan Hari Kiamat (42-52)

وَإِنْ يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ

(68:51) Dan sungguh, orang-orang kafir itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan mata mereka, ketika mereka mendengar Al-Qur`an dan mereka berkata, "Dia (Muhammad) itu benar-benar orang gila."853)

Catatan Depag

*853) Menurut kebiasaan yang terjadi di tanah Arab, seseorang dapat membinasakan hewan atau manusia dengan menujukan pandangannya yang tajam. Hal ini hendak dilakukan pula kepada Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, tetapi Allah memeliharanya, sehingga terhindar dari bahaya itu, sebagaimana dijanjikan Allah dalam Al-Mā`idah ayat 67. Kekuatan pandangan mata itu pada masa sekarang dikenal dengan hipnotis.

Cacat Logika

(68:51): Poisoning the Well & Intentionality Fallacy - Menciptakan framing paranoia dengan menuduh para penentang berusaha mencelakai secara gaib/mistis ("menggelincirkan dengan pandangan mata mereka") semata-mata karena para penentang berani melontarkan kritik kewarasan sang penyampai pesan. Berikut adalah daftar kesesatan berpikir (logical fallacies) dari Quran Surat 69 (Al-Haqqah) dan 70 (Al-Ma'arij). Analisis ini disajikan secara kritis, tajam, ringkas, dan memaksimalkan rentetan ayat berdasarkan hierarki falasi yang Anda berikan. Surat 69 (Al-Haqqah)

Sains

Klaim 'ain (pandangan/mata jahat) orang kafir hampir menggelincirkan Nabi adalah referensi kepercayaan 'ain (evil eye) yang merupakan keyakinan magis pra-ilmiah—tidak ada mekanisme fisika atau biologi yang menjelaskan bagaimana pandangan seseorang dapat membahayakan orang lain secara fisik.

Kontradiksi

Kontradiksi: S68:51 mengakui 'ain (pandangan jahat) mampu hampir membahayakan Nabi—namun S5:67 menegaskan Allah melindungi Nabi dari manusia sepenuhnya ('Wallahu ya'shimuka min al-nas'). Jika Allah menjamin perlindungan total, bagaimana pandangan jahat bisa hampir berhasil?